Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Sabtu, 03 Juni 2017

Dear Facebook #3

Dear Facebook,

Di dunia yang serba sibuk dan hiruk-pikuk ini, keperluan akan management waktu terasa sangat krusial dan wajib diberlakukan. Untuk saya secara pribadi, sosial media dan internet benar-benar menjadi gangguan terbesar. Di antara dua jenis social media yang saya gunakan (Facebook dan Twitter), saya lebih suka Twitter yang lebih ringkas dan tidak membuat saya kewalahan dengan notifikasi dan pemberitahuan. Hanya dengan memberikan 1 like atau 1 komentar saja di Facebook, saya harus berurusan dengan puluhan hingga ratusan pemberitahuan. Mau tidak mau saya harus menentukan prioritas, mana yang betul-betul harus diberi like atau pun komentar, jika tidak mau dibanjiri oleh notifikasi yang masuk tanpa henti. Begitu pun dengan jumlah postingan yang membludak di beranda, mau tidak mau membuat saya terpaksa jadi agak "kejam" dengan mem-follow hanya teman-teman yang postingannya memang ingin saya ikuti. 

Lelah diserbu notifikasi, kadang saya pun harus menyediakan sekitar 5 menit setiap kali login untuk menghapus tag (yang jika tidak dihapus, berarti bersiap saja untuk banjir pemberitahuan kembali).

Lalu, jika memang begitu mengganggu, untuk apa masih bersikeras menggunakannya? Jawabannya, tentu karena masih diperlukan. Untuk terhubung dengan teman-teman yang tidak familiar dengan Twitter, tentu saya masih harus memakai akun berlogo huruf f ini. Juga beberapa pages yang saya ikuti postingannya mengharuskan saya untuk tetap memakai Facebook. Begitu pun beberapa group yang saya ikuti. 

Dan kemarin, saya baru saja menyadari bahwa perataan di Facebook bukanlah rata kiri-kanan (justify), tidak cukup rapi dan tidak dapat dirapikan seperti tulisan di blog. Saya juga jadi mulai membandingkan Twitter yang lebih rapi, di mana kita bisa mengatur akun-akun yang tidak ingin saya follow, tapi kadang-kadang ingin saya longok isinya yang bisa saya kumpulkan di List. Juga betapa berbedanya tombol like di Facebook dengan tombol like (dulu favorite) di Twitter yang fungsinya seperti Saved pada Facebook. Juga, jika akun pada Twitter tidak dikunci, saya lebih mudah mengikuti akun yang ingin saya ikuti itu (tidak memerlukan persetujuan dari pemilik akun terlebih dulu seperti akun Facebook). Tentu, di balik semua kekurangan yang ada, Facebook juga punya kelebihan yang tidak dimiliki Twitter, seperti fitur On This Day yang saya sukai, di mana saya bisa melihat-lihat kembali postingan dari bertahun-tahun yang lalu. 

Tentu saja, setiap jenis media sosial memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Dan meski pun tombol setting dimaksudkan untuk membantu dan mengefisienkan penggunaannya (termasuk meredam notifikasi), tetap saja saya merasa kewalahan dengan arus informasi yang masuk. Terkadang, tanpa management waktu yang rapi, saya bisa tanpa sadar menghamburkan begitu banyak waktu membaca satu persatu sederet artikel dari link yang saling terkait. Memang, mendiang John Lennon pernah berkata "Time you enjoy wasting, was not wasted." Dan memang, media sosial dan internet bukan satu-satunya gangguan dalam mengatur waktu. Sejujurnya, bacaan yang menarik terkadang membuat saya lupa waktu dan memotong waktu istirahat saya, seperti semalam, saya menghabiskan waktu membaca "Twenties Girl"-nya Sophie Kinsella dan begitu larut dengan keeksentrikan karakter hantu bernama Sadie sehingga tanpa sadar baru pada pukul 03:59 pagi saya baru akan beranjak tidur.

Di dunia yang serba sibuk dan hiruk-pikuk ini, management waktu memang diperlukan; tapi pada saat yang sama, hidup juga adalah soal prioritas, menjadi impulsif, bersikap spontan, tahu kapan harus bersenang-senang, dan tentu saja, membereskan urusan, kewajiban, dan semua yang menjadi potensi masalah di masa depan. 

Tidak ada komentar: