Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Kamis, 19 Januari 2017

Review Buku Manusia Ide - Otobiografi Mochtar Riady

Umumnya, sebuah resensi buku ditulis dengan format : sinopsis terlebih dahulu, analisis isi buku, lalu disisipkan kutipan di sana-sini. Kali ini, saya ingin mengulas dengan keluar dari format tersebut. Meskipun ini bukan pertama kalinya saya meresensi sebuah buku keluar dari format umum seperti itu. Sinopsis buku ini atau tepatnya ringkasan dari seluruh isi buku ini, sudah diringkas sendiri oleh penulisnya di hlm 305-326. Jadi, saya tidak merasa perlu untuk sekali lagi membuatkan ringkasannya.

Pertama-tama, saya merasa perlu menjelaskan, bahwa saya membuat ulasan buku ini bukan karena jenis bukunya; sebab jujur saja, saya jenis orang yang lebih senang membaca dan mengulas buku fiksi ketimbang non fiksi. Namun begitu, saya ingin mengulas buku ini, bukan melulu karena buku ini adalah pemberian sepupu saya, sehingga ada "beban moral" untuk membaca dan mengulasnya, melainkan apa yang dapat saya pelajari, atau katakanlah, inspirasi yang saya dapatkan selama membaca buku ini.

Di hlm ix (Mukadimah), penulisnya menyatakan bahwa ia menulis sendiri otobiografinya. Frase "menulis sendiri" ini memberi inspirasi dan menerbitkan penghargaan sehingga membuat saya berniat menyelesaikan membaca buku ini; sebab berapa banyak orang yang mengklaim bahwa yang mereka tulis adalah otobiografi, namun sebenarnya diam-diam mereka menyewa jasa seorang ghost writer untuk menuliskan kisah hidup mereka? Setidaknya buku ini ditulis sendiri oleh penulisnya, sekalipun dengan bantuan dua orang penyunting.

Berikutnya, bagian yang saya sukai dari sebuah buku adalah kutipan; jadi izinkanlah saya mencomot di sana-sini kutipan dari buku ini :

"Kemarin" berarti masa lalu yang tidak akan kembali lagi, sudah menjadi sejarah dan cerita masa lalu. Tapi, pengalaman masa lalu bisa menjadi pelajaran untuk membangun masa kini. Karena sejarah, pengalaman, dan pengetahuan masa lalu bisa menjadi pedoman untuk mengembangkan kebijaksanaan, mencapai keberhasilan, dan menghindari kegagalan. (hlm 61)

... keberhasilan saya hari ini disebabkan oleh duka dan derita saya di masa kecil sehingga membuat mental saya menjadi tangguh, tekun belajar, dan bekerja. (hlm 259)

... "saya tahu bahwa saya tidak tahu." Hanya orang yang sadar keterbatasan dirinya akan berusaha dengan segala upaya mencari orang yang tahu melaksanakan tugas yang ingin dicapainya. (hlm 264-265)

Saya sadar bahwa kian besar target, kian besar pula tantangan dari berbagai kekuatan yang berlawanan pandangan dan kepentingan ... Dari pengalaman dan filsafat hidup ini, saya mendapat pencerahan bahwa untuk mencapai sukses yang lebih besar, saya harus senantiasa meningkatkan target serta tantangan terhadap diri sendiri. (hlm 299)

Alasan mengapa buku ini layak dibaca dan rangkaian kutipan sudah saya tuturkan, berikutnya adalah inspirasi, yang adalah bagian penutup dari ulasan saya. Banyak yang menarik dari bagian buku ini di antaranya : 

•Tabanas yang "kalah" dari SDSB (hlm 91-92)
•Bill Clinton yang oleh penulis buku ini digambarkan demikian, "Beliau senang belajar dan rajin membaca. Konon, setiap dua hari beliau membaca habis sebuah buku. Beliau juga senang berdiskusi dan berdebat." (hlm 123). Kesimpulan saya: bacalah setidaknya 15 buah buku per bulan, rajin-rajinlah berdiskusi dan jangan takut berdebat.
•106 kantor cabang dalam 12 bulan (hlm 157)
•Loyalitas dan integritas (hlm 163)
•Tenang, sabar (hlm 170)
•Mengatasi pos-pos gantungan (hlm 227)
•Melepas (hlm 268)
•Lembut, tenang (hlm 278)
   
Daftar di atas adalah bagian-bagian yang inspiratif bagi saya. Dan, tidak! Saya tidak akan menjelaskan mengapa halaman-halaman di atas menurut saya inspiratif. Bukan karena saya tidak ingin ulasan buku ini jadi penuh spoiler; tapi inspirasi itu mungkin tidak akan bisa dipahami sepenuhnya jika tidak dibaca langsung dari bukunya, dan hanya dari ulasannya saja. Lagi pula, saya selalu merasa sebuah ulasan yang baik seharusnya tidak membosankan; sebaliknya sanggup menggugah dan menumbuhkan rasa penasaran supaya yang sudah membaca ulasannya ingin cepat-cepat membaca bukunya.

Akhir kata, untuk seorang pecinta fiksi seperti saya, buku ini tidak "terlalu berat" untuk dibaca (maksudnya, tidak membosankan) untuk dibaca. Bahasanya ringan dan meski Anda bukan pengamat atau pelaku ekonomi sekalipun, buku ini tidak sampai harus membuat dahi Anda berkerut untuk memahami isi buku ini.

Tidak ada komentar: