Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Sabtu, 28 Juli 2012

Shorty July #2

Balada Hujan karangan Ernest Hemingway bercerita tentang seorang wanita yang saat melihat ke luar jendela dari hotel tempatnya menginap bersama suaminya merasa kasihan pada seekor kucing yang mencoba berteduh di bawah meja kayu berwarna hijau dari hujan deras yang tengah turun. Ia pun memutuskan untuk pergi keluar dan menolong anak kucing itu. Saat ia melewati kantor administrasi hotel, sang pemilik hotel membungkuk sopan padanya. Bahkan pria tua nan jangkung itu memerintahkan pembantunya untuk memayungi dirinya selagi ia mencari anak kucing yang ternyata sudah pergi entah ke mana.

Kecewa karena kucing itu tidak ia temukan, wanita itu mengeluh pada suaminya, George yang menyuruhnya diam karena mengganggu keasyikannya membaca buku. Tak lama dia mendengar ketukan di pintu dan setelah membukanya, wanita itu mendapati sang pembantu membawakannya seekor kucing besar berbulu kecoklatan atas perintah sang pemilik hotel.

Satu hal yang langsung dapat terasakan dari cerita pendek ini adalah DETIL. Betapa Ernest Hemingway mendeskripsikan pemandangan di luar jendela, dari mulai taman, monumen di alun-alun kota, kedai kopi, hingga anak kucing yang menghindari hujan dengan rapi, namun menarik. Gaya penulisannya yang memikat sederhana, namun rumit. Sederhana karena plotnya yang tidak dramatis. Rumit karena pesan moralnya tersembunyi hingga nyaris tak terbaca.

Saya kagum dengan pilihan katanya yang efisien. Wanita itu mencari seekor anak kucing tapi sang pembantu membawakannya kucing besar berbulu kecoklatan, menandakan kucing ini bukanlah kucing yang sama. DETIL bukan? Sang pembantu tertawa saat tahu wanita itu mencari kucing di tengah hujan deras, sang pemilik hotel membawakan kucing besar berbulu kecoklatan. George, suami wanita itu menyuruhnya diam karena mengganggu konsentrasinya saat membaca buku, tapi sang pemilik hotel menganggap serius keinginannya. Betapa kontradiktif respon sang pemilik hotel dengan sang pembantu dan suami wanita itu. Kontradiksi ini DETIL bukan? Lalu, apakah pesan moralnya? Saya tebak, teladan sang pemilik hotel yang menjadi pesan moralnya, "Wanita itu senang dengan cara si pemilik hotel menanggapi setiap keluhan pelanggan dengan serius. Dia juga suka dengan cara si pemilik hotel menunjukkan harga dirinya; serta keinginannya untuk melayani setiap pelanggan dengan baik. Tapi dia paling suka terhadap pembawaan si pemilik hotel yang tampak sangat menikmati pekerjaannya; serta terhadap penampilannya: wajahnya yang keriput dan tangannya yang berat dan besar." Saya suka DETIL dalam gaya penulisan Hemingway, karena membujuk pembacanya untuk memperhatikan setiap DETIL dengan seksama.

2 komentar:

Leadership Developmant Training mengatakan...

salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
Pikiran yang positiv dan tindakan yang positiv akan membawamu pada hasil yang positiv.,.
ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

Selvia Lusman mengatakan...

@Leadership Developmant Training: Terima kasih atas kunjungannya. Segera blogwalking begitu sempat :)