Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 26 Juli 2017

Ucapan Versus Tindakan

Belakangan ini, saya jadi gampang tersulut dengan segolongan oknum yang mahirnya cuma bicara saja, tapi saat sudah membicarakan pelaksanaan, ada saja alasannya. Lucunya, di mana-mana ketemu saja orang yang serupa dengan saya, yang telanjur murka dengan PHP (Pemberi Harapan Palsu) saja. Ketika janji ini-itu dilontarkan memang merdu di telinga, saat ditagih eksekusinya, yang dikeluarkan cuma dalih dan alasan semata. 

Teramat geram dengan segolongan oknum seperti ini, tidak peduli siapa, dan dengan cara apa saja, saya jadi punya kebiasaan baru membagikan kisah inspirasi, artikel yang saya setujui, dan lain sebagainya, yang intinya cuma satu : ucapan tanpa tindakan, itu namanya menipu. 

Buat saya, menipu itu tidak harus menggelapkan uang. Tidak mengerjakan apa yang sudah dijanjikan, cuma sekadar bicara saja, buat saya ini juga termasuk kategori menipu. Menyalahgunakan kepercayaan yang sudah diberikan, sekalipun tidak sampai membuat pelakunya diseret ke pengadilan dan dibui, tapi tidak lantas harus dibiarkan lari.

Manusia dewasa bukan anak-anak; yang kalau ketahuan makan es krim (padahal sudah dilarang karena takut batuk dan pilek), serta-merta menyangkal, lalu menangis meraung-raung, merasa diperlakukan dengan kejam saat diomeli. Manusia dewasa harus berhadapan dengan konsekuensi. Kalau senang mengingkari janji, siapa yang mau percaya lagi? Kalau cuma bicara saja, tapi minim aksi, siapa yang  tidak akan keki? 

Berlian mungkin mahal, tapi tidak semahal kepercayaan. Sekali diberikan dan disalahgunakan, tidak mudah untuk kembali diberikan, seolah hanya recehan. Jadi, tolong camkan : jika tidak bisa menepati, lebih baik tidak usah berjanji. Jika tidak bisa memberi bukti, lebih baik bicara dalam hati. Lebih banyak ucapan, seharusnya dibarengi dengan lebih banyak tindakan. Dari dulu hingga sekarang, banyaknya ucapan tidak akan seberapa dihargai, jika tidak ada pelaksanaan. Dari dulu hingga sekarang, tindakan berbicara lebih kuat, ketimbang sekadar ucapan.

Tidak ada komentar: