Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 21 September 2011

Belajar Tentang Hidup dari Serial Last Christmas (1)

Saya sebenarnya bukan penggemar berat serial-serial Asia, tapi karena saya sedang kehabisan stok film yang akan ditonton, maka saya pun mulai melirik koleksi film teman saya untuk dipinjam. Salah satu serial yang saya lahap dengan senang hati adalah yang satu ini. Tidak seperti serial Korea yang sering membuat saya merasa deja vu atau serial Mandarin yang tidak begitu cocok dengan selera saya yang menyukai plot yang cepat, maka serial yang berasal dari negeri sakura ini menurut saya masih asyik untuk ditonton meski penayangan di negara asalnya sudah berakhir sejak tahun 2004. Berikut sinopsis dan moral cerita yang saya dapat dari episode satu serial Last Christmas:

Episode 1
Serial ini dibuka dengan scene Haruki Kenji (Oda Yuji) yang tengah berlibur bersama sahabat sekaligus atasannya, Shintani Goro (Ihara Tsuyoshi) dan sekretaris baru Shintani yang bernama Aoi Yuki (Yada Akiko) di Selandia Baru. Scene lalu berganti dengan keheranan Haruki dengan tetangga baru di apartemen di sebelahnya yang ternyata adalah Aoi. Setiap kali ada saja laki-laki yang datang ke apartemen Aoi dan meninggalkan hadiah di depan pintu karena Aoi tidak ada di rumah. Mulanya Haruki merasa terganggu karena Aoi yang mengacaukan sistem listrik di apartemen yang mereka tinggali membuat es kenangan dari salju yang disimpannya dalam kulkas mencair. Belakangan saat Haruki tanpa sengaja menemukan kaset rekaman Aoi dan menontonnya, ia jadi berbalik simpati. Aoi yang menderita penyakit parah diceraikan oleh suaminya yang tidak ingin merawat dan mendampinginya. Itu sebabnya Aoi lalu meneruskan studinya agar bisa menjadi wanita karier yang bisa berdiri sendiri. Haruki pun mencoba menjadi sahabat bagi Aoi, tapi tak urung ia membuat Aoi tersinggung saat Aoi tahu bahwa kebaikan Haruki disebabkan karena penyakit yang dideritanya. Aoi tidak ingin dikasihani. Sebelumnya, Aoi dan Haruki yang sama-sama pernah mengalami kegagalan dalam percintaan membuat taruhan, siapa pun yang berhasil mendapatkan cinta sejati lebih dulu akan ditraktir oleh yang kalah untuk pergi ke Kanada dan melihat aurora. Kedekatan Haruki-Aoi membuat Shintani yang menginginkan Aoi menjadi kekasihnya merasa gusar karena ia mengira Haruki diam-diam menikamnya dari belakang.

Mari belajar tentang hidup dari Aoi Yuki:
Menderita penyakit parah dan diceraikan suaminya akibat penyakitnya tidak membuat Aoi menyerah. Meski sempat frustasi dan bermabuk-mabukan, ia tidak ingin terus mengasihani dirinya sendiri dan menolak rasa iba yang ditujukan kepadanya. Ia malah termotivasi untuk mengikuti mimpinya dan akhirnya bisa menjadi sekretaris. Ia juga terus melanjutkan hidup dan tidak lagi menangisi masa lalu dan nasibnya.

Berhubung waktu saya untuk blogging semakin sempit saja, saya baru akan menuliskan sinopsis dan moral cerita episode dua dan seterusnya di dalam postingan-postingan saya berikutnya.

2 komentar:

Ronny Dee mengatakan...

Bagus juga tuh tapi nggak ada waktu buat nonton serial nih :(

Selvia Lusman mengatakan...

@Ronny Dee: Hehe... Nontonnya kalau senggang atau libur saja.