Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Sabtu, 22 September 2012

Review Grey's Anatomy Season 8 (If/Then)

Episode kali ini, sesuai dengan judulnya adalah episode berandai-andai. Meredith (Ellen Pompeo) adalah anak dari Webber (James Pickens, Jr) dan Ellis (Kate Burton) dan dia memiliki sahabat, April (Sarah Drew) dan baru saja bertunangan dengan Alex (Justin Chambers). Derek (Patrick Dempsey) dan Addison (Kate Walsh) masih menikah dan Addison tengah mengandung. Owen (Kevin McKidd) menikah dengan Callie (Sara Ramirez) dan dianugerahi tiga orang anak. 

Karena dominasi Ellis, para dokter seperti Derek dan Miranda justru tidak mendapat tempat. Sebaliknya Addison justru karirnya lebih baik ketimbang suaminya. Meredith pun berada di bawah bayang-bayang ibunya. Karena obsesi Ellis untuk mendapatkan publikasi, ia membuat kesalahan serius, kesalahan yang dicoba dicegah oleh Miranda (Chandra Wilson), tapi karena egonya diabaikan oleh Ellis. Malahan Miranda akhirnya dipecat. Owen sendiri meski menikah dengan Callie dan dianugerahi dua anak laki-laki kembar dan seorang anak perempuan, kehidupan pribadinya masih bermasalah. Dia masih belum bisa mengatasai traumanya akibat pekerjaannya sebelumnya selama bertugas di militer. Justru Cristina (Sandra Oh) yang diam-diam membantunya setiap kali Owen tak bisa membendung kemarahannya dan melampiaskannya dengan kekerasan, antara lain meninju jendela hingga pecah. Persahabatan Meredith-April pun rusak setelah Cristina yang marah karena Meredith mencoba mencuri operasi yang menjadi bagiannya membocorkan perselingkuhan Alex dan April. Derek yang belakangan mengetahui bahwa anak yang dikandung isterinya adalah milik Mark (Eric Dane) marah dan pergi ke bar dan bertemu Meredith di sana. Sebelumnya Meredith dan Cristina yang bahu-membahu menyelamatkan pasiennya akhirnya menjadi dekat. Pasien itu adalah Lexie yang di episode ini bernama Lucille Ball. Lucille (Chyler Leigh) dirawat di Seattle Grace oleh Jackson (Jesse Williams) sempat minggat dari rumah sakit sebelum ditemukan oleh Mark yang lalu membawanya balik ke rumah sakit. 

Episode kali ini sepertinya ingin memberitahu bahwa andai pun skenario hidup kita berbeda dari yang kita miliki sekarang, bagaimana pun apa yang telah disuratkan oleh takdir tidak akan berubah. Seperti Derek dan Addison. Meskipun Addison bisa mengandung, tapi dia tetap tidak bisa mempertahankan pernikahannya dengan Derek dan tetap berselingkuh dengan Mark. Lexie yang di episode ini bernama Lucille tetap menjadi separuh saudara dengan Meredith meski ibu Meredith menikah dengan Webber, dan takdirnya masih berputar antara Jackson dan Mark. Demikian pula Owen yang meski menikah dengan Callie, tapi yang menjadi teman sejiwanya tetap Cristina, demikian pun Callie dengan Arizona (Jessica Capshaw). Demikian pun Meredith yang pada akhirnya tetap bersahabat dengan Cristina, dan dia tetap bertemu Derek di bar dan di sana kisah mereka bermula. Hanya saja di episode ini Derek dijuluki McDreary, bukan McDreamy.

Dialog yang menarik di episode ini:

Miranda: We create our own destiny.

Meredith: Your life is a gift. Accept it. No matter how screwed up or painful it seems to be. Somethings are going to work out as if they were destined to happen as if they were just meant to be.

2 komentar:

-Indah- mengatakan...

waahh.. gua baru tadi secara ngga sengaja nonton episode yang satu ini :D

episode ini menarik yaa ^o^

and gua suka apa yang elo bilang di sini :

andai pun skenario hidup kita berbeda dari yang kita miliki sekarang, bagaimana pun apa yang telah disuratkan oleh takdir tidak akan berubah.

yupp.. itu emang bener bangets ;)

Selvia Lusman mengatakan...

@Indah: Thanks :)