Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 18 November 2011

Belajar Tentang Hidup dari Serial Last Christmas (5)

Episode 5
Saat bicara dengan Haruki di telepon, Sachiko mengatakan bahwa Haruki tidak menyadari bahwa dia menyimpan perasaan khusus terhadap Aoi. Karena itu saat bertemu Aoi, Haruki pun jadi merasa canggung. Aoi mengira kecanggungan Haruki disebabkan dia sebelumnya meminjam bahu Haruki untuk bersandar; tapi tak lama hubungan keduanya kembali normal seperti biasanya. Sementara itu Higaki melamar Fujisawa yang setelah menerima sepucuk surat dari almarhum tunangannya memilih untuk menyembunyikan hal yang mengganggu pikirannya itu dari Higaki.

Di tempatnya bekerja, tiba-tiba beredar rumor bahwa Aoi mendapatkan posisi sekretaris karena bersedia tidur dengan Shintani. Haruki yang mengetahui rumor itu mencoba memberitahu Aoi. Sayangnya belum sempat ia memberitahu Aoi, gadis itu sudah telanjur mengetahuinya dari orang lain. Aoi pun mencoba bersikap tegar menghadapi cobaan itu. Takase yang prihatin menanyakan padanya apakah ia baik-baik saja, tapi rekannya segera mengingatkannya untuk menjauhi Aoi; kalau tidak, rekan-rekan yang lain akan menganggap dirinya sama dengan Aoi. 

Sejak kabar burung itu beredar, Aoi pun tersudutkan. Saat penyakitnya kambuh dan dia terjatuh ke lantai, tak seorang pun bersedia menolongnya. Hanya Haruki yang kebetulan melihatnya terkapar di lantai lalu mengantar Aoi pulang dan membuatkan makan malam. 

Meski berusaha tabah, Aoi akhirnya memutuskan untuk berhenti dan pindah. Niatnya itu dicegah oleh Haruki yang mengatakan padanya bahwa Aoi akan menempatkannya pada situasi yang sulit jika ia harus menjalani hidupnya tanpa Aoi. Mendengar pernyataan Haruki, Aoi pun tak kuasa menahan tangisnya. Ia berujar bahwa ia masih menyimpan hal yang tak diketahui Haruki. Perkataan itu mendorong Haruki untuk menemui dokter yang merawat Aoi.

Tak ingin Aoi menderita, Haruki pun mengancam Shintani. Dia meminta atasannya itu untuk kembali mengembalikan Aoi ke posisinya semula. Jika Shintani menolak, ia mengancam akan berhenti juga. Saat Aoi mengetahui tentang kegigihan Haruki saat membelanya, dia pun tidak bisa berkata-kata dan langsung mencarinya. Sayangnya Haruki yang sedang sibuk menangani proyek yang dipercayakan kepadanya telah lebih dulu meninggalkan kantor. Aoi pun bertanya pada Sachiko yang lalu mengajaknya menemui ibu Haruki di rumah sakit. Setelah mendapat keterangan dari ibu Haruki, Aoi pun langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Apalagi perkataan yang diucapkan Sachiko saat siaran telah menggugah hatinya. Perjuangan cinta juga dialami Hayama yang hampir saja berkencan dengan gadis yang telah lama ia sukai, sampai ia menyadari bahwa Takase yang sebenarnya ia inginkan. Ia berusaha menggagalkan acara kencan Takase dengan Shintani namun gagal.

Aoi memakai alasan mengantarkan sweater hasil rajutan ibu Haruki untuk menemui laki-laki itu. Haruki yang masih bingung membuat Aoi salah mengira bahwa Haruki tidak merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan. Aoi pun berlari pulang. Saat Haruki mengejarnya, Aoi pun mengucapkan selamat ulang tahun. Di bawah cahaya lampu dari pohon yang menaungi mereka, Aoi dan Haruki pun mengabsahkan hubungan mereka dengan ciuman panjang, lalu bersama-sama mendorong mobil Aoi yang mogok.

Mari belajar tentang hidup dari Haruki Kenji:
Meski mengkhawatirkan kesehatan Aoi dan memperhatikan ibunya yang dirawat di rumah sakit, Haruki tetap fokus mengerjakan proyek yang dipercayakan padanya. Ia bahkan tetap giat bekerja hingga melupakan hari ulang tahunnya.

Tidak ada komentar: