Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 15 Juni 2012

Review Film Smitty

Film ini bercerita tentang Benjamin (Brandon Taylor Russell), seorang remaja berusia 13 tahun yang karena ingin mendapatkan teman-teman baru mau saja diajak oleh ketiga teman sekolahnya untuk menyusup ke restauran yang sudah tutup dan memecahkan piring-piring. Nyatanya ketiga teman barunya tidak benar-benar berniat menjadi temannya. Mereka mengunci Benjamin di dalam lemari pendingin sebelum merusak restauran dan mengambil uang dari mesin register. Belakangan, Benjamin baru tahu bahwa restauran itu milik keluarga Tia, teman sekolahnya yang justru bersikap baik padanya.

Saat polisi datang karena kerusakan yang dibuat teman-temannya, Ben sendiri yang harus menanggungnya karena teman-temannya telah melarikan diri. Saat persidangan, hakim memutuskan Ben harus tinggal dalam pengawasan orang dewasa. Ia harus memilih tinggal bersama kakeknya di Iowa selama tiga bulan atau tinggal di juvenile selama lima tahun. Ibu Ben, Amanda (Mira Sorvino) yang single-parent dan harus bekerja sebagai waitrees dan mengambil kelas malam sebagai perawat tidak bisa terus mengawasinya. Amanda pun menyita ponsel Ben dan mengantarnya ke rumah kakeknya, kendati Amanda dan ayahnya, Jack (Peter Fonda) tidak pernah bertemu sejak tiga belas tahun silam dan Ben sendiri tidak sekali pun pernah bertemu dengan kakeknya. 

Tidak seperti yang dibayangkan Ben, kakeknya sama sekali tidak memanjakannya. Dia harus membuat sarapannya sendiri, membantu kakeknya menurunkan berkarung-karung pupuk dari mobil, menangkap ayam untuk makan malam, dan mempelajari setumpuk buku karena nilai pelajaran Ben di sekolah tidak begitu baik. Ben pun tidak kuasa menahan tangisnya karena tidak sanggup beradaptasi. 

Untuk menemani Ben, kakeknya lalu mengajaknya ke penampungan anjing dan memilihkan seekor anjing untuk diadopsi. Ben yang masih sakit hati dengan perlakuan kakeknya menolak memberi nama untuk anjing barunya, sehingga kakeknya memberi nama DOG pada anjing yang baru mereka adopsi.

Ben sama sekali tidak ingin dibebani tanggung jawab mengurus DOG. Saat kakeknya memintanya memberi makan DOG, Ben dengan kesal menuangkan makanan DOG dengan kasar hingga berceceran di lantai. Ben makin kesal karena kakeknya enggan membelikannya gitar yang ia inginkan. Dia harus bekerja pada Mr Smith (Freddie James) supaya bisa mengumpulkan tujuh ratus dollar yang ia butuhkan untuk membeli gitar itu.

Tidak di kota, tidak pula di desa, Ben masih saja bertemu dengan teman-teman yang buruk. Teman-teman barunya mengajaknya memancing di danau dengan menggunakan dinamit. Ben yang tidak ingin DOG mengekorinya meninggalkannya di jalan dan memerintahkannya untuk tinggal di situ. Saat kakeknya menjemputnya di rumah Mr Smith, Ben baru teringat bahwa ia meninggalkan DOG begitu saja. Ben pun menangis terisak-isak karena menyesal karena telah membiarkan DOG seharian kehujanan di pinggir jalan karena menuruti perintahnya untuk tetap tinggal.

Jack tergugah untuk memperbaiki hubungannya dengan puterinya dan menelpon Amanda. Hal ini membuat Amanda cemas karena mengira terjadi sesuatu dengan Ben, sehingga ia memutuskan untuk mengunjungi Ben dengan diantar teman kencannya, Russell. Kesempatan bertemu dengan Amanda dipakai Jack untuk berbaikan dengan puterinya, sedang Russell yang ingin mengenal Ben menuruti keinginan anak Amanda itu dan menemaninya naik roller coaster meski harus muntah sampai dua kali.

Saat tiba waktunya Ben kembali tinggal bersama Amanda, dia membawa DOG ke kota. Jack pun menasihati Ben untuk menjaga DOG sebaik mungkin. Sayangnya Ben tidak bisa memenuhi amanat kakeknya. DOG tertabrak mobil saat berusaha menolong Ben yang dipukul teman-teman sekolahnya karena Ben berusaha menolong Tia dari gangguan mereka. Untunglah berkat pertolongan Russell yang seorang dokter hewan dan doa Ben, DOG bisa pulih kembali. Amanda yang membelikan kalung anjing bertuliskan SMITTY untuk DOG membuat anjing Ben dengan sendirinya berganti nama menjadi SMITTY.

Di akhir film, Amanda akhirnya lulus dari sekolah perawat dan untuk merayakannya, Jack dan Ben melakukan jam session dengan bermain gitar. Film berakhir dengan pesan, "If you are thinking of adding a dog to your family, please visit your local animal shelter and adopt a dog who needs a home. Save a life. Rescue and adopt."

Film ini sarat nilai-nilai kekeluargaan dan pesan moral. Sejak di awal film, penonton dibawa menyelami konflik antara Jack, Ben, dan Amanda. Penuh dengan scene mengharukan, penonton akan dengan mudah trenyuh dengan kesetiaan Smitty mendampingi Ben, juga scene saat Jack berbaikan dengan Amanda, dan proses adaptasi yang dialami Ben saat tinggal bersama kakeknya. Berbeda dengan film bertema serupa (sebut saja Marley and Me), Smitty memiliki nilai lebih karena tidak mengumbar scene yang lucu; sebaliknya banyak pelajaran moral yang bisa dipetik, seperti halnya cara Jack mendidik Ben untuk menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Karena itu, film ini cocok ditonton untuk seisi keluarga.

2 komentar:

merry go round mengatakan...

Film keluarga banget ya, tapi sarat makna. Pasti aku butuh banyak tisu pas nontonnya, paling enggak kuat nonton film yang sudah melibatkan kasih sayang antara manusia dan binatang.

Selvia Lusman mengatakan...

@merry go round: Ya, mengharukan :D