Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 14 September 2011

Review Film Larry Crowne

Film ini bercerita tentang Larry Crowne (Tom Hanks) yang menghabiskan dua puluh tahun masa hidupnya di angkatan laut sebelum akhirnya bekerja di perusahaan Newmark. Mencalonkan dirinya sendiri sebagai “employee of the month”, Larry ternyata malah dipecat karena dianggap tidak memenuhi syarat untuk mengiklankan produk sebab dia sama sekali tidak pernah kuliah. Setelah melamar kerja di berbagai tempat dan masih juga gagal, tetangganya, Lamar (Cedric the Entertainer) mengusulkan padanya untuk mengikuti kelas berbicara dan kelas ekonomi. Maka Larry pun mengikuti kelas berbicara yang diajarkan oleh Mercedes Tainot (Julia Roberts) sambil bekerja sebagai waiter. Tadinya Mercedes berniat membubarkan kelasnya yang pesertanya kurang dari sepuluh orang, tapi batal, setelah Larry yang hadir terlambat menggenapi jumlah pesertanya menjadi sepuluh orang. 

Mercedes sendiri sebenarnya merasa tidak bahagia dengan hidupnya. Suaminya, Dean Tainot (Bryan Cranston) adalah pecandu pornografi yang diaksesnya melalui internet, membuat Mercedes merasa gusar oleh tingkah laku suaminya. Puncaknya saat mereka bertengkar di dalam mobil yang dikemudikan Dean yang dipicu karena hal sepele. Dean meminta Mercedes untuk tidak meletakkan kotak karton berisi kue keju di dashboard mobil. Mercedes yang jengkel setelah Dean menghinanya akhirnya meminta diturunkan di jalan. Karena itu dalam kondisi mabuk, Mercedes pun berciuman dengan Larry yang memang jatuh cinta padanya setelah mengikuti kelas yang diajarkan Mercedes. Sayangnya Mercedes meminta Larry untuk merahasiakan hal itu karena dapat mempengaruhi posisinya sebagai guru Larry. Di akhir cerita, Larry menyelesaikan kelas dan mendapat nilai A+ dalam ujian akhir yang diberikan Mercedes. Karena kini Larry tidak menjadi muridnya lagi, Mercedes pun mengikuti kata hatinya dan melanjutkan hubungannya dengan Larry. 

Untuk sebuah film komedi, film ini cukup membosankan dan dialognya pun tidak memancing tawa. Saya sendiri hampir ketiduran saat menonton film ini. Scene saat Mercedes minta diturunkan di jalan hanya karena dipicu oleh kue keju bagi saya terasa berlebihan dan tadinya saya malah mengira satu-satunya dialog cerdas dalam film ini adalah saat Dean yang mabuk pulang ke rumah sambil bergumam, “Oh, God, I need coffee”. Untungnya di bagian akhir film Larry memberikan presentasi tentang George Bernard Shaw dan menghubungkannya dengan angkatan laut, keliling dunia, pasta, dan kentang. Setidaknya saya harus berterimakasih pada Tom Hanks dan Nia Vardalos, salah satu dari mereka (atau keduanya) yang sudah merangkai kalimat presentasi Larry yang terkesan agak dipaksakan, tapi setidaknya masih catchy. Jadi jika Anda tengah depresi dan berpikir bahwa menonton film komedi mungkin akan membantu mengurangi tingkat depresi Anda, percayalah film ini bukan salah satu alternatif yang harus Anda pilih. Tapi, jika Anda penggemar berat Julia Roberts atau Tom Hanks dan tidak pernah melewatkan akting mereka, ya silakan tonton dan rasakan sendiri betapa garing humor yang dijejalkan sepanjang 99 menit ini.

* Gambar dipinjam dari sini

4 komentar:

alicevanjava.com mengatakan...

Wah gak lucu ya, padahal yang main kelasnya Oscar semuat tuh... Mungkin ini produk gagal kayak film The Mexican... Oya kok ada yg mirip dg cerita laskar pelangi ya, kalau gak ada 10 murid, sekolahnya bakal ditutup :P

Selvia Lusman mengatakan...

@Alice: Hi, Alice, senang kamu berkunjung lagi. Ya nih jadi mirip scene Laskar Pelangi ya? :-) Kalau The Mexican saya belum nonton nih, tapi kalau ngga lucu mau nonton juga males dch :-p

rezKY p-RA-tama mengatakan...

saya kira ini film larry suit yang rada aneh itu,hehe
nice review,,,

Selvia Lusman mengatakan...

@Rezky Pratama: Hehe... Saya malah belum nonton yang Larry Suit. Thanks atas kunjungannya.