Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Kamis, 29 Juni 2017

Menulis Butuh Perjuangan

*tentang #NulisRandom2017

Betul, menulis adalah sebuah perjuangan. Karena seorang yang sungguh-sungguh ingin menulis, dia tidak mungkin hanya asal menulis. 

Tapi kesungguhan itu, tanpa sadar memberi standar, beban, dan tekanan.

Saya pada dasarnya hanya mengikuti semua petunjuk yang ditebarkan di sana-sini sejak hari pertama. Persiapan dengan banyak membaca. Berikutnya, tidak sekadar memposting link tulisan sendiri, tapi juga belajar membaca tulisan teman-teman yang lain. Buat saya, ini tepat. Jika melulu membandingkan tulisan sendiri dengan tulisan para penulis senior, tentu bisa minder sendiri. Alhasil, mulai meragukan diri sendiri. 

Tentu, di awal jadi ingin menulis ini dan itu, pikiran berselancar ke sana-sini, bak gasing, bak kincir, semua ingin segera dituntaskan untuk hari besok dan lusa sekaligus. Saya ingat, petunjuk berikutnya adalah mengatur ritme menulis, seperti latihan pernafasan. Meski saya tak begitu sreg dengan perumpamaannya, tapi saya mencoba mengerjakannya.

Lalu, ketika membaca tulisan teman-teman lain yang buat saya lebih keren, maka muncul tekanan, kalaupun tidak mengungguli, setidaknya harus bisa menyamai. Bukankah manusia sebenarnya makhluk yang kompetitif? Selama kompetisinya sehat, buat saya sah-sah saja. 

Maka, saya mengikuti petunjuk berikutnya: Jangan lupa untuk bersenang-senang. Bagi saya, ini artinya jangan menulis hanya demi kewajiban menyetorkan tulisan. Perlu menjadikan semacam petualangan. Saya sungguh-sungguh suka dengan hashtag-nya #NulisRandom2017. Menulis dengan beragam tema, random, tanpa pola, jangan yang itu-itu saja. 

Lalu, saya tidak tahu apakah ini bagian dari petunjuk, sebaris kalimat dari puisi Sia-sia-nya Chairil Anwar, "Mampus kau dikoyak-koyak sepi" - bagi saya, ini berarti, jangan menulis dengan merubah rupa. Perlu jujur dengan diri sendiri di dalam menulis. Jadi, semoga tidak ada yang terganggu jika saya nyaman saja (beberapa kali) menggunakan kata dungu atau pun sialan. 

Masih dengan syaratnya - SETIAP HARI. Ya, saya sungguh-sungguh dalam mengartikan frase "setiap hari". Jadi patokan saya adalah dari pukul 00:00 sampai 23:59. Jika belum berganti hari, saya sudah menulis lagi, bukankah itu berarti, saya menulis dua kali di hari kemarin? Supaya hari berikutnya saya boleh berhenti sehari? Saya tidak ingin curang pada diri sendiri. Saya hanya perlu mengatur ritme - jangan mengkhawatirkan apa yang harus ditulis untuk esok hari.

Saya berhenti sampai di sini. Khawatir kehabisan energy. Toh, masih tersisa sehari, untuk menuntaskan misi ini.

Tidak ada komentar: