Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Selasa, 10 April 2012

Review Film The Ides of March

Stephen Meyers (Ryan Gosling) adalah manajer kampanye bagi Mike Morris (George Clooney), Gubernur Pennsylvania dan calon presiden dari partai Demokrat yang bersaing dengan Senator Arkansas, Ted Pullman (Michael Mantell). Keduanya berkampanye di Ohio untuk memperoleh dukungan dari Senator Franklin Thompson (Jeffrey Wright) yang mengontrol 356 delegasi.

Meyers lalu menerima telepon dari manajer kampanye Pullman, Tom Duffy (Paul Giamatti) yang mengajaknya bertemu. Meyers lalu meninggalkan pesan ke atasannya, manager kampanye senior, Paulus Zara (Philip Seymour Hoffman) bahwa ada sesuatu yang penting. Saat bertemu, Duffy menawarkan Meyers posisi dalam kampanye Pullman, tapi Meyers menolak. Saat Zara menelepon balik, Meyers urung memberitahukan tentang pertemuannya dengan Duffy.

Meyers diam-diam berkencan dengan Molly Stearns (Evan Rachel Wood), pegawai magang untuk kampanye Morris yang juga putri Jack Stearns (Gregory Itzin), ketua Komite Nasional Demokrat. Pada suatu malam ketika Molly tidur di kamarnya, Meyers mendapati bahwa Morris berusaha meneleponnya. Molly dan Morris rupanya pernah berkencan singkat di Iowa beberapa minggu sebelumnya, dan Molly sekarang mengandung bayi Morris. Meyers lalu memberi uang pada Molly untuk aborsi dan memperingatkannya untuk tidak memberitahu siapa pun. Meyers juga memecat Molly dari kampanye. Dia sendiri yang mengantar Molly ke klinik aborsi dan berjanji akan menjemputnya setelah selesai, tapi Meyers lupa menepati janjinya.

Meyers akhirnya mengaku pada Zara bahwa ia bertemu dengan Duffy yang mengatakan bahwa Pullman akan menawarkan Thompson posisi Sekretaris Negara setelah Ida (Marisa Tomei), seorang reporter New York Times mengancam akan memuat pertemuannya dengan Thompson. Meyers terpaksa meminta bantuan Zara. Bukan bantuan yang ia terima. Zara malah memecat Meyers dari kampanye.

Meyers lalu menawarkan jasanya kepada Duffy. Tawarannya ditolak Duffy. Rupanya Duffy dulu mengajaknya bertemu hanya untuk membuat Meyers dipecat sehingga kampanye Morris melemah. Sementara itu, Molly yang mengetahui bahwa Meyers telah dipecat dan khawatir skandalnya dengan Morris akan terungkap memilih bunuh diri. Meyers merasa bersalah tentang hal ini, tapi hanya sebentar.

Meyers kemudian menggunakan telepon genggam Molly untuk menghubungi Morris. Ia mengancam akan membeberkan perselingkuhannya dengan Molly jika Morris tidak menerima tuntutannya agar Zara dipecat dan memberikan posisi Zara untuknya. Morris tadinya menolak, tapi Meyers mengklaim bahwa ia memiliki catatan bunuh diri yang ditemukan di kamar Molly sehingga Morris terpaksa setuju. Di akhir film, digambarkan seorang gadis muda telah direkrut untuk menggantikan Molly dan Meyers mendapatkan yang ia inginkan, tapi kehilangan jati dirinya yang semula.

Film ini sepertinya ingin menyampaikan pesan bahwa politik itu kotor dan politikus biasanya memiliki rahasia kotor, hanya saja rahasia itu tidak selalu terungkap. Dan siapa pun yang berkecimpung di dalamnya, cepat atau lambat akan ikut kotor juga. Meyers yang tadinya hanya sekedar pekerja keras pada akhirnya berubah menjadi sama kotornya dengan saingan dan atasannya. Sebagai usaha untuk terlihat tetap bersih, akan jatuh korban seperti Molly.

Akting Ryan Gosling di film ini lumayan memikat. Karena saya bukan pengagum George Clooney, saya tidak yakin bisa obyektif menilai aktingnya di film ini, tapi plot film ini (yang naskahnya ditulis oleh Clooney bersama Grant Heslov dan Beau Willimon) mengalir dengan rapi. Meski tidak terlalu menghibur, film ini tidak terlalu "berat" untuk disaksikan.

* Gambar dipinjam dari Wikipedia.

2 komentar:

John mengatakan...

This is a very beautiful and interesting article
The most glamorous one i have read today!




High School Diploma

ibugembala mengatakan...

Sedih jg ya kalau politik pasti kotor. Soalnya urusan negara kan berkaitan erat dg politik