Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Arsip Blog

Jumat, 03 Mei 2013

Helen Bostwick Semisterius Dandelion

Hari ini saya tanpa sengaja menemukan gambar seorang anak perempuan yang tengah meniup dandelion saat sedang mencari gambar di Google image dan karena itu, saya lalu tergerak untuk mencari kutipan atau puisi yang berhubungan dengan dandelion. Hasil pencarian saya berakhir dengan sebuah puisi karangan Helen Barron Bostwick yang diberi judul Little Dandelion.

Berikut puisinya:

Little Dandelion - Helen Barron Bostwick [1826- 1907]
Bright little Dandelion
Lights up the meads,
Swings on her slender foot,
Telleth her beads,
Lists to the robin's note
Poured from above;
Wise little Dandelion
Asks not for love.

Cold lie the daisy banks
Clothed but in green,
Where, in the days agone,
Bright hues were seen.
Wild pinks are slumbering,
Violets delay;
True little Dandelion
Greeteth the May.

Brave little Dandelion!
Fast falls the snow,
Bending the daffodil's
Haughty head low.
Under that fleecy tent,
Careless of cold,
Blithe little Dandelion
Counteth her gold.

Meek little Dandelion
Groweth more fair,
Till dies the amber dew
Out from her hair.
High rides the thirsty sun,
Fiercely and high;
Faint little Dandelion
Closeth her eye.

Pale little Dandelion,
In her white shroud,
Heareth the angel-breeze
Call from the cloud;
Tiny plumes fluttering
Make no delay;
Little winged Dandelion
Soareth away.

Terjemahan bebasnya kira-kira seperti ini:

Dandelion Kecil

Dandelion kecil nan cerah
Menyala padang-padang rumput,
Berayun-ayun di atas kakinya yang ramping,
Menghitung manik-maniknya,
Mendaftarnya ke catatan burung robin
Tercurah dari atas;
Dandelion kecil nan bijak
Tidak menuntut untuk cinta.

Bunga daisy terbaring dingin di tepi sungai
Berpakaian tak lain hanya warna hijau,
Di mana, di hari-hari yang lalu,
Warna nan cerah terlihat.
Bunga-bunga liar berwarna merah muda pulas,
Bunga-bunga ungu menunda;
Dandelion kecil nan sejati
Menyapa bulan Mei.

Dandelion kecil pemberani!
Cepat salju turun,
Menundukkan kepala bunga bakung yang angkuh.
Di bawah tenda yang putih dan lembut itu,
Ceroboh dinginnya,
Dandelion kecil nan gembira
Menghitung emasnya.

Dandelion kecil nan lembut
Tumbuh lebih adil,
Hingga matinya embun kuning sawo
Keluar dari rambutnya.
Naik tinggi mentari yang dahaga,
Terik dan tinggi;
Dandelion kecil nan lemah
Menutup matanya.

Dandelion kecil nan pucat
Dalam kain kafannya yang putih
Mendengar malaikat- angin sepoi-sepoi
Panggilan dari awan;
Gumpalan kecil berkibar
Jangan menunda;
Dandelion kecil bersayap
Melambung jauh.

Saya tidak bisa menemukan biografi dari penyair yang bernama lengkap Helen Louise Barron Bostwick ini. Dia hanya diketahui hidup di antara tahun 1826 hingga 1907. Dia menulis buku kumpulan puisi berjudul Four O'Clocks: Poems yang terbit pada tahun 1880. Hanya itu saja keterangan tentangnya. Selebihnya, hanya misteri. Seperti juga baris terakhir puisinya, penyair ini telah melambung jauh. Jejaknya menghilang seperti dandelion dan tetap menjadi misteri.

Tidak ada komentar: