Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 26 Juli 2017

Siklus Kebodohan

Sejujurnya, bagi saya, tidak ada yang lebih bodoh dari segelintir orang yang mencoba mencaritahu tentang sebuah fakta dengan mengirim orang-orang yang kredibilitasnya tidak dapat dipercaya untuk memancing pertanyaan yang menggusarkan dan meluruhkan kesabaran, lalu ketika dijawab dengan meradang, sekalipun sarat kejujuran, dan ketika manusia-manusia tanpa kredibilitas itu menyampaikan jawabannya sesuai versi mereka, lalu segelintir orang itu mendadak sakit hati, merasa jawaban itu muncul dari sosok yang penuh kesombongan, sok tahu, penuh intimidasi dan tuntutan, pendeknya memecah keesaan. 

Siklus kebodohan yang betapa bodoh. Sebuah repetisi berulang yang menyebalkan. Kebodohan yang dibuat sendiri, dengan mencari masalah mengutus orang-orang tanpa kredibilitas untuk mengorek permukaan, dan malah menimbulkan luka. Luka yang diciptakan sendiri, tapi merasa diri dicelakai. Lalu, menempatkan diri sendiri sebagai korban. 

Ada pula, tipikal manusia dangkal yang merasa dirinya begitu spesial, merasa terlukai jika orang tidak sependapat dengannya. Jika salah, merasa sakit hati jika dikoreksi. Merasa normal saja merendahkan orang lain, dan ketika orang merespon sesuai perlakuannya, merasa telah dihina. Bahkan, merasa tersakiti juga. Senang menampilkan diri sebagai yang paling peduli, paling memahami, paling bijaksana, dan bisa bersimpati, juga paling mengetahui update terbaru, nyatanya hidup dalam perasaan rendah diri dan butuh pengakuan di mana-mana dan dari mana-mana. Jika bualannya tidak ditanggapi, lalu merasa dilukai. Jika bualannya disangkal, merasa dijahati. Jika orang enggan memberitahu sesuatu, dianggap sengaja mau mengucilkan. Jika diberitahu, merasa direpoti, merasa  disudutkan dengan sengaja, merasa ditempatkan sebagai tokoh antagonis jika dia tidak ikut serta dalam hal yang sudah kewajibannya. Diam-diam merasa iri jika orang lain menuai pujian; sungguh pun orang bisa membedakan apa yang dikerjakan orang karena haus pujian atau berasal dari ketulusan. Diam-diam haus kekuasaan; merasa diri disingkirkan, jika tidak bisa ikut menitahkan. Seolah alam semesta adalah miliknya, merasa segala galaksi seharusnya berputar di sekeliling dirinya.

Saya terhempas di antara angkara dan murka. Ritual muak, kini berganti jijik, karena siklus kebodohan masih berulang. Sebuah repetisi tanpa henti. 

Tidak ada komentar: