Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 21 Juni 2017

Dear Facebook #21

Dear Facebook,

Saya percaya, segala sesuatu itu tergantung takdir. Sekalipun karakter Blair Waldorf dalam serial Gossip Girl berujar, "Destiny is for losers. It’s just a stupid excuse to wait for things to happen instead of making them happen." Maaf saja, Blair; sekalipun sudah berusaha dengan luar biasa, jika tidak ditakdirkan, maka yang ingin diraih, tetap saja tidak akan bisa didapatkan. Sebaliknya, jika sudah ditakdirkan, tanpa berusaha pun akan diterima juga.

Sebagai contoh, saya pernah tanpa sengaja menemukan sebuah novel karya Cecelia Ahern di sebuah obral buku dengan hanya membayar lima ribu rupiah saja. Padahal versi bahasa Inggris-nya, dengan halaman-halaman yang sudah menguning saja, harganya masih enam kali lebih mahal. Versi terjemahannya dibanderol dua kali lebih mahal daripada versi bahasa Inggrisnya (dengan halaman-halaman yang menguning tadi). Mungkin itu lebih mirip keberuntungan daripada takdir. Tapi, tidak! Di obralan buku itu banyak pengunjung berjejalan mengaduk-aduk buku. Dan buku itu tergeletak begitu saja; tidak terkubur di antara tumpukan buku yang lainnya. Saya tidak perlu repot-repot menggalinya dari tumpukan buku yang berserakan. Tapi nyatanya ketimbang dibeli oleh orang lain, buku itu justru tidak terlewat dari mata minus saya; bukan oleh orang lain yang bermata jeli dengan penglihatan yang lebih baik. Jadi, saya percaya takdir itu ada, bukan dongeng seperti unicorn, kuda bertanduk atau leprechaun, tumpukan logam emas di ujung pelangi, dan sejenisnya.

Tapi, tentu saja, itu tidak berarti kita harus berhenti berusaha, dan tidak melakukan apa-apa. Karena itu, saya sangat suka dengan sepotong dialog dalam film The Last Samurai.

Berikut dialognya :

Katsumoto: You believe a man can change his destiny?
Algren: I think a man does what he can, until his destiny is revealed.


Saya sangat suka dengan kalimat yang diucapkan Algren (diperankan oleh Tom Cruise) - manusia mengerjakan apa yang dia bisa, sampai takdirnya terungkap. Saya rasa, pada akhirnya, yang terpenting bukanlah mengetahui apa yang diungkapkan oleh takdir; tapi mengerjakan apa yang kita bisa. Tentu, saat mengerjakannya, lebih baik dikerjakan dengan sepenuh hati, sekuat tenaga, dan dengan mengerahkan seluruh kemampuan. Dengan begitu, tidak akan ada yang namanya penyesalan. Tidak peduli bagaimana nanti takdir yang menanti akhirnya terungkap, setidaknya kita dapat berkata, bahwa kita sudah berjuang dengan sungguh-sungguh, tanpa sedikit pun berpangku tangan.

Tidak ada komentar: