Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Selasa, 14 Mei 2013

Aksara Duka Adalah Aku

* Puisi ini kudedikasikan untuk semua penulis yang tengah mengalami writer's block.

Aksara duka adalah aku.
Untuk semua hal yang luput kumiliki. 
Untuk semua hal yang tak pernah kurasai. 
Untuk semua hal yang urung kupunyai. 
Untuk tiap hal yang tak dapat kuubah. 
Untuk tiap hal yang tak dapat kubantah. 
Untuk tiap hal yang tak dapat kucegah. 

Aksara duka adalah aku. 
Untuk pemahaman yang gerah. 
Untuk kesadaran yang goyah. 
Untuk pemikiran yang resah. 
Untuk harapan yang megah. 
Untuk asa yang musnah. 
Untuk mimpi yang mentah. 

Aksara duka adalah aku. 
Untuk luka yang menganga. 
Untuk sembilu yang ngilu. 
Untuk onak yang mengoyak. 
Untuk ombak dan riak. 
Untuk kusam dan buram. 
Untuk muram dan padam. 

Aksara duka adalah aku. 
Untuk fajar, pagi, senja, petang, 
Untuk siang, malam, gulita, benderang, 
Untuk hujan dan bianglala, 
Untuk gerhana dan purnama, 
Untuk sirna dan tercipta, 
Untuk muncul dan kabur. 

Duka adalah aksara. 
Duka adalah aku. 
Aku adalah aksara. 
Aku adalah duka. 
Aksara duka adalah aku.

1 komentar:

Ronny Dee mengatakan...

Menarik nih, saya juga lagi ngalami kebuntuan sampe lama nggak nulis,...