Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 19 Maret 2012

Review Film Safe House

Film dibuka dengan scene Matt Weston (Ryan Reynolds) yang tengah berbincang dengan kekasihnya, Ana Moreau (Nora Arnezeder). Mereka lalu menghabiskan waktu bersama. Scene lalu beralih dengan pertemuan dua pria dan ditembaknya seorang pria berkulit hitam. Pria itu adalah Tobin Frost (Denzel Washington), seorang mantan agen CIA yang berubah menjadi penjahat internasional. 

Frost memperoleh file dari agen MI6 yang memberontak, Alec Wade (Liam Cunningham). Ia diserang oleh tentara bayaran bernama Vargas (Harga Harga) saat memasuki konsulat Amerika dan lalu dipindahkan ke rumah perlindungan CIA di Cape Town di mana Matt bertugas. Matt juga turut menyaksikan saat Frost diinterogasi oleh Daniel Kiefer (Robert Patrick). 

Di tengah interogasi, Vargas dan anak buahnya tiba-tiba menyerang dan mengeksekusi Kiefer, sementara Weston berhasil lolos bersama Frost. Weston lalu mengontaki mentornya, David Barlow (Brendan Gleeson) di kantor pusat CIA. Catherine Linklater (Vera Farmiga), agen CIA lain, melakukan penyadapan atas telepon Weston dan memerintahkannya untuk menelepon kembali nanti. Weston lalu menelepon Ana dan memintanya untuk meninggalkan rumah. 

Linklater kemudian meminta Weston untuk pergi ke Stadion Cape Town untuk mengambil perangkat GPS dengan lokasi rumah perlindungan terdekat. Saat Weston mengambil GPS di stadion, Frost berhasil melarikan diri dengan menyamar sebagai polisi. Justru Weston ditahan oleh polisi setempat. Meski berhasil lolos tapi ia gagal menangkap Frost. Ia lalu diperintahkan untuk mengunjungi kedutaan Amerika terdekat untuk ditanyai, tapi ia malah menemui Ana dan memberitahukan identitasnya yang sebenarnya sebagai agen CIA. Ia lalu meminta Ana untuk pergi menyelamatkan diri. 

Baru kemudian diketahui bahwa Vargas sebenarnya bekerja untuk CIA. Misinya adalah mengambil file yang dimiliki Frost yang diterimanya dari Wade. File itu berisi informasi rinci dari kegiatan korupsi oleh badan intelijen, termasuk CIA. Frost lalu dibawa ke rumah perlindungan baru oleh Weston, yang lalu diserang oleh Keller (Yoel Kinnaman). Weston berhasil membunuh Keller, tapi terluka cukup parah. Sebelumnya, Weston membantu Frost untuk melarikan diri. 

Sementara itu, Linklater telah tiba di Afrika Selatan untuk mencaritahu siapa yang membocorkan lokasi rumah perlindungan pertama, tapi ia justru dibunuh oleh Barlow. File yang diperebutkan itu berisi bukti yang dapat memberatkan Barlow. Karena itu, Barlow meminta Weston untuk berbohong tentang apa yang terjadi. 

Frost kembali untuk membantu Weston dengan membunuh Vargas dan anak buahnya tapi ditembak oleh Barlow, yang kemudian ditembak oleh Weston. Frost yang sekarat lalu memberikan Weston file itu dan berujar bahwa Weston lebih baik dari dia.

Setelah kembali ke Amerika, Weston bertemu dengan Direktur CIA Harlan Whitford (Sam Shepard), yang menginformasikan Weston bahwa fakta tidak menyenangkan tentang CIA harus dikeluarkan dari laporannya, tapi ia akan dipromosikan. Dia meminta Weston memberitahukan di mana lokasi file itu berada, tapi Weston menyangkal telah diberitahu tentang hal ini oleh Frost. Whitford mengatakan bahwa siapa pun yang memiliki file itu akan memiliki banyak musuh. Weston pergi, lalu membocorkan file itu ke Internet sehingga memberatkan personil dari badan-badan intelijen, termasuk Whitford.

Di akhir film, Weston melihat Ana di seberang jalan di Paris, Perancis. Ana tengah membaca surat yang ditujukan kepadanya. Ia mendongak dan tatapan matanya bertemu dengan mata Weston. Ana perlahan-lahan tersenyum dan kemudian Weston pergi.

Scene yang menarik dari film ini adalah scene saat Frost diinterogasi dengan teknik water boarding dan Weston yang menyaksikannya sempat bergumam bahwa hal itu ilegal. Selebihnya plot dalam film ini tidak ada yang mengejutkan. Sesuai genre filmnya, tentu saja film ini sarat dengan adegan laga. Skandal dan korupsi yang melatarinya juga bukan hal baru. Setidaknya akting Denzel Washington dan Ryan Reynolds cukup menghibur.

* Gambar dipinjam dari Wikipedia.

Tidak ada komentar: