Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Kamis, 06 Juli 2017

Akhirnya ... Follower Pertama

Ya, hari ini tanpa disangka-sangka, saat kebanyakan orang sudah nyaman di peraduan mereka. Saya masih melek, meski mata sejujurnya hampir terkatup. Saya menulis untuk yang ketiga kalinya pada hari ini. Maksud saya, saya menulis sebuah untuk blog, sebuah untuk disembunyikan di draft, dan sebuah lagi ya tulisan ini.

Kemarin, saya mengeluhkan tentang follower. Bukan di blog saya. Karena, meski jumlahnya tidak luar biasa, masih ada yang bersedia mengikuti blog saya. Ini tentang sebuah platform yang baru beberapa hari saya ikuti. Saya sudah berusaha produktif setengah mati (setengahnya lagi, hidup), malah jadi bingung sendiri, upaya setengah hati untuk menjaring follower, berharap tulisan saya diminati untuk bisa diikuti. Berharap banyak yang membaca, sehingga saya bahagia.

Ya, ukuran bahagia saya memang dungu. Saya akui itu. Dulu ukuran bahagia saya diukur jika pagerank blog saya minimal 3. Jika turun, bisa agak depresi. Belakangan, tidak lagi peduli. Dan blog ditelantarkan ratusan hari. Lalu sejak Mei belum lagi berganti, sehari sebelum Juni, jadi mendadak menulis setiap hari. Dan kini, merasa bersalah jika berhenti. Tapi, saya tidak janji, bisa memaksa diri menulis setiap hari. Sebab, resolusi beda dengan janji; jadi tidak harus dipenuhi.

Nah, tepatnya hari ini, follower yang tak disangka-sangka itu akhirnya dapat juga. Meski, hanya satu saja. Ya, saya bersyukur sesyukur-syukurnya bahwa Tuhan tahu saya memang sedungu itu. Bahwa ukuran bahagia saya tidak bisa sederhana. Sederhana artinya, ya sekedar berterima kasih (saja), bahwa masih bisa hidup dan bernafas dengan leluasa, belum lagi mengalami penyakit kronis (saya mau tetap sehat), sehingga memerlukan tabung oksigen untuk membantu bernafas. 

Ya, kriteria bahagia saya memang nyeleneh. Saya tahu itu dari dulu. Maksud saya, kriteria bahagia bagi perempuan pada umumnya, ya jika target menikah sudah terlaksana, lalu mendapat momongan, dan sejenisnya. Dan saya, kriteria bahagia saya selalu berkaitan dengan angka. Dari mencemaskan pagerank turun, hingga follower pertama. Padahal saya tidak pandai matematika; jadi mengapa  saya terobsesi dengan angka? Sungguh, saya sendiri tidak tahu jawabannya.

Tidak ada komentar: