Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 02 Juni 2017

Dear Facebook #2

Dear Facebook, 

Sebuah studi mengatakan bahwa menonton film horor, tidak seperti menonton genre film lainnya, karena adrenaline yang kita rasakan saat dicekam ketakutan, setara dengan latihan kardio. Seperti laiknya orang-orang yang hidup di era modern ini dengan gaya hidup sedentary dan selalu kekurangan waktu, saya dengan senang hati menghabiskan 1 jam 41 menit untuk menonton The Inkeepers yang sama sekali tidak seram. Satu-satunya yang saya sukai dari film ini adalah saat karakter bernama Luke berkata, "Pesimisme adalah bentuk tertinggi dari optimisme, karena saat kau tidak mengharapkan apa pun, hidup menjadi penuh kejutan." Dan meskipun saya tidak sepenuhnya setuju dengan ucapan Luke, saya memahami cara berpikir karakter rekaan itu, yang juga menjadi kerangka berpikir Max Black, karakter sarkastis di Serial 2 Broke Girls yang saat ini menjadi salah satu serial kesukaan saya. Namun, yang mengejutkan adalah pemikiran karakter-karakter rekaan bernama Luke dan Max Black itu ternyata ada benarnya. 

Dalam artikel berjudul "Be Happy -- Just Think Negative Thoughts!!" yang ditulis oleh F. Diane Barth L.C.S.W. ada serangkaian kalimat yang mendukung pemikiran Luke dan Max. Diane mengatakan bahwa dengan pesimisme ketika hal baik terjadi, maka hal itu akan diterima sebagai kejutan yang menyenangkan, sementara ketika hal buruk yang terjadi, maka tidak akan terlalu kecewa, sebab sudah diperkirakan akan terjadi sebelumnya. Diane juga berkata lebih lanjut bahwa pesimisme yang berlebihan tentu membuat orang tidak dapat menikmati hidup, namun optimisme yang berlebihan dalam membuat pilihan yang realistis dan sehat menjadi tidak mungkin.

Sementara itu, Clifford N Lazarus Ph.D. dalam berbagai artikelnya justru menganggap pesimisme lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya saja, dalam artikel berjudul "The Virtues of Pessimism", Clifford mengungkapkan bahwa percaya atau tidak, memiliki pandangan negatif mungkin menjadi rahasia untuk menjalani kehidupan yang lebih lama. Sebuah penelitian di Jerman baru-baru ini mendukung teori itu. Semakin seseorang pesimis tentang kepuasan hidup masa depan mereka, semakin kecil kemungkinan mereka meninggal lebih awal atau menjadi cacat. Penulis penelitian menduga bahwa pesimisme tentang masa depan dapat mendorong orang untuk mengambil lebih sedikit risiko, lebih waspada terhadap kesehatan medis mereka, dan umumnya melakukan tindakan pencegahan lebih lanjut.

Meski demikian, optimisme bukan berarti sama sekali harus dibuang. Dalam artikel berjudul "Why Optimism Can Be Bad For Your Mental Health", Clifford menjelaskan perbedaan antara optimisme palsu dan optimisme rasional. Seseorang dengan optimisme palsu selalu beranggapan bahwa tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan dan semuanya akan menjadi sangat bagus; sementara seseorang dengan optimisme rasional menyadari masalah yang ada, namun dengan kesadaran bahwa melalui usaha yang dikerjakan langkah demi langkah, ada kemungkinan untuk menyelesaikan masalah itu. Juga yang penting untuk disadari adalah dalam keadaan yang tidak dapat diubah, maka penerimaan (bukan optimisme atau harapan) yang akan mencegah depresi dan frustasi berkepanjangan.

Dalam artikel lain yang ditulis Clifford yang berjudul "The Negative Path to Happiness", Clifford menceritakan tentang salah satu pioner bernama Albert Ellis yang menemukan kembali beberapa wawasan utama filsuf Stoa kuno. Temuan Ellis mengungkapkan bahwa cara terbaik untuk menghadapi masa depan yang tidak pasti adalah berfokus pada skenario terburuk, bukan skenario terbaik.

Artikel-artikel di atas mengingatkan saya akan salah satu buku yang ditulis oleh Dale Carnegie (di Indonesia diterbitkan dengan judul "Petunjuk Hidup Tenteram dan Bahagia"), bahwa salah satu kiat untuk mencapai kebahagiaan adalah dengan selalu mengharapkan yang terburuk dan menerimanya.

Untuk sebuah film horor yang tidak seram, The Inkeepers mungkin tidak terlalu buruk, karena telah mengilhami saya untuk menuliskan ini. 

Tidak ada komentar: