Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Kamis, 22 Desember 2011

Belajar Tentang Hidup dari Serial Last Christmas (9)

Episode 9
Dokter yang menangani Aoi menasihatinya untuk memberitahu Haruki mengenai penyakitnya. Menurutnya Haruki tidak akan bereaksi seperti eks suaminya yang memilih untuk meninggalkannya setelah tahu ia sakit parah. Saat Haruki menanyakan hasil pemeriksaannya, Aoi berusaha menghindar. Sementara itu Fujisawa yang telah kembali dari New York pergi bersama Higaki ke pesta yang diadakan Shintani dan Takase. Ayah Shintani yang tidak menyetujui hubungan putranya dengan Takase datang hanya untuk mengacaukan acara makan malam itu. Takase pun menangis di ruang ganti. Haruki yang datang terlambat di pesta itu tidak bertemu Aoi yang sudah pulang lebih dulu. Aoi yang dihubungi lewat ponsel tidak juga menjawab panggilannya. Haruki pun memutuskan untuk mengunjungi ibunya.

Bukan cuma Haruki yang mencemaskan kesehatan Aoi. Higaki pun menanyakan tentang kesehatan Aoi pada Haruki, membuat pria itu mendatangi lagi dokter yang merawat Aoi. Dokternya memberitahu Haruki bahwa penyakit Aoi kambuh lagi dan harapan hidupnya sangat rendah.

Setelah berhasil menenangkan diri, Aoi akhirnya menelepon Haruki di ponselnya dan dengan berpura-pura gembira ia menyanyikan lagu Natal untuk pria itu, tidak menyadari bahwa Haruki sudah tahu mengenai penyakitnya. Haruki pun meminta Aoi tetap di tempatnya. Ia berniat menjemput Aoi.

Mari belajar menulis dari penulis script Last Christmas:
Di episode sebelumnya, ada scene saat Haruki yang hendak pergi keluar kota terburu-buru memasuki bis yang ditumpanginya sehingga tak sempat menyelesaikan ceritanya. Waktu itu ia sedang bercerita ke Aoi (yang mengantarnya hingga ke halte bis) tentang orang yang menangkap salju pertama yang turun dari langit. Di episode ini, karena Aoi tak sempat mendengar cerita Haruki sampai habis, saat salju turun, ia langsung menangkapnya. Haruki terpaksa mengubah versi ceritanya bahwa siapa pun yang menangkap salju pertama yang turun akan sial. Mengingat episode kali ini bercerita tentang penyakit Aoi yang parah, detil ini lumayan "membangun suasana" haru, terlebih scene saat Aoi yang berusaha menyembunyikan penyakitnya dari Haruki berpura-pura ceria dengan menyanyikan lagu Natal, tapi yang menurut saya sangat brilian adalah pesan tersamar yang menyatakan bahwa takhayul tidak perlu dipercayai. Aoi menangkap salju pertama yang turun dan seharusnya mendapat sial, tapi Aoi tidak mati. Dia bertahan tetap hidup hingga di episode terakhir. Pesan yang tidak menggurui, tapi mengena. Jadi, mari kita tepuk tangan untuk happy ending!

Tidak ada komentar: