Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Selasa, 01 Januari 2013

Review Film The Words

Sesuai judulnya, film ini bercerita tentang kekuatan kata-kata. Dua karakter utama di film ini memiliki beberapa kesamaan: keduanya adalah seorang penulis dan keduanya begitu mencintai kata-kata, hingga akhirnya kecintaan itu membuat mereka harus kehilangan wanita yang mereka cintai.

Pria pertama, sebut saja Ben (Ben Barnes) adalah seorang tentara America yang selama hari-hari terakhir Perang Dunia II bertugas di Perancis di mana ia bertemu dan jatuh cinta dengan Celia (Nora Arnezeder). Meski sempat mengalami kendala bahasa, hal itu tidak menghalangi keduanya untuk merajut cinta dan akhirnya menikah. Sayangnya kebahagiaan mereka hanya singkat saja. Tak lama setelah dilahirkan, bayi mereka meninggal, membuat Celia dirundung kesedihan dan akhirnya memilih meninggalkan suaminya dan tinggal di rumah orang tuanya. Ben pun menuangkan kesedihannya dalam bentuk tulisan. Saat menemui Celia lagi, Ben meninggalkan tulisannya pada isterinya. Tergerak oleh tulisan suaminya, Celia pun memutuskan untuk kembali. Sayangnya, Celia tanpa sengaja menghilangkan tulisan Ben. Keduanya pun bertengkar lagi dan akhirnya bercerai. Bertahun setelah itu, Ben tanpa sengaja bertemu Celia dengan suaminya yang baru dan bayi mereka di stasiun.

Rory Jansen (Bradley Cooper) adalah seorang penulis yang tulisannya tidak juga berhasil diterbitkan. Saat pergi bulan madu ke Paris dengan isterinya, Dora (Zoe Saldana), Rory pergi ke toko barang antik. Dora pun menghadiahi suaminya tas kantor yang dibelinya di toko itu. Sekembalinya di New York, Rory baru sadar bahwa di dalam tas yang dibeli Dora ada naskah tulisan yang tidak diketahui siapa penulisnya. Merasa frustasi karena tidak dapat menghasilkan tulisan yang bisa diterbitkan, Rory pun mengetik ulang naskah yang ditemukannya. Saat Dora tanpa sengaja menemukan naskah itu dan mengira itu tulisan Rory, dia pun langsung meyakinkan suaminya untuk menerbitkannya. Rory tadinya ingin memberitahu Dora bahwa itu bukan tulisannya, tapi akhirnya berubah pikiran dan mengakui tulisan itu sebagai karyanya.

Tulisan itu, Window Tear meraih sukses luar biasa. Hidup Rory pun terasa sempurna; sampai penulis aslinya, Ben muncul dan mengklaim bahwa tulisan itu adalah karyanya yang hilang. Merasa bersalah, Rory pun ingin mengaku pada publik. Tapi, baik Ben maupun penerbitnya menghalanginya bertindak bodoh. Tak lama, Ben pun meninggal, hingga rahasia tentang kebohongannya tak jadi diketahui publik. Namun, Rory harus membayar mahal. Dora tidak lagi bisa mencintainya seperti semula dan keduanya akhirnya bercerai.

Kisah tentang Rory dan Ben adalah plot dari The Words, novel terbaru yang ditulis oleh Clayton Hammond (Dennis Quaid), seorang penulis terkenal. Tak seorang pun yang tahu bahwa plot dalam novelnya benar-benar terjadi. Rory dalam plot novelnya adalah Clayton sendiri. Hanya saja, Clayton membuat novelnya berakhir dengan tidak menyertakan pesan moral. Hal ini dipertanyakan oleh Daniella (Olivia Wilde), seorang penulis amatir yang ingin mewawancarai Clayton. Menurut Daniella, hidup Rory pastinya kacau setelah bertemu dengan lelaki tua (Ben) yang mengklaim bahwa Window Tear adalah tulisannya yang hilang, bukan tulisan Rory.

Film ini seolah mengingatkan betapa plagiat adalah sebuah hal yang serius. Meski begitu, saat mencermati pertengkaran Rory-Dora dan merasakan rasa frustasi Rory saat karyanya tidak juga dipublikasikan, penonton pun dibawa memaklumi (meski tidak menyetujui) apa yang dilakukan Rory:

Dora: What about your life?
Rory: It's not right! Nothing's right!

Rory: I'm not who I thought I was. Okay? I'm not. And I'm terrified that I never will be.

Dan salah satu dialog yang menarik dalam film ini adalah saat laki-laki tua dalam novel Clayton bicara pada Rory tentang asal mula mengapa ia menulis:

Old Man: He lent him some books to read the first books the kid had ever read about anything. For the first time he saw a world that was bigger than the one he'd been born into. And he wanted more. He wanted to be something more.
Rory: A writer.
Old Man: Yeah. But he had no idea what the word really meant. Certainly didn't have a clue about how to go about it.

Beberapa petikan dialog di bawah ini bisa bercerita lebih baik:

Old Man: My tragedy was that I love words more than I loved the woman who inspired me to write them.

Old Man: We all make choices in life. The hard thing is to live with them. And there ain't nobody can help you with that.

Clayton: You're very talented, Daniella. But at some point, you have to choose between life and fiction. The two are very close but they never actually touch. They're two very very different things.

Film yang naskahnya ditulis dan disutradarai oleh Brian Klugman dan Lee Sternthal ini sangat saya rekomendasikan untuk ditonton (terutama oleh para penulis), sebab film ini mengingatkan saya pada perkataan Joseph Conrad, "A writer without interest or sympathy for the foibles of his fellow man is not conceivable as a writer." Bahkan, jika Anda bukan penulis, cakrawala Anda akan jadi lebih terbuka melalui menonton film ini, dan Anda akan lebih menghargai profesi penulis, karena pergulatan mereka dalam mengais kata hingga terjelma karya yang indah.

* Gambar dipinjam dari Wikipedia.

2 komentar:

-Indah- mengatakan...

wahh.. ngebaca postingan ini jadi pengen nonton filmnya ^o^

My tragedy was that I love words more than I loved the woman who inspired me to write them

duhh.. part yang ini bener2 reminder bangets untuk bisa memilih mana yang lebih penting :)

Selvia Lusman mengatakan...

@Indah: Thanks kunjungannya. Maaf, lama baru dipublish komentarnya. Baru hari ini sempat blogwalking.