Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 05 Juli 2013

Review Novel Hannibal Rising

* Review ini kudedikasikan untuk Herny yang memberiku novel ini sebagai hadiah ulang tahunku yang ke-34.

Plot novel yang terdiri atas 60 bab ini dimulai dengan hari kedua operasi Barbarossa, serbuan kilat Hitler dari Eropa Timur ke Rusia yang membuat keluarga Count Lecter harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Bersama dengan nanny, koki, Mr Jakov, Berndt – si pengurus kandang, Lothar – si pelayan, dan Ernst – si tukang kebun, Count dengan isteri dan kedua anaknya, Hannibal dan Mischa harus mengalami penderitaan yang ditimbulkan oleh perang dan bagaimana terror itu dimulai. Ernst lebih dulu dibunuh, lalu satu per satu dari mereka pun tewas juga. Pada musim dingin tahun 1945, kedua orang tua Hannibal dan gurunya, Mr Jakov meninggal saat pesawat pengebom Stuka menghamburkan peluru dan membunuh mereka. Hannibal kecil berusaha sebisanya untuk melindungi adiknya, saat para penjahat perang menjarah barang-barang berharga dari kastil kediamannya dan menjadikan keduanya tawanan. Ingatan Hannibal terhenti dan dia menjadi bisu sejak para penjahat dan penjarah itu mengambil paksa adiknya dan memukuli dirinya saat mempertahankan Mischa. Mereka membunuh adiknya dan menyantap dagingnya karena tidak ada makanan. 

Setahun kemudian, tahun 1946 saat Hannibal yang selamat dari perang ditempatkan bersama-sama anak panti asuhan lainnya di kastil milik keluarganya yang telah berubah fungsi menjadi panti asuhan, dia masih mengalami penyiksaan fisik dari kepala sekolah dan para pengawas. Di dalam tidurnya, Hannibal sering mengalami mimpi buruk dan meneriakkan nama adiknya dalam tidur. Hannibal juga sering diganggu oleh anak-anak lainnya yang lebih besar darinya, namun ia selalu berhasil mengalahkan mereka. Saat pamannya, Robert Lecter menjemputnya dari panti asuhan, Hannibal yang saat itu berusia tiga belas tahun pun pindah untuk tinggal bersama Robert dan isterinya yang berkebangsaan Jepang, Murasaki Shikibu atau yang biasa dikenal sebagai Lady Murasaki. 

Meski paman Hannibal telah berupaya membawanya ke Dr J. Rufin, seorang psikiater, ingatan Hannibal tak kunjung kembali. Suatu hari saat ikut dengan Lady Murasaki ke pasar, Hannibal yang marah karena Paul – si tukang daging menghina Lady Murasaki terlibat perkelahian. Keempatnya terpaksa dipisahkan oleh polisi karena saudara Paul ingin menyerang Hannibal, sehingga Lady Murasaki harus turun tangan untuk membela Hannibal. Robert yang waktu itu dalam keadaan sakit, begitu mengetahui isterinya dihina akhirnya menemui Paul dan memukulinya dengan tongkat. Karena kesehatannya sendiri buruk, Robert malah mendadak meninggal di tempat. Untuk membalaskan perlakuan Paul pada Lady Murasaki, Hannibal pun meminjam pedang keluarga Murasaki dan membunuh tukang daging itu. Kepala Paul diletakkan Hannibal di altar keluarga. Lady Murasaki pun meletakkan kepala Paul di atas kotak surat di sebuah rumah untuk melindungi Hannibal. Inspektur Popil yang ditugaskan untuk menyelidiki sempat menanyai Hannibal yang diketahui sempat terlibat perkelahian dengan Paul, namun karena tidak ada bukti, maka Hannibal pun dibebaskan dari jeratan hukum. 

Setelah kematian Robert, Lady Murasaki terpaksa menjual rumahnya untuk melunasi pajak kematian dan biaya pemakaman. Keduanya, Lady Murasaki dan Hannibal lalu pindah ke Paris di apartemen peninggalan ayah Lady Murasaki, karena Chiyoh, gadis yang tadinya tinggal bersama Lady Murasaki kembali ke Jepang untuk mengurusi pernikahannya. Di Paris, Hannibal menjual sketsa-sketsa buatannya di berbagai galeri dan toko. Suatu kali, Hannibal tanpa sengaja menemukan lukisan keluarganya yang dijarah terdapat di antara barang-barang seni yang dijual oleh Mr Leet, si pemilik galeri. 

Inspektur Popil yang khusus menangani para penjahat perang mengajak Hannibal bekerjasama untuk membekuk orang yang menjarah lukisan berharga di kastil Lecter. Pada sebuah pameran, muncullah pria bernama Alec Trebelaux yang menginginkan lukisan milik keluarga Hannibal yang dipajang di pameran itu, karena lukisan itu akan lebih berharga jika dijual berpasangan dengan lukisan lainnya yang masih hilang. Pada waktu itu usia Hannibal telah delapan belas tahun dan dia hanya bisa mengingat wajah Vladis Grutas, salah seorang penjahat yang bertanggungjawab atas kematian adiknya. Ingatan Hannibal akan nama-nama orang yang membunuh Mischa belum juga pulih. 

Hannibal yang telah menjadi mahasiswa kedokteran akhirnya berhasil melacak jejak Enrikas Dortlich, salah seorang pembunuh Mischa dan membunuhnya. Dia juga mengajak Lady Murasaki berkunjung ke restoran milik Petras Kolnas, salah seorang penjahat itu. Kepada Lady Murasaki, Hannibal mengatakan bahwa dia mengenali gelang Mischa dipakai oleh Katerina, anak Kolnas. 

Sementara itu, Zigmas Milko yang sama dengan Inspektur Popil mencurigai Hannibal sebagai pembunuh Dortlich berniat membunuh Hannibal saat dia tengah bekerja di laboratorium universitasnya. Hannibal justru berhasil mengelabui Milko dan berhasil melumpuhkannya dari belakang. Hannibal lalu menaruh Milko di tangki penyimpanan jenazah. Setelah Milko meninggal, Hannibal mengkremasi jenazah Milko dan barang-barangnya di tungku pembakaran. Dari truk Milko, Hannibal menemukan alamat dan dia akhirnya bertemu dengan Vladis Grutas. Kali ini Hannibal gagal membunuh musuhnya karena anak buah Grutas, Gassman dan Mueller balik menyerangnya. Hannibal pun terpaksa melarikan diri. 

Grutas lalu menahan Lady Murasaki untuk memancing Hannibal supaya dapat membunuhnya. Hannibal pun menggertak Petras Kolnas bahwa dia akan melukai anaknya jika tidak memberitahukan di mana Grutas menawan Lady Murasaki. Hannibal membiarkan Kolnas menelepon ke rumahnya untuk memastikan keluarganya selamat. Saat Kolnas menyadari bahwa Hannibal hanya menggertak sambal, dia bermaksud menembak Hannibal, namun Hannibal terlebih dulu membunuhnya. 

Mendahului perahu milik Grutas berlabuh, tempat Lady Murasaki disekap, dengan sepeda motornya Hannibal telah sampai lebih dulu. Dia berhasil menembak mati Gassman dan lalu masuk ke perahu dan menewaskan Mueller. Meski Hannibal sendiri terluka akibat tembakan Grutas, dia berhasil membebaskan Lady Murasaki dan membunuh Grutas, sementara Lady Murasaki terpaksa membunuh kapten kapal yang ingin menembak Hannibal. Sebelum tewas, Grutas sempat memberitahu Hannibal bahwa tidak cuma Grutas dan rekan-rekannya yang memakan Mischa, tapi Hannibal juga ikut memakannya, meski dalam keadaan setengah sadar saat Mischa dihidangkan dalam kaldu, 

Hannibal lalu meledakkan perahu setelah Lady Murasaki dan dirinya melompat keluar. Meski sempat ditahan di penjara, Hannibal lalu dibebaskan akibat demonstrasi yang timbul yang disulut dari artikel yang ditulisnya dan diselundupkan dari dalam penjara. Berkat demonstrasi yang mendukung dirinya, ia pun bebas. Pada waktu itu, Lady Murasaki telah pulang ke Jepang. Hannibal pun melacak keberdaan musuh terakhirnya, Bronys Grentz. Setelah membunuh dan mengeposkan kepala Grentz ke seorang kawan korban, Hannibal pun naik kereta api menuju Amerika. Sebelumnya Svenka, rekan Dortlich yang berniat menyelundupkan lukisan jarahan dari kastil Lecter ke dalam peti mati ayah Dortlich setelah pria itu meninggal tak sabar menunggu ajal ayah Dortlich. Svenka bermaksud membunuhnya, namun ayah Dortlich yang waspada telah membunuhnya lebih dulu dengan pistol yang disembunyikan di bawah selimut. Ayah Dortlich yang sakit-sakitan mati mendadak setelah membunuh Svenka, dan dia dimakamkan bersama lukisan-lukisan curian yang gagal diselundupkan itu, yang disembunyikan di peti matinya. 

Novel karangan Thomas Harris ini meski plotnya rapi dan gaya bahasanya juga cukup indah, tapi tidak bisa menghilangkan kesan muram dari sebuah novel bergenre thriller. Bab demi bab yang ditulis tidak terlalu panjang ini akhirnya membawa pembaca memahami mengapa seorang Hannibal kecil yang cerdas berubah menjadi pembunuh berdarah dingin. Kelebihan Harris adalah kepiawaiannya menggambarkan hal yang mengerikan dengan demikian puitis, seperti saat para penjarah memakai bak mandi Mischa untuk merebus kijang dan bagaimana kepala kijang itu membentur tepi bak di tengah air yang bergolak. Meski novel ini tidak bisa dibilang menghibur, namun tidak mungkin untuk tidak mengakui keindahan bahasa yang dituangkan Harris di sepanjang ke-60 bab di dalam novel ini. 

Berikut adalah beberapa hal menarik yang diucapkan Mr Jakov pada Hannibal kecil: 

“Kalau pada pandangan pertama seseorang kelihatannya tidak cerdas, maka lihatlah dengan lebih saksama, lihat ke dalam dirinya.” 

“Mengingat tidak selalu membawa kebahagiaan.”

Tidak ada komentar: