Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Sabtu, 28 Juli 2012

Shorty July #3

Kali ini saya akan mengupas cerita pendek karangan Oscar Wilde yang bertajuk The Sphinx Without a Secret. Bercerita tentang seseorang yang di suatu petang bertemu dengan teman lamanya, Lord Murchison yang biasa ia sapa Gerald. Mereka lalu memutuskan untuk makan bersama dan Gerald akhirnya bercerita tentang wanita yang menjadi penyebab kebingungannya.

Di suatu senja, Gerald tengah berjalan di sebuah jalan yang padat lalu lintasnya dan perhatiannya tanpa sengaja tertuju pada seorang wanita dan tidak bisa berhenti memikirkannya. Sekitar seminggu kemudian, Gerald tengah makan malam dengan Madame de Rastail. Makan malam tersaji pada pukul delapan, namun hingga pukul setengah sembilan, mereka masih menunggu di ruang duduk. Akhirnya pintu terbuka dan muncullah pelayan memberitahukan kehadiran Lady Alroy. Ternyata Lady Alroy adalah wanita yang dipikirkan Gerald selama seminggu ini. Anehnya, wanita itu berubah pucat saat Gerald menyinggung keberadaannya di Bond saat Gerald pertama kali melihatnya. Meski sempat ragu, Lady Alroy setuju bertemu lagi dengannya. Saat Gerald bertanya pada Madame de Rastail, dia tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Dia hanya tahu bahwa Lady Alroy adalah seorang janda.

Saat mengunjungi Lady Alroy di Park Lane, Gerald diberitahu bahwa wanita itu sedang pergi. Gerald pun menulis surat padanya untuk kembali mengatur janji bertemu. Setelah beberapa hari, Gerald menerima balasan berupa catatan kecil bahwa Lady Alroy akan ada di rumah pada hari Minggu pukul empat dan meminta agar Gerald tidak mengirim surat lagi padanya di alamat itu. Sebaliknya Gerald diminta untuk mengirimkan suratnya kepada Nyonya Knox di perpustakaan Whittaker.

Pada hari Senin, saat Gerald sedang makan siang dengan pamannya, dia tanpa sengaja melihat Lady Alroy berjalan tergesa-gesa seolah ingin menemui seseorang, tapi tak ingin diketahui siapa pun. Saat Gerald bertemu lagi dan menanyainya, Lady Alroy menolak menjelaskan. Gusar dengan sikap misterius wanita itu, Gerald pun pergi ke Norwegia selama sebulan dengan Alan Colville dan mengembalikan surat yang dikirim Lady Alroy tanpa membukanya.

Saat Gerald kembali, dia membaca di surat kabar bahwa Lady Alroy telah meninggal lima hari yang lalu karena paru-parunya sesak. Tak bisa memupus rasa ragunya akan wanita yang dicintainya itu, Gerald pun memutuskan untuk mencaritahu dengan mendatangi tempat yang dikunjungi Lady Alroy saat Gerald memergokinya sebulan yang lalu. Dari keterangan wanita yang membukakannya pintu, Gerald hanya tahu bahwa Lady Alroy menyewa tempat itu hanya untuk membaca di ruang duduk dan kadang-kadang minum teh. Wanita itu tidak menemui siapa pun.

Saat Gerald bertanya pada tokoh "aku" di cerita pendek ini, temannya menjawab bahwa menurut pendapatnya, Lady Alroy adalah orang yang menyukai misteri. Demi kesenangannya, dia menyewa ruangan-ruangan itu dan membayangkan dirinya sebagai pahlawan. Dia bergairah terhadap misteri, meski dirinya tidak lebih dari seorang yang merahasiakan pendapatnya dan tidak punya sebuah rahasia pun.

Saat selesai membaca cerita pendek ini, saya tidak bisa memutuskan karakter mana yang lebih memprihatinkan, Gerald atau Lady Alroy? Gerald yang jatuh cinta pada wanita misterius yang seolah menyimpan rahasia. Gusar karena wanita yang dicintainya tidak mau bersikap jujur, dia menghindari wanita itu selama sebulan. Ketika kembali, wanita itu sudah meninggal. Lady Alroy yang mungkin karena penyakit paru-parunya harus membangun fantasi bahwa dirinya adalah seorang pahlawan, fantasi untuk kesenangan dan hiburannya dari kehidupan normal yang mungkin membuatnya bosan. Mungkin fantasinya yang membuatnya bertahan. Fantasi ini menarik perhatian Gerald, tapi juga yang menjadi alasan Gerald meninggalkannya. Jadi, siapakah yang lebih memprihatinkan, Gerald atau Lady Alroy? Mungkin Lady Alroy. Sebab wanita ini meninggal di akhir cerita, sementara Gerald masih bisa melanjutkan hidup.

2 komentar:

merry go round mengatakan...

Wah, aku sampai sekarang belum kesampaian untuk membaca karya-karyanya Oscar Wilde. Penasaran banget dengan karya-karyanya.

Selvia Lusman mengatakan...

@merry go round: Hehe... Kalau begitu August list kamu perlu dicantumin membaca karya-karya Oscar Wilde.