Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 09 Juli 2012

Heavy Monday: Me Against the Furniture

Hari ini adalah hari Senin yang berat. Berat dalam arti yang sebenarnya. Dimulai saat saya membuka mata di pagi hari. Kantuk masih juga mengganduli saya, memaksa saya untuk kembali menutup mata dan tidur lagi, kendati alarm sudah menjerit-jerit, menyuruh saya bangun. Setelah beberapa kali mencoba dengan susah-payah seraya membulatkan tekad, saya akhirnya berhasil bangun juga. Akhirnya setelah ritual pagi saya usai dan prolognya ditutup dengan sekotak kopi dingin siap minum yang langsung saya habiskan kurang dari lima menit, Senin yang berat pun dimulai. 

Berawal, tak lain dan tak bukan dari ide yang melintas tiba-tiba di kepala saya. Mendadak dan tak jelas juntrungannya. Saya ingin memindahkan barang-barang saya dan menata ulang kamar saya. Akhirnya mulailah saya memulai pagi dengan memindahkan meja tv ke luar kamar dan kaca rias saya pindahkan ke dinding dekat rak baju, lalu memindahkan meja rias ke dinding dekat kaca. Setelah itu saya lanjutkan dengan perjuangan berat, menyeret dengan susah-payah rak buku saya yang keberatan disesaki buku, majalah, dan aneka kliping. Saya tarik, saya dorong, sampai bagian belakangnya nyaris ambrol. Saat saya coba dorong dengan kaki saya, bagian bawahnya melesak ke dalam dan patah sedikit. Benar-benar menyedihkan. Saya perlu membeli rak buku baru. Pastinya jangan lagi yang terbuat dari serbuk kayu yang dipadatkan. Tidak awet seperti rak buku yang sekarang ini. 

Sarapan yang tadi saya nikmati rasanya tidak cukup memberi tenaga untuk menyelesaikan aktivitas saya yang memeras peluh ini. Baru sebentar napas saya sudah tersengal-sengal. Akhirnya saya putuskan istirahat sebentar. Setelah tenaga kembali terkumpul, saya lanjutkan dengan menyapu dan membuang gumpalan debu dan sarang laba-laba yang sebelumnya tersembunyi di belakang rak dan lemari. Setelah itu menyeret lemari buku dan memindahkannya ke sebelah kepala tempat tidur. Lalu dengan susah payah menyeret dan menarik meja komputer, berikut pc, monitor dan lain sebagainya. Lumayan berat, tapi masih lebih ringan ketimbang menyeret rak buku saya. 

Setelah memerah keringat, saya akhirnya berhasil menempatkan komputer yang tadinya terletak di luar kamar ke pojok dinding. Kamar saya sekarang terlihat sedikit lebih luas. Saya lalu melap keringat yang membanjiri wajah dengan tisu, lalu menghapus debu tipis yang menempel dari komputer. Setelah merapikan kabel, saya pun duduk manis dan sudah bersiap mengetikkan review novel yang saya baca beberapa bulan yang lalu, tapi karena sudah terlalu lama tertunda, sama malah tidak ingat sama sekali nama belakang tokoh utamanya, apalagi plotnya. Setelah membalik-balik halaman novel tebal itu dan masih tidak berhasil menemukan nama belakang tokoh utamanya, saya menyerah. Akhirnya saya malah menuliskan tulisan tidak penting ini yang saya beri judul “Heavy Monday: Me Against the Furniture”.

1 komentar:

herbalife solo mengatakan...

nice story