Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Selasa, 29 Desember 2015

Review Novel Asylum

Novel yang ditulis oleh Madeleine Roux ini bercerita tentang Daniel Crawford, seorang remaja yang diadopsi oleh Paul dan Sandy Harold. Selama musim panas, Dan menghabiskan liburannya dengan menginap di Brookline (yang tadinya adalah sebuah rumah sakit jiwa) untuk mengikuti kelas persiapan sebelum menempuh perkuliahan. Ia mendapat teman sekamar bernama Felix Sheridan dan teman-teman baru : Abby Valdez yang mengikuti kelas seni dan Jordan yang jenius matematika. 

Meski awalnya merasa kesulitan beradaptasi dengan lingkungan yang baru, Dan cukup senang bisa berkenalan dengan Abby dan Jordan. Belakangan Dan juga berkencan dengan Abby. Namun setelah menemukan foto lama seorang petugas medis yang dirusak bagian wajahnya di laci kamarnya dan karena rasa penasaran setelah mengetahui informasi yang diberikan Felix bahwa ruangan bawah tanah yang menyimpan arsip para pasien yang dulu pernah dirawat di Brookline tidak dikunci, Dan, diikuti Abby dan Jordan memutuskan untuk menyelinap ke ruangan bawah tanah dan melihat-lihat. 

Dari penjelajahan yang mereka lakukan, Dan menemukan kartu indeks pasien bernama Dennis Heimline, pembunuh berantai yang dijuluki si pemahat. Sementara Aby merasa terhubung dengan foto seorang gadis kecil yang di dahinya terlihat bekas luka melintang. Dan tak sampai hati untuk memberitahu Abby bahwa bekas luka di dahi gadis itu adalah tanda bahwa ia telah menjalani prosedur operasi lobotomy. 

Semenjak mereka menyelinap ke ruangan bawah tanah, ketiganya pun mengalami mimpi buruk dan insomnia. Abby terobsesi dengan foto gadis kecil dengan bekas luka di dahinya dan diam-diam menggambar beberapa sketsanya. Sementara Dan yang mengetahui bahwa seorang dokter yang dulu pernah bekerja di Brookline ternyata memiliki nama yang persis sama dengan namanya : Daniel Crawford merasa mulai kehilangan kewarasannya saat pemikiran pria itu menyusup ke otaknya dan ia juga menerima pesan-pesan misterius yang menggelisahkan. Persahabatan mereka bertiga pun menjadi merenggang akibat ketegangan yang mereka alami setelah dihantui oleh apa yang mereka temukan di ruangan bawah tanah dan kemungkinan kekejaman yang diterima para pasien yang pernah dirawat di Brookline sebagai bagian prosedur pengobatan. 

Abby akhirnya tak dapat memendam lama-lama apa yang mengganggu pikirannya. Ia bercerita bahwa ia pernah punya seorang bibi bernama Lucy Abigail Valdez, saudara perempuan ayahnya yang pernah dirawat di Brookline saat masih seorang gadis kecil. Nalurinya mengatakan bahwa foto gadis kecil dengan bekas luka di dahinya adalah foto bibinya. Dan dan Jordan sama-sama skeptis dengan cerita Abby, membuat ketegangan di antara mereka kian menjadi. Untuk mencari tahu lebih banyak, mereka berniat menyusup lagi ke ruangan bawah tanah. Namun, kali ini mereka dipergoki Joe, pengawas gedung. Karena kecerdikan Abby yang berpura-pura menangis demikian mengibakan, Joe tak sampai hati melaporkan perbuatan mereka dan hanya memperingatkan mereka untuk tidak kembali ke ruangan bawah tanah yang terlarang dan mungkin berbahaya, karena ada kebocoran air di mana-mana. 

Tapi, Joe lalu dibunuh oleh si pemahat atau penirunya. Felix yang menemukan mayatnya. Dan Yi, teman sekamar Jordan lalu jatuh atau semacamnya di tangga dan ditemukan oleh Dan. Jordan menerima pesan dari ponsel Dan, sementara Dan merasa tidak pernah mengirimkannya ke Jordan; membuat gusar Jordan yang menganggap lelucon Dan tidak lucu, sementara Dan kebingungan tentang apa yang sebenarnya terjadi. 

Khawatir Jordan menjadi korban berikutnya dari si pemahat, Dan menuruti pesan yang diterimanya dan berniat menuju ke lantai lima. Ia mendapati Felix telah diserang, dan kini Dan dicurigai sebagai tersangka. Mencoba mencari jawaban dari Sal Weathers, seorang pria tua yang menulis situs tentang konspirasi yang mungkin terjadi di Brookline, Dan justru membuat marah Sal dan isterinya saat mereka mengetahui namanya adalah Daniel Crawford. Mengikuti Abby yang mendapatkan informasi dari Pendeta Ted Bittle yang memberitahu Abby bahwa bibinya, Lucy memang dibaptis di gereja tempat ia melayani, Dan juga berusaha mengorek keterangan dari Bittle; ia mendapati kemungkinan bahwa si pemahat bisa jadi masih hidup dan berkeliaran dengan bebas. Dalam perjalanan pulang ke Brookline, Dan kehujanan dan berteduh di hutan, hanya untuk mendapati Sal Withers yang tergantung di pohon. Tak ingin polisi makin mencurigainya, Dan berlari pulang. 

Akhirnya, Dan ditemani Abby berniat memenuhi pesan misterius yang memintanya datang ke ruangan bawah tanah. Ingin menguak pembunuh sebenarnya, Dan pun menyelinap lagi ke ruangan bawah tanah. Malangnya, ia dan Abby terperangkap di dalam saat celah tempat mereka masuk ditutup dari atas. Dalam kegelapan, mereka diserang dan diikat di brankar. Tak dinyana, Felix adalah pembunuh Joe yang mayatnya oleh Felix disebutnya sebagai karyanya yang dinamai "Prelude"; sementara percobaan pembunuhan terhadap Yi yang gagal dinamainya "Chaos" dan mayat Sal Weathers dinamainya "Precautionary Measures". Dan kini Felix berniat menjadikan Dan dan Abby korban berikutnya. 

Beruntung Jordan yang tadinya hanya berniat menunggu di atas berinisiatif mematikan saklar dan dalam kegelapan menolong Dan dan Abby. Dan terpaksa mengerahkan tenaganya untuk menghadapi Felix yang mengamuk. Ditambah sepertinya roh Daniel Crawford, si pengawas merasukinya dan seperti mendorongnya melakukan lobotomy terhadap Felix. Beruntung Jordan dan Abby ada di dekatnya. Dan dan Jordan lalu memanggul tubuh Felix kembali ke atas. 

Di atas, polisi telah menunggu dan kejutan berikutnya datang dari isteri Sal Weathers yang ingin menyerang Dan karena mengira ia yang membunuh suaminya. Beruntung, polisi berhasil melumpuhkan usaha penyerangan itu. Melihat bekas luka di dahi isteri Sal, Abby langsung mengenali bahwa isteri Sal adalah Lucy Valdez, bibinya. Karena kejadian-kejadian pembunuhan, Brookline pun menutup program persiapan kuliah itu dan memulangkan siswa-siswanya. 

Ini adalah untuk pertama kalinya saya membaca karangan Roux, dan saya cukup menyukai caranya menulis yang rapi dan lancar dalam mengemas plot demi plot. Sekilas, ia mengingatkan saya akan R. L. Stine dengan serial Fear Street-nya, meski sebenarnya berbeda. Jika Fear Street bisa saja gabungan antara horor dan thriller, maka Asylum murni thriller, dikemas ringan, dan mencoba 'mempengaruhi' pembaca bahwa tokoh utamanya, Dan mungkin mengidap penyakit mental kepribadian ganda dan saat alternya, Daniel Crawford si pengawas menguasai dirinya atau Heimline si pemahat, maka ia mungkin membunuhi korban-korbannya. Untuk ukuran thriller, novel ini tidak berat. Meski terjemahannya sarat salah ketik di mana-mana, secara keseluruhan bab demi bab yang dibuat serba singkat membuat novel ini masih mengasyikkan untuk dibaca. 

Berikut beberapa kutipan yang agak menarik : 

Sedih adalah satu cara menggambarkannya. Kosong adalah cara lainnya. (hlm 35) 

Sejarah bukan untuk ditakuti. (hlm 56) 

Berada di sini adalah takdirnya. (hlm 250)

Tidak ada komentar: