Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 28 Juni 2017

Dear Facebook #28

Dear Facebook,

Hari ini saya memutuskan untuk memanjakan diri sendiri, meski tak urung, hanya beberapa jam, dan bukannya sepanjang hari. Bangun tidur hanya untuk sarapan. Ya, makan pagi pun menjadi sejenis kemewahan. Di antara kesibukan yang padat, biasanya saya melewatkan makan pagi. Paling hanya meneguk dengan cepat segelas kopi. Lalu hingga siang menjelang, baru ada kesempatan untuk makan yang agak tenang. Tapi, tak jarang, segala sesuatunya dalam ketergesaan.

Setelah melanjutkan acara memanjakan diri dengan tidak mengerjakan apa-apa hingga siang hari, saya baru melanjutkan dengan sedikit membaca. Diikuti dengan membuang kotoran hewan peliharaan, mencuci dan menjemur pakaian, lalu makan siang. Lalu, membaca lagi hingga sore hari, berbelanja es krim yang sedang ada potongan harga di sebuah pasar swalayan, 700 ml hanya dua puluh ribu saja dari harga normal sekitar tiga puluh lima ribuan. Ingin membeli yang rasa durian tidak ada, akhirnya membeli yang rasa vanilla. Usai berbelanja dan makan malam, dilanjutkan dengan mencuci tumpukan peralatan makan yang kotor. Lalu, kini saatnya untuk menulis.

Yang saya pelajari hari ini, rutinitas sehari-hari kadang bisa sangat menjemukan. Kegiatan yang sama berulang kali, terkadang bisa mengundang kejenuhan, lalu diikuti pula dengan kelelahan. Tapi, saya menemukan bahwa kuncinya adalah dengan memberi jeda di antara hal-hal yang harus dikerjakan; di antaranya adalah dengan memanjakan diri sendiri. Buat saya, ini tidak melulu harus berkeliaran ke sana-sini, wara-wiri ke berbagai tempat untuk selfie atau wefie. Pada akhirnya, hal-hal kecil itu lebih menenangkan, tidak ada tekanan, dan pastinya lebih menyenangkan. 

Ketimbang harus berkendara hingga beberapa jam untuk mencapai suatu tempat, berdesakan di antara keramaian; bahkan di masa liburan seperti ini, tak jarang tempat makan pun penuh sesak. Menunggu hingga ada tempat duduk kosong untuk diisi, menanti hingga pesanan akhirnya tersaji; terkadang saat membayar pun harus antri. Bukankah lebih nyaman di rumah sendiri?

Tentu, segala sesuatu memang tergantung selera dan kesukaan. Saya sendiri lebih menyukai ketenangan, ketimbang hiruk-pikuk yang tak karuan. Buat saya, liburan yang sesungguhnya adalah saat saya memiliki cukup jeda hingga bisa membaca dan menulis sesuka saya. Dan tidak! Liburan buat saya tidak harus ke mana-mana. Cukup berhenti dari semua rutinitas dan beban dan kebosanan.

Tidak ada komentar: