Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 08 Juni 2012

Review Film The Rum Diary

Film yang diadaptasi dari novel karangan Hunter S. Thompson dengan judul serupa ini bercerita tentang Paul Kemp (Johnny Depp), seorang penulis yang mendapat pekerjaan di koran lokal di San Juan, Puerto Rico. Kemp yang memiliki masalah dengan alkohol harus beradaptasi dengan pekerjaan barunya. Atasannya tidak menyukai tulisannya tentang Puerto Rico yang menurut pengamatannya adalah surga bowling dan judi bagi turis, tapi umumnya pelancong hanya tinggal di dalam hotel, tapi tidak berani keluar dari tempat mereka menginap karena keamanan yang tidak terjamin. Di hari pertamanya dia bahkan harus melewati sejumlah demonstran yang dihalau oleh polisi dengan kekerasan di depan kantor. Koleganya memberitahu bahwa pintu depan bukanlah tempat yang ideal. Para pegawai biasanya masuk dari pintu belakang. Dia bahkan diberitahu bahwa sebelumnya ada pegawai pria yang diperkosa sampai mati.

Saat pergi ke perpustakaan untuk membaca edisi terdahulu koran tempatnya bekerja dan mencaritahu visinya, Kemp berkenalan dengan Hal Sanderson (Aaron Eckhart), seorang pebisnis yang licik. Tak lama kemudian, Kemp juga berkenalan dengan Chenault (Amber Heard), tunangan Hal yang senang berenang tanpa busana. Meski berusaha menepis perasaannya, Kemp tidak kuasa menyangkal perasaan cintanya pada Chenault. Dengan impulsif dia menuruti tantangan Chenault untuk ngebut dengan mobil yang dipinjamkan Hal hingga hampir tercebur ke air. Saat Chenault yang mabuk dan berdansa dengan pria lokal di sebuah klub tidak menggubris larangan Hal dan bahkan membuat Hal dipukul dan diusir keluar dari klub, justru Kemp yang lebih mencemaskan Chenault. Saat Hal mencampakkan Chenault, dia juga yang menampung gadis itu di apartemen kumuh yang disewakan Sala (Michael Rispoli), teman kerjanya yang sering berjudi dan menyabung ayam untuk menambah pendapatan, karena koran tempat mereka bekerja sedang di ambang kebangkrutan. Bahkan Kemp pula yang mendatangi kediaman Hal untuk mengambil barang-barang Chenault. Hal yang masih marah melemparkan semua pakaian Chenault ke luar gerbang tanpa mau repot-repot mempersilakan Kemp masuk. Hal juga menyatakan bahwa tawaran kerjanya untuk Kemp telah dia tarik kembali.

Apa yang diprediksi Sala ternyata benar. Koran tempatnya bekerja benar-benar bangkrut. Bahkan keinginan Kemp untuk menerbitkan tulisannya untuk terakhir kalinya juga gagal diwujudkan karena mesin-mesin percetakan juga telah diangkut entah ke mana. Padahal sebelumnya Kemp dan Sala telah mengumpulkan uang dengan susah-payah dari judi sabung ayam untuk biaya menerbitkan tulisannya tentang Puerto Rico yang sesungguhnya, potret kemiskinan di sekitarnya akibat ulah penipu semacam Hal. 

Sebagai usaha terakhirnya, Kemp pun mencuri perahu milik Hal untuk menyusul Chenault ke New York. Di bagian akhir film, diceritakan bahwa Kemp akhirnya menikahi Chenault dan meneruskan usahanya untuk menyuarakan ketidakadilan yang dilihatnya dan dia akhirnya menjadi jurnalis yang sukses.

Setelah Alice in Wonderland dan Pirates of The Caribbean: On Stranger Tides, rasanya menyenangkan kembali melihat paras Johnny Depp, aktor kelahiran Kentucky ini tanpa kostum dan riasan aneh seperti saat ia memerankan Mad Hatter atau Captain Jack Sparrow. Meski karakter Kemp di film ini tidak digambarkan semempesona Donnie Brasco (1997) atau Tom Hanson dalam serial 21 Jump Street (1987-1990), tapi Depp belum kehilangan daya tariknya kendati kini usianya telah menginjak hampir setengah abad. Besok, tanggal 9 Juni Depp akan berusia 49 tahun. 

Meski saya tidak bisa mengatakan Bahwa The Rum Diary adalah salah satu film kesukaan saya, tapi film ini memang layak ditonton. Ada beberapa scene yang lucu seperti saat Kemp dan Sala menghindari penduduk lokal yang marah dan Kemp tanpa sengaja membakar polisi yang mencoba menghentikan mereka, juga saat Kemp dan Sala tanpa sengaja salah mengambil belokan sehingga meluncur di antara undakan tangga dengan menggunakan mobil Sala yang setengah rusak. Pastinya, karena faktor Johnny Depp sendiri telah menjadikan film ini wajib ditonton. 

* Gambar dipinjam dari Wikipedia

5 komentar:

Leadership Developmant Training mengatakan...

kunjungan gan .,.
Menjaga kepercayaan orang lain lebih penting daripada membangunnya.,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

merry go round mengatakan...

Maafkanlah saya yang telah lama tidak berkunjung ke blog ini.

Templatenya baru ya? Suka deh, seger dan ceria gitu :)

Jadi penasaran sama The Rum Diary, tapi bukan karena akting Johnny Depp, lebih karena settingnya yang di Puerto Rico :D

AB.SatriaTataka mengatakan...

cool depp :)

Selvia Lusman mengatakan...

@ Leadership Developmant Training: Saya sudah berkunjung balik, tapi gagal meninggalkan komentar. @merry go round: Ya, template baru :D Saya juga belum sempat berkunjung lagi ke blog kamu. Maafkanlah :p @AB.SatriaTataka: Kapan nulis review film lagi? Postingannya jangan yang filosofi melulu. Pusing bacanya :p

Andreas Elva Widiatmoko mengatakan...

makasih infonya, main ke sini ya www.bukuhidupandre.blogspot.com ada cerita seru, ga nyesel deh kalo dah baca