Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Selasa, 02 April 2013

Review Novel The Hunter

* Tulisan ini kudedikasikan untuk Herny yang menghadiahiku novel ini sebagai hadiah ulang tahunku yang ke-34.

Kisah dalam novel ini bermula dari sebuah kebakaran yang tiba-tiba di sebuah restoran. Salah seorang pengunjung di restoran itu tiba-tiba saja terbakar tubuhnya tanpa diketahui sebabnya dan menyebabkan api menjalar dengan cepat dan melalap bangunan itu hingga beberapa lantai di atasnya, serta menyebabkan pengunjung lainnya juga ikut terluka akibat percikan api dan terinjak-injak. Laki-laki yang terbakar itu bernama Takuma Sugawara yang ternyata adalah nama palsu. Nama aslinya adalah Teruo Hara. Baru belakangan diketahui dari penyelidikan bahwa penyebab kematiannya adalah karena bahan kimia yang terdapat pada gesper di sabuknya yang memicu terbakarnya Hara, yang diberikan oleh orang yang berniat membunuhnya. Untuk menangani kasus itu, kepolisian menugaskan Tamotsu Takizawa, seorang polisi veteran dan rekannya, Takako Otomichi.

Takizawa yang dikhianati dan ditinggalkan isterinya karena suka memukul saat tak bisa menguasai diri tidak menyukai rekannya yang berjenis kelamin wanita; sementara Takako sendiri yang juga dikhianati mantan suaminya yang juga polisi beranggapan bahwa mereka semua (Takizawa dan rekan-rekan prianya) adalah tipikal laki-laki picik yang tidak bisa menerima wanita sebagai rekan kerja mereka. Keduanya terpaksa bekerjasama, meski saling tidak menyukai keberadaan satu sama lain.

Dari penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa Hara, sebelum meninggal sempat diserang oleh anjing serigala. Kasus itu menjadi terhubung dengan kasus lainnya saat Kazuki Horikawa, seorang karyawan kantor ditemukan tewas karena gigitan anjing serigala yang sama, juga seorang ibu rumah tangga muda bernama Chieko Yoshii yang diserang anjing serigala yang sama saat perjalanan pulang dari berbelanja. Saat penelusuran, ketiga orang itu ternyata memiliki hubungan di masa lalu; tapi bagaimana hubungan tersebut sukar ditelusuri dan dibuktikan.

Takizawa dan Otomichi pun ditugaskan untuk mencari anjing serigala itu sebagai kunci untuk menyelesaikan kasus mereka, sementara regu kepolisian yang lain ditugaskan untuk mengusut tentang bahan kimia yang dipakai untuk membunuh Hara. Dari penelusuran panjang yang mereka kerjakan, akhirnya diketahui bahwa besar kemungkinan seorang mantan polisi melatih anjing serigala itu untuk membunuh ketiga orang korban itu dan motifnya mungkin adalah dendam pribadi.

Adalah Katsuhiro Takagi atau Kasahara, seorang mantan polisi yang pernikahannya berantakan setelah seorang anaknya, Emiko terlibat narkoba dan prostitusi saat masih berusia empat belas tahun. Karena kerusakan otak akibat narkoba yang dikonsumsinya, Emiko harus dirawat di rumah sakit jiwa dan mentalnya tetap seperti mental remaja meski ia secara fisik telah berusia dua puluh tahunan. Takagi pun akhirnya terpikir untuk membalas dendam dengan melatih seekor anjing serigala jantan bernama Topan untuk membantai ketiga korban yang di masa lalu telah menjerumuskan Emiko sehingga menjadi pecandu narkoba dan terpaksa melacurkan diri sehingga hamil untuk menyokong kecanduannya.

Takizawa dan Otomichi terlambat menemukan Takagi karena rumah Takagi telah terlebih dulu dibakar oleh pembunuh Hara. Emiko meninggal dalam kebakaran itu, padahal setelah sekian lama, dia akhirnya bisa pulang ke rumah selama beberapa waktu setelah bertahun-tahun dirawat di rumah sakit jiwa. Sebelumnya Takagi sempat melepaskan Topan dari kandangnya, sedang Takagi sendiri yang terluka cukup parah dirawat di rumah sakit.

Pembunuh Hara adalah Masanori Ogawa yang sengaja memberikan sabuk dengan Peroksida Benzoyl di gespernya yang membakar pria itu hingga tewas. Ogawa sendiri sebenarnya berniat mengakali perusahaan asuransi dengan tujuan membakar sendiri kantornya demi melepaskan diri dari lilitan hutang. Untuk menghilangkan kecurigaan, ia memberikan sabuk itu kepada Hara, sehingga Hara yang akan menjadi pusat penyelidikan. Ogawa memilih Hara, seorang mucikari yang mempekerjakan gadis-gadis remaja yang masih di bawah umur, seseorang yang memang bejat dan layak dihukum.

Takagi yang tanpa sengaja bertemu Ogawa dan mengetahui bahwa pembunuh Hara adalah Ogawa sebenarnya merasa berterima kasih; tapi Ogawa yang paranoid, sekaligus ingin memastikan bahwa dirinya tidak dikaitkan dengan kematian Hara, lalu menyulut kebakaran di rumah Takagi yang menewaskan Emiko.

Otomichi pun mendapat tugas mencari Topan, anjing serigala peliharaan Takagi yang sengaja dilatih oleh tuannya, yang dulu bekerja sebagai pawang dan pelatih anjing polisi untuk mengenali targetnya dan membunuhnya dengan menggigit tenggorokan dan meremukkan kepalanya. Setelah pengintaian berhari-hari, Otomichi akhirnya membuntuti Topan dengan sepeda motor, sementara Takizawa dan rekan barunya mengiringi Otomichi dari belakang dengan mobil. Topan yang bukan anjing biasa, tapi hasil persilangan antara serigala dan anjing mampu menempuh jarak yang sangat jauh dan dengan kecepatan luar biasa. Berkat bantuan Topan, Ogawa berhasil ditemukan, meski sebelumnya Ogawa lagi-lagi menyulut kebakaran agar perhatian polisi teralih, sementara dia bermaksud meloloskan diri. Sebelum Topan berhasil menggigit Ogawa, Topan berhasil dilumpuhkan dan ditempatkan di dalam kandang di Departemen Kepolisian. Karena kesetiaannya pada tuannya, Topan menolak makan dan memilih mati ketimbang harus mengikuti perintah dari orang lain yang bukan tuannya. Ogawa sendiri lalu ditangkap dan akan diadili.

Hal yang menjadi kelebihan dari novel ini adalah plotnya yang cepat dan penceritaannya yang dituturkan dengan lancar dan tidak membosankan. Menurut saya pribadi, tidak semua penulis bisa menceritakan dengan menarik sebuah cerita panjang yang dituturkan dengan sudut pandang serba tahu. Umumnya, sebuah cerita panjang lebih mudah dituturkan dengan sudut pandang orang pertama. Tanpa dramatisasi berlebihan, pembaca ikut dibawa larut dalam jalinan ceritanya. Karakter Takako tidak digambarkan sebagai detektif wanita yang luar biasa. Takako bukan super woman, namun karakternya yang pantang menyerah dan sarkastis jelas terlihat. Meski cuma dalam hati, Takako menjuluki Takizawa yang berperut buncit sebagai penguin kaisar karena sikapnya yang menyebalkan. Sikap pantang menyerah Takako terlihat dari perjuangannya melawan kantuk dan udara dingin akibat salju yang turun, saat dia dalam kondisi sakit dan kelelahan tetap melakukan penelusuran.

Asa Nonami juga menyuguhkan humor ringan di sana-sini, seperti karakter Takizawa yang meskipun seorang polisi senior, tapi takut dengan anjing. Berlawanan sifat dengan Takako yang justru menyukai anjing. Saat harus menelusuri tempat pelatihan anjing polisi, Takizawa sudah merasa tidak nyaman oleh suara gonggongan anjing, sedang Takako saat mendengar salakan anjing-anjing itu justru terlihat jelas ingin melihat anjingnya.

Secara keseluruhan, novel berjudul asli Kogoeru Kiba dan memenangkan penghargaan Naoki pada tahun 1996 ini sangat menghibur, informatif (simak penuturan Asa Nonami tentang Peroksida Benzoyl dan anjing serigala di antara dialog dan deskrpsinya!), dan ditulis dengan sangat baik. Meski novel ini cukup tebal, pembaca akan dibawa membaca dengan cepat, secepat perkembangan plotnya dan secepat kecepatan berlari Topan.

Catatan:
Penghargaan Naoki adalah pemberian hadiah uang bagi penulis pendatang baru yang berprestasi. Pemberian ini diberikan oleh Kan Kikuchi untuk mengenang novelis sekaligus temannya, Naoki Sanjugo, dan penghargaan ini mulai diberikan sejak tahun 1935. Penghargaan Naoki menjadi jaminan ketenaran bagi para pemenangnya.

* Gambar dipinjam dari sini.

Tidak ada komentar: