Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Kamis, 13 Februari 2020

Review Film The Turning

Film yang disutadarai oleh Floria Sigismondi ini adalah hasil adaptasi dari novella bergenre gothic karangan Henry James (1843-1916) dengan judul asli The Turn of the Screw yang diterbitkan pertama kali dalam bentuk cerita bersambung. Mengisahkan tentang Kate Mandell (Mackenzie Davis) yang memutuskan untuk menerima pekerjaan menjadi guru privat bagi Flora Fairchild (Brooklynn Prince) dan meninggalkan teman sekamarnya, Rose (Kim Adis). 

Sebelumnya, Kate mengunjungi ibunya, Darla (Joely Richardson) yang sibuk melukis di tempat yang terlihat seperti kolam renang kering. Melihat dari respon Darla yang seperti tidak terlalu menghiraukan keberadaan Kate, penonton dibawa untuk menyimpulkan bahwa Kate sebenarnya berada di sebuah rumah sakit jiwa. Adegan lalu berlanjut ke Kate yang sampai di sebuah rumah megah tempat Kate akan tinggal selama menjadi guru Flora. 

Di rumah sebesar itu, Kate hanya akan tinggal bertiga dengan Flora dan Nyonya Grose (Barbara Marten) yang menjadi pengurus rumah. Miles, kakak lelaki Flora lalu bergabung dengan mereka setelah dikeluarkan dari sekolah karena menyerang temannya. 

Sejak kedatangannya di hari pertama, Kate yang tadinya gembira dan terkesan oleh betapa luas dan megah rumah yang akan didiami, perlahan-lahan mulai merasa ketakutan. Mulai dari penampakan hantu wanita di jendela hingga ke suara-suara yang muncul dari sebuah kamar di sayap barat. Penonton dibawa berasumsi bahwa pengajar sebelum Kate yang bernama Jessel (Denna Thomson) sempat dinodai dan dicekik hingga mati oleh Peter Quint (Niall Greig Fulton), pelatih berkuda Miles (Finn Wolfhard). Kate yang penasaran mencoba mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi pada Jessel. Kate lalu menemukan bahwa jasad Jessel ditenggelamkan ke danau. 

Saat Kate mencoba mengkonfrontasi Nyonya Grose, betapa terkejutnya Kate ketika mendapati fakta bahwa perempuan itu tahu apa yang terjadi pada Jessel. Nyonya Grose bahkan mengaku bahwa dia yang bertanggung jawab atas kematian Peter Quint. 

Merasakan bahaya yang mengancam anak-anak didiknya, Kate mencoba mengajak Flora dan Miles untuk meninggalkan rumah. Flora menjadi histeris dan berlari menghindar. Dia yakin akan mati jika meninggalkan rumah. Adegan berakhir menggantung ketika Kate akhirnya mendapatkan kemauannya dengan membawa keluar Flora dan Miles yang lalu mengejeknya karena hanya Kate saja yang bisa melihat hantu Peter Quint, sementara mereka tidak. Adegan beralih ke Kate yang terbangun di sebuah ruangan gelap dengan gaun tidur dan seprai merah. Kate berteriak ketakutan saat dia menyadari dirinya tidak sendirian di ruangan itu.

Rangkaian adegan terakhir di film ini memang serba membingungkan. Menerjemahkan sebuah karya klasik menjadi film memang bukan pekerjaan mudah. Sebenarnya, potongan adegan yang ditebarkan di sepanjang film serupa dengan potongan teka-teki yang menjadi petunjuk apa yang sebenarnya terjadi. Mengingat saya sendiri belum membaca buku The Turn of the Screw, saya justru terbantu dengan beberapa artikel psikologi yang saya baca untuk memahami film ini. 

Persepsi saya akan film ini adalah sebagai berikut: 
1. Kate adalah seorang pasien di sebuah rumah sakit jiwa yang dirawat karena penyakit kepribadian ganda (DID - Dissociative Identity Disorder, dulu lebih dikenal dengan istilah MPD - Multiple Personality Disorder)
2. Rumah megah tempat Kate mengajar Flora sebenarnya adalah rumah sakit jiwa tempat Kate dirawat.
3. Teman sekamar Kate (Rose dan Darla, ibu Kate) mungkin sebenarnya adalah alter Kate
4. Semua karakter lain dalam film (Flora, Miles, Nyonya Grose, Jessel, Peter Quint, si kepala sekolah, dan lain-lain adalah alter Kate); termasuk alter berupa kuda, burung, dan ikan koi.
5. Para tukang kebun dan pegawai lain yang disebut oleh Nyonya Grose, tapi tak pernah terlihat mungkin adalah alter lain Kate, tapi bisa juga adalah para perawat yang datang sesekali untuk mengecek kondisi Kate.
6. Menurut urutannya, maka alter awal yang dimiliki Kate adalah Flora dan Miles, setelah itu menyusul alter lain. Flora yakin dirinya akan mati jika meninggalkan rumah, secara tersirat sama dengan mengatakan jika Kate sembuh dan keluar dari rumah sakit jiwa, maka alter-alternya juga akan mati.
7. Jessel mati terbunuh oleh Peter Quint. Peter Quint mati terbunuh oleh Nyonya Grose. Nyonya Grose kelihatannya mati terbunuh oleh hantu Peter Quint, tapi mengingat di akhir cerita Miles dan Flora masih hidup, mengindikasikan bahwa Kate baru setengah sembuh. Indikasi lain, ibu Kate mengatakan padanya bahwa orang ingin mengusirnya.
8. Jika disederhanakan dengan bahasa sehari-hari, maka alter terbagi menjadi tiga jenis (korban, antagonis, protagonis). Alter yang mewakili korban adalah Jessel, Flora, kuda (dicambuk oleh Miles), dan ikan koi (ditarik dari air dan dimangsa oleh burung, diinjak mati oleh Miles). Alter yang mewakili protagonis adalah Flora (menemani Kate tidur saat diteror oleh hantu Peter Quint), ibu Kate (memberi lukisan pada Kate), dan Rose (selalu ada untuk mendengarkan Kate). Alter yang mewakili antagonis adalah Peter Quint (menodai dan membunuh Jessel), Nyonya Grose (tidak melakukan apapun untuk menolong Jessel), Millie (mencambuk kuda, menginjak mati ikan koi, menyerang teman sekolahnya), dan burung (menarik ikan koi kesayangan Flora dan mematukinya untuk dimangsa).
9. Beberapa alter Kate sudah mati dan dia setengah sembuh (keluar dari rumah, tapi terperangkap di dalam kamar). 
10. Penyebab Kate menderita DID ada beberapa kemungkinan. Bisa saja Kate memang menyaksikan kematian orang tuanya yang tragis (karena terlalu menyakitkan, kepribadian Kate terpisah dan Flora yang menjadi yatim piatu dan mengalami trauma setelah menyaksikan kematian orang tuanya). Penyebab lainnya mungkin Kate pernah dianiaya secara seksual (dialami Jessel dan pelakunya adalah Peter Quint).

Tentu saja jika menginginkan keakuratan, lebih baik membaca bukunya. Dari sana, mungkin bisa ditarik kesimpulan bagaimana sebenarnya plot yang ingin disampaikan Henry James. 

Tidak ada komentar: