Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Kamis, 29 Juni 2017

Dear Facebook #29

Dear Facebook,

Di Kamis ini, saat mentari dengan bengis menyorotkan sinarnya, aku dengan bengis mengutuki dengan kegeraman, saat salah satu anjingku membuang kotorannya di lantai dapur, dan tanpa sengaja terinjak olehku. Jangan tanya kabarku hari ini! Sangat sebal, karena alas kakiku kini ternoda kotoran hewan. Gusar, karena di siang ini aku kegerahan, untuk makan pertama di hari ini pun harus memanasi dulu lauk sisa semalam. Muak, dengan suasana liburan yang durasinya tak tertahankan. 

Aku merindukan kemudahan. Masakan rantangan yang dikirim selama enam hari dalam seminggu, meski variasi lauknya tanpa rotasi yang lebih beragam. Aku merindukan pemandangan tanpa tumpukan sampah yang menggunung, saat tukang sampah menyambangi rumahku, dan mengangkut semua kebusukan. Aku merindukan pemandangan tanpa tumpukan peralatan makan yang bertebaran. Sudah lebih dulu dibersihkan oleh perempuan tua yang gesit dan cekatan yang dipekerjakan ibuku, yang mengerjakan segala hal secepat yang diharapkan, meskipun tak mungkin secepat seorang pebalap F1 menyelesaikan sebuah putaran. Aku merindukan lantai kering dan bersih, tanpa kotoran dan kencing hewan. Dog walker itu sebaiknya segera kembali, sebelum aku semakin geregetan. Dan persetan dengan semua motivator sialan; yang menggurui dengan semua afirmasi, ucapan syukur, dan tetek-bengek lainnya, yang bagiku cuma ketololan. Afirmasi apa yang akan dia ucapkan, jika sepatu mahalnya menginjak kotoran hewan?

Aku tidak memuja kebijaksanaan yang keterlaluan. Aku tidak memuja kedewasaan yang dipaksakan. Aku tidak terkagum-kagum dengan ungkapan berlebihan, yang diberikan orang sebagai respon atas pernyataan jujur, lugas, dan spontan. Aku tidak menghargai orang yang begitu takut menyuarakan kejujuran. Jika gusar, katakan saja gusar! Jangan menjawab, "sedang belajar sabar." Jika berduka, katakan saja apa adanya! Jangan menampilkan raut muka yang ditabah-tabahkan! Aku benci segala macam kehipokritan! 

Mengingkari kenyataan itu salah satu gejala sakit jiwa. Halusinasi, delusi, waham, apa pun namanya. Skizofrenia tidak ada hubungannya dengan menyikapi segala sesuatu dengan dewasa, atau merespon dengan bijaksana. 

Di antara kegarangan mentari, aku meracau sendiri, sekalipun hanya dalam hati. Dan ya, aku menulis lagi. Katarsis untuk menghibur diri.

Tidak ada komentar: