Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Minggu, 04 Juni 2017

Dear Facebook #4

Dear Facebook,

Di dunia ini, ada begitu banyak kriteria untuk menilai dan mengapresiasi kualitas di dalam diri manusia. Kriteria yang umum adalah yang gampang dilihat seperti kecerdasan, ketelitian, atau pun kerajinan. Namun, di antara beberapa kriteria yang barusan saya sebutkan itu, pada akhirnya saya lebih menyukai kriteria lain yang lebih tersamar, daripada sekadar kecerdasan atau kebaikan. Saya mencintai originalitas (bukan kepura-puraan atau pun tiruan) dan konsistensi; mengagumi mereka yang visioner dan pelaksana (tidak melulu bicara saja). 

Sebab, terkadang ada begitu banyak orang yang hidup hanya untuk bermimpi. Tentu mimpi setiap orang berbeda-beda dan bermacam-macam. Seringnya, hidup kebanyakan orang berhenti hanya pada fase bermimpi, tanpa pelaksanaan yang jelas dan tanpa usaha nyata untuk mewujudkan apa yang mereka impikan. Sebagian besar bermuara dari takut gagal, sebagian lagi karena keenganan untuk terus belajar hal-hal baru. Lainnya, timbul karena kemalasan, seperti takut repot, tidak ada waktu (meskipun setiap orang punya 24 jam setiap hari), sudah kehabisan tenaga, dan lain-lain. Bukankah pada akhirnya, segala sesuatu ditentukan dari membuat pilihan?

Pilihan untuk menjadi seorang yang hanya bermimpi atau mewujudkan mimpi; itu memang hak masing-masing orang. Juga pilihan untuk sekedar merencanakan ini dan itu, atau pada akhirnya benar-benar mengerjakan. Pilihan untuk mengerjakan di awalnya saja atau menuntaskan hingga akhir. Pilihan untuk mengerjakannya setengah hati, sepenuh hati, atau tanpa memakai hati. Pilihan untuk mengerjakannya karena terpaksa atau dengan sukarela. Pilihan apakah mau dikerjakan seadanya atau dengan sebaik mungkin. Pilihan apakah kita mau mengerjakannya untuk diri sendiri atau untuk orang lain. Pilihan untuk tetap mengerjakannya sekalipun tidak ada yang mengawasi atau meninggalkannya dan berhenti, ketika tidak ada yang peduli. Pilihan untuk mengerjakannya dengan atau tanpa applause dan supporter. Pilihan untuk terlena dengan sanjungan atau terus meningkatkan kualitas diri. Pilihan untuk mengerjakannya dengan passion atau sekedar memenuhi kewajiban. Pilihan untuk mencoba menuntaskan (meskipun ada kemungkinan gagal), atau berhenti di tengah jalan dengan segudang alasan dan keluhan. Pilihan untuk mengakui atau mengingkari kesalahan. Pilihan untuk memperbaiki atau mengulangi kesalahan. Pilihan untuk belajar dewasa atau tetap kekanak-kanakan. Pilihan untuk berhenti bermimpi atau enggan tersadar. Pilihan untuk meyakini atau meragukan. Pilihan untuk mencoba memahami atau terlalu dini mengambil kesimpulan. Pilihan untuk bertoleransi atau menjadi tiran. Hidup adalah serangkaian pilihan. 

Dan, karena hidup adalah serangkaian pilihan, hidup juga adalah serangkaian hak. Hak untuk memutuskan dan membuat kesalahan. Hak untuk belajar melakukan yang benar. Hak untuk membuat diri sendiri luhur atau pun nista. Sekalipun pada akhirnya, hidup juga adalah serangkaian kewajiban dan konsekuensi. 

Tidak ada komentar: