Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 30 Maret 2015

Review Novel DUA PEREMPUAN, TIGA LELAKI

*Review ini kudedikasikan untuk Herny yang menghadiahiku buku ini.

Novel yang ditulis oleh Maria A. Sardjono ini mengisahkan persahabatan antara dua orang perempuan (Larasati dan Nining), dan tiga lelaki (Lintang, Aris, dan Joko). Ketiga lelaki ini mencintai perempuan yang sama, Larasati yang menjadi tokoh utama wanita di novel ini. Lintang dan Aris yang masih memiliki hubungan persaudaraan memilih untuk menyembunyikan cinta terpendam mereka terhadap Larasati, karena perempuan itu telah menjalin hubungan cinta dengan Joko. Sementara Nining yang diam-diam mencintai Lintang dan mengetahui bagaimana perasaan Lintang yang sebenarnya terhadap Larasati juga memilih diam. Ia mengatasi sendiri perasaan patah hatinya hingga pada akhirnya ia benar-benar bisa menghilangkan perasaannya terhadap Lintang dan mencintai Bagas yang kemudian menjadi suaminya.

Persahabatan dua perempuan dan tiga laki-laki ini menjadi retak saat Joko yang tergoda oleh Evi, berselingkuh dan mengkhianati kepercayaan Larasati. Karena Evi telanjur hamil, Joko pun dengan menyesal mengakhiri hubungannya dengan Larasati dan mengawini Evi. Saat anak Evi lahir, barulah Joko tahu bahwa anak yang dikandung Evi bukan anaknya, karena anak itu mewarisi fisik ayah biologisnya yang bule. Joko pun menceraikan Evi dan kembali mengejar Larasati.

Pada saat yang hampir bersamaan, Larasati juga sedang didekati oleh Leo Asmara, sepupu Bagas yang dikenalnya saat menyumbangkan suara di pernikahan Bagas-Nining. Larasati menolak mentah-mentah pendekatan kedua pria itu, dan meminta Lintang menikahinya. Lintang yang mengira permintaan itu hanyalah bentuk pelarian Larasati dari perasaan cintanya yang belum hilang terhadap Joko (meski ia telah dikhianati), mulanya ragu. Namun, tak dapat mengingkari cinta terpendamnya terhadap Larasati, Lintang pun menikahi perempuan itu. Baru kemudian Lintang menyadari bahwa cinta Larasati terhadap Joko telah pupus dan perasaan cinta perempuan itu kini beralih kepadanya. Joko pun akhirnya menerima kenyataan bahwa ia tak lebih dari masa lalu Larasati.

Judul novel ini mengingatkan saya akan dua novel Maria A. Sardjono lainnya yang agak mirip yaitu Tiga Orang Perempuan dan Lelaki Kedua. Ketiga novel ini memiliki tema yang sama yaitu tema perselingkuhan.

Jujur saja, saya tidak terlalu menikmati membaca novel ini. Saya terganggu dengan ketiga tokoh di dalam novel ini yang menurut saya "terlalu baik" dan karenanya terkesan dungu (buat saya). Aris, Lintang, dan Nining, ketiganya memilih untuk memendam perasaan cintanya ketimbang memperjuangkan cintanya. Untungnya bagi Lintang dan Nining mereka akhirnya mendapatkan versi bahagia mereka masing-masing setelah melalui proses panjang. Sementara bagi Aris (tokoh terbaik dan termulia di novel ini) akhirnya menyadari bahwa Larasati tidak akan pernah menjadi miliknya setelah Lintang menikahi perempuan itu. Barulah pada saat itu, Aris berpikir untuk dengan serius menjalin hubungan dengan perempuan lain selain Larasati.

Sementara Joko, karakter antagonis ini menempatkan sahabat-sahabatnya sebagai korban. Menurut saya, bukan Larasati (yang buat saya cengeng betul dan lemah) yang menjadi korban utamanya, tapi Aris dan Nining yang paling miris. Mereka sudah memendam perasaan demikian lama, namun akhir bahagia yang mereka harapkan terjadi pada Joko-Larasati tidak terjadi. Betapa ironisnya pengorbanan cinta mereka.

Kalau saya yang menulis ceritanya mungkin akhirnya akan seperti ini : sama-sama merasakan patah hati melihat orang yang mereka cintai malah mencintai orang lain, Aris akhirnya mendapatkan versi bahagianya bersama Nining. Baiklah, biarkan Lintang tetap memiliki akhir bahagia bersama Larasati. Lalu Joko, biarkan dia seumur hidup menikahi Evi dan ganti diselingkuhi.

Ini hanya sebuah opini, sebuah resensi. Jadi, Anda harus membaca sendiri bukunya dan mencaritahu bagaimana opini Anda terhadap novel ini.

Tidak ada komentar: