Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Review Serial Moonlight

Serial yang diciptakan oleh Ron Koslow dan Trevor Munson ini terdiri dari 16 episode. Di negara asalnya (Amerika), serial ini diputar dari September 2007 hingga Mei 2008. Berikut sinopsis Moonlight per episodenya:

Episode 1: No Such Things as Vampires
Film dibuka dengan prolog dari Mick St. John (Alex O'Loughlin), vampir yang sehari-harinya bekerja sebagai penyelidik privat. Scene lalu beralih ke Beth Turner (Sophia Myles), reporter Buzzwire yang tengah meliput berita tentang wanita yang terbunuh dan jasadnya diletakkan di dekat air mancur oleh pembunuhnya. Keduanya lalu bekerjasama mengusut kasus itu. Beth sendiri berkaitan erat dengan masa lalu Mick. Dua puluh dua tahun sebelumnya saat Beth masih kecil, ia diculik oleh Coraline (Shannyn Sossamon), isteri Mick, vampir yang mengubah Mick sehingga menjadi vampir juga. Mick lalu menolong Beth kecil dan membiarkan isterinya terperangkap di dalam ruangan yang tengah terbakar. Sejak saat itu Mick selalu mengawasi Beth hingga ia dewasa, sedang Beth justru hanya samar-samar saja mengingat kejadian penculikan yang dialaminya.

Penyelidikan Mick dan Beth membawa mereka kepada tersangka utama, Christian Ellis, seorang profesor di jurusan antroplogi yang mengakui bahwa dirinya adalah vampir dan justru memikat para mahasiswanya untuk bergabung dengan kegiatan diskusi yang diadakannya. Beth pun menyamar sebagai salah satu mahasiswi dan mengikuti mata kuliah yang diberikan Christian. Sementara itu, Josef Kostan (Jason Dohring), teman baik Mick yang juga vampir meminta Mick untuk membunuh Christian karena ulahnya yang memangsa manusia seenaknya dikhawatirkan akan membongkar keberadaan komunitas vampir. 

Saat Beth diserang oleh Daniel, kaki tangan Christian, maka Mick pun bergegas menolongnya. Benturan di kepala Beth yang dialaminya saat diserang justru mengembalikan ingatannya yang terblokir. Ia kini dapat mengingat dengan jelas bahwa Mick-lah yang menolongnya dua puluh dua tahun yang lalu saat diculik Coraline. Mick yang tidak ingin identitasnya terbongkar berdalih bahwa kepala Beth terbentur sehingga berpikir seperti itu. 

Episode 2: Out of the Past
Episode kedua ini dibuka dengan narasi dari Mick yang bercerita tentang perasaannya terhadap Beth, "Holding her in my arms, it almost feels like it could work between us. But monsters don't get happily ever after." Scene lalu beralih ke Los Angeles pada tahun 1983, di mana klien Mick meminta perlindungan dari suaminya sendiri, Lee Jay Spaulding yang sering menganiayanya. Saat tengah memperingatkan Lee Jay polisi tiba-tiba saja datang sehingga mengejutkan Mick yang lalu melarikan diri. Lee Jay pun tahu kalau Mick bukan manusia, tapi vampir. 

Meski Lee Jay terbukti bersalah membunuh dua orang wanita yang salah satunya adalah istrinya sendiri dan kemudian pria itu dipenjarakan, tapi sekeluarnya dari penjara Lee Jay disambut bak selebriti setelah salah satu teman Beth, Julia menulis buku berjudul Wronged Man. Isi buku itu menyatakan bahwa Lee Jay sebenarnya tidak bersalah. 

Sementara itu Beth memimpikan kejadian dua puluh lima tahun yang lalu saat istri Mick yang juga vampir, Coraline menculiknya. Ia juga mengingat bagaimana Mick menyelamatkannya. Saat temannya memperlihatkan foto detektif yang menangani kasus Lee Jay, Beth pun terkejut saat mengetahui pria itu bernama Mick St John dan wajahnya pun bagai kembaran Mick. Saat Beth bertanya pada Mick, pria itu mengaku sebagai anaknya dan memperingatkan agar Beth dan temannya menjauh dari Lee Jay karena pria itu berbahaya. Beth merasa Mick menyembunyikan sesuatu. Ia lalu mengunjungi Bobby Desmond yang membuat Beth tambah curiga karena narasumbernya mengatakan bahwa Mick tidak memiliki anak. 

Saat bertemu lagi dengan Mick, Lee Jay pun membalaskan dendamnya pada Mick karena telah memenjarakannya. Ia menusuk Mick dengan pasak lalu menabrakkan kepalanya ke kaca, lalu memfitnah Mick telah menyerangnya. Di kesempatan berikutnya Lee Jay datang ke apartemen Mick dan menembak dirinya sendiri, lalu kembali memfitnah Mick dengan mengatakan bahwa Mick yang telah menembaknya. Mick pun di tengah kepanikannya menemui Beth, tapi Josh, kekasih Beth menolak untuk memberikan tempat persembunyian untuk Mick karena jabatannya sebagai jaksa wilayah. 

Beth akhirnya mewawancarai Mick dan menyiarkan hasil wawancaranya melalui Buzzwire, media online tempat Beth bekerja. Hal ini membuat Julia marah. Belakangan justru Julia disandera oleh Lee Jay dan akan dibunuh jika Mick tidak mau mengaku bersalah. Mick yang bermaksud menolong Julia terluka parah saat ia ditembak oleh Lee Jay dengan pistol berpeluru perak. Beth pun berinisiatif merobohkan Lee Jay dengan menembaknya di leher hingga tewas. Saat Mick lekas menghilang, Beth pun menyusul Mick. Saat itu Mick tengah menghisap darah dari kantong berisi darah. Meski sempat menghindar, Mick yang tersudut akhirnya mengakui identitasnya yang sebenarnya bahwa ia bukan manusia, tapi vampir.

Episode 3: Dr. Feelgood
Setelah mengetahui kalau Mick bukan manusia, tapi vampir, Beth tidak menjauhi Mick. Sebaliknya ia justru ingin tahu bagaimana caranya Mick bisa berubah menjadi vampir. Mick tidak langsung memberitahu Beth. Ia bahkan terkesan menghindar dari Beth, tapi tidak bisa terlalu lama karena mereka lagi-lagi harus bekerjasama karena kasus yang sama yang harus mereka tangani. Setelah seorang dokter tanpa sengaja menabrak seorang pria yang ternyata vampir, ia pun digigit hingga berubah menjadi vampir juga yang lalu menyerang orang-orang tak berdosa hingga tewas, termasuk menghisap darah isterinya sendiri hingga tewas. Pada saat melihat jenazah korban penyerangan vampir itulah, Mick bertemu lagi dengan Beth di kamar jenazah.

Setelah mendapat informasi dari Cleaner (vampir-vampir yang bertugas menghilangkan jejak manusia yang menjadi korban penyerangan vampir), Mick dan Beth lalu menemui Gerald Stovsky, vampir yang telah menggigit Dr Jeff Pollock dan mengubahnya menjadi vampir. Tidak seperti pengakuan awal Gerald, ternyata ia memang sengaja mengubah Jeff menjadi vampir namun gagal menjalankan perannya sebagai "sire" yang seharusnya bisa membantu vampir yang baru diubahnya mengontrol rasa laparnya. Karena tidak ingin Mick membunuh Jeff yang akan ia jadikan "anak", maka Gerald menusuk Mick dengan pasak kayu. Beruntung Beth yang tidak menuruti permintaan Mick untuk menunggu berinisiatif menyusul Mick dan menarik keluar pasak dari tubuh Mick. Beth dan Mick lalu menyusul Jeff ke rumah sakit. Gerald yang datang lebih dulu juga tidak bisa mengarahkan Jeff sehingga Cleaner lalu menangkap Gerald karena telah mengacau. Mick lalu menikam Jeff dan mengkremasinya meski sempat diprotes Beth. Mick menjelaskan bahwa vampir bisa melakukan hal-hal buruk karena tidak bisa mengendalikan nalurinya, hal-hal buruk yang juga pernah ia lakukan dan sangat ia sesali.

Belakangan Mick mendatangi apartemen Beth dan menceritakan pada wanita itu bagaimana ia berubah menjadi vampir. Pada tahun 1952 Mick menikahi Coraline, seorang wanita yang ternyata vampir dan mengubahnya menjadi vampir juga setelah ia menikahinya. Mick juga memberitahu Beth bahwa ia manusia pertama yang ia beritahu tentang hal ini karena ia mempercayai Beth.

Episode 4: Fever
Kali ini Mick dimintai bantuannya oleh Josh, kekasih Beth untuk melacak keberadaan Leni Hayes, saksi di sebuah kasus pembunuhan yang melarikan diri dari rumah perlindungan setelah dua orang detektif yang bertugas menjaganya tewas terbunuh. Mick menyanggupi, tapi dengan konflik batin karena ia masih akan bertemu dengan Beth. Dalam monolognya Mick mengungkapkan perasaannya tentang Beth, "Some couples just aren't meant to be together. Take me and Beth. She has a very real boyfriend. And well, after Coraline, I have understandable trust issues. Still, when I see it's Beth calling... I always pick up."

Dengan insting vampirnya, Mick berhasil melacak keberadaan Leni dan menemukannya. Ia malah sempat ditembak oleh Leni yang mengira Mick adalah suruhan penjahat yang ingin membunuhnya. Nyatanya ada kebocoran informasi yang melibatkan rekan kerja Josh sehingga Mick terpaksa membawa Leni melarikan diri. Mereka terpaksa berjalan menyusuri gurun karena mobil yang mereka pakai untuk melarikan diri telah diledakkan oleh roket dari helikopter yang melacak mereka. Mick yang terluka membutuhkan darah segar untuk mengobati lukanya. Ia takut tidak bisa menahan insting vampirnya untuk memangsa Leni. Beruntung mereka menemukan tempat persembunyian dan Leni berhasil mengontak Beth langsung ke ponselnya. Beth yang sempat mengira Mick dan Leni terbunuh langsung mendatangi tempat mereka sembunyi dan Beth memberikan darahnya untuk dihisap Mick.

Episode 5: Arrested Development
Sejak kejadian Beth memberikan darahnya untuk menyelamatkan Mick yang terluka, Mick sengaja menghindari Beth, tapi tak urung ia tanpa sengaja berpapasan dengan Josh dan Beth di depan lift saat Beth diantar Josh ke rumah sakit untuk memeriksa lukanya akibat gigitan Mick saat Beth memberikan darahnya untuk Mick. Tidak ingin menyinggung Mick, Beth pun beralasan, "Uh... for this. Josh thought I might have tetanus, you know... from the chain link fence." Josh yang sempat mempertanyakan mengapa Mick tiba-tiba menghilang padahal ia biasanya selalu di sekitar Beth, lalu mengundang Mick untuk merayakan hari jadinya dengan Beth dan pasangan teman Josh. Mick menolak dengan halus, tapi tak urung membatin dalam hati mengenai kejadian tak sengaja saat ia bertemu lagi dengan Beth yang mati-matian ia hindari, "There's what we want... then there are the million coincidences we have no control over. The events that put us in a certain place at a certain time... and changes our lives forever. Who controls these coincidences? All I know, it's not us."

Karena menangani kasus menghilangnya seorang gadis, Mick dan Beth kembali bertemu dan bekerjasama. Ternyata yang bertanggungjawab atas terbunuhnya gadis-gadis yang menghilang itu adalah vampir berusia 197 1/2 tahun. Gadis terakhir yang hampir menjadi korbannya adalah Cherish. Beruntung Mick dan Beth berhasil mengamankan Cherish sebelum gadis itu terbunuh dan vampir yang memangsanya mati terpenggal setelah kepalanya tanpa sengaja tertabrak kereta di sebuah wahana permainan. Meski berusaha sembunyi dari Beth, Mick tetap bertemu Beth juga, maka ia pun menyimpulkan, "Maybe it's the sum of a million coincidences we don't quite control that brings us to a particular place at a particular time or maybe it's the choices we make. The actions we take." Di akhir episode ini Beth akhirnya mengikuti kata hatinya dan mengecup Mick di tempat parkir. Meski sempat terkejut, tak urung Mick membalas perlakuan Beth dan dalam hati berujar, "What we want doesn't always matter. But then again sometimes it's all that does."

Episode 6: B.C.
Mick mendapat permintaan dari Josef, temannya sesama vampir untuk mencari Dolores Maxford Whitaker yang telah mencuri uangnya sebesar setengah juta dollar. Sementara Beth mendapatkan tugas dari atasannya untuk mencaritahu tentang semacam obat yang membuat sejumlah model tiba-tiba meninggal. Salah satu di antaranya adalah model bernama Renee yang tiba-tiba jatuh, kejang-kejang dan akhirnya meninggal. Hal ini memaksa Beth untuk menyusup ke Valis, sebuah klub yang tertutup untuk umum, tempat terakhir yang didatangi Renee sebelum meninggal. Lagi-lagi hal ini membuat Beth berada dalam bahaya, karena klub ini ternyata dikelola oleh vampir. Di sini Beth ditawari cairan bernama Black Crystal yang ternyata adalah darah vampir. Setelah merasai sedikit Black Crystal maka Beth pun tanpa ragu menggoda Mick padahal sebelumnya ia dan Mick setuju bahwa kejadian saat ia mencium Mick di tempat parkir murni adalah sebuah kesalahan. Mick pun berusaha menghilangkan pengaruh Black Crystal dari diri Beth.

Dialog yang lucu dari episode ini:

Beth: So this isn't awkard or anything, running into each other in the middle of the night in a morgue.
Mick: Again.

Beth: By the way, the whole kiss thing.
Mick: Yeah, the kiss. I was thinking that maybe that was, like an accident.
Beth: Oh, okay.

Josef lalu meminta Mick untuk membungkam aksi Lola, vampir yang mengelola klub Valis karena Josef khawatir kegiatan Lola akan membuat keberadaan vampir lainnya terungkap. Lola yang sedikitnya berusia 500 tahun berniat menjadikan semua manusia menjadi vampir. Di akhir cerita Mick berhasil menghancurkan laboratorium milik Lola berikut pemiliknya dengan meledakkannya.

Episode 7: The Ringer
Saat Mick tengah melihat sebuah gedung yang terbakar, ia tanpa sengaja melihat seorang gadis yang sangat mirip Coraline. Gadis itu bernama Morgan Vincent, fotografer yang baru saja diterima bekerja di Buzzwire. Mick yakin kalau Morgan adalah Coraline. Ia menyatakan keyakinannya itu pada Josef dan meminta Josef untuk melihat sendiri Morgan agar ia mempercayai apa yang dikatakan Mick. Meski belakangan Josef mengakui bahwa Morgan memang mirip sekali dengan Coraline, tapi ia menolak mempercayai bahwa Morgan itu Coraline. Sementara itu Morgan minta tolong Beth untuk bicara pada Mick. Ia mengaku terluka saat melawan pencuri yang mencuri kameranya. Ia tanpa sengaja mengambil gambar seorang wanita yang dibunuh saat terjadi kebakaran.Mick menyanggupi untuk menyelidiki kasus bersama Morgan. Korban pembunuhan itu bernama Diane Apple, gadis berusia 27 tahun yang dibunuh oleh Mottola, kekasihnya sendiri yang ternyata vampir. Sebelumnya Mick menuduh Beth cemburu saat ia menanyai Beth tentang Morgan.

Mick: You're jealous.
Beth: Don't flatter yourself.
Mick: Okay.

Episode 8: 12:04 AM
Saat Beth tengah meliput para demonstran yang menolak hukuman mati terhadap Donovan Shepard, terpidana kasus pembunuhan, ia lalu menawari Audrey, korban selamat yang orang tuanya dibunuh Donovan saat ia masih berusia 14 tahun pulang ke apartemen bersamanya. Beth lalu menceritakan pengalamannya pada Audrey saat ia diculik sewaktu masih kecil. Ia juga mengajak Audrey menemui Mick karena Beth cemas akan keselamatan Audrey. Para pendukung Donovan yang fanatik dikhawatirkan akan membalas dendam pada Audrey dan melukainya. Mick lalu meminta Beth dan Audrey tinggal di apartemennya karena para pendukung Donovan berhasil melacak alamat tempat Beth tinggal. Dari rekaman video sebelum eksekusi Donovan, Mick menemukan bahwa pendeta yang menemui Donovan telah mengubahnya menjadi vampir demi imbalan sejumlah uang dari Jerry, kenalan Donovan. Nyatanya Donovan justru membunuh Jerry dan meminum darahnya yang ia tampung ke dalam gelas. Saat Donovan mencoba menyerang Beth dan Audrey di apartemen Mick, maka Mick pun mengerahkan segenap kekuatannya untuk melindungi mereka dan membunuh Donovan dengan menebas kepalanya. Sebelumnya Beth yang tidak bisa membendung rasa ingin tahunya menemukan berkas tentang dirinya di apartemen Mick. Ia pun menyadari bahwa Mick lah yang telah menyelamatkannya dari Coraline sewaktu ia masih kecil. Ia kini memahami mengapa ia selalu merasa aman karena diam-diam Mick selalu menjaganya.

Episode 9: Fleur de Lis
Episode kesembilan ini diawali dengan scene Beth yang baru saja menyadari bahwa Morgan itu sebenarnya Coraline. Ia lalu menemui Mick dan saat melihat Coraline di sana, Beth langsung menikamnya. Scene lalu mundur ke 24 jam sebelumnya. Mick yang mendapat tugas dari klien-nya, Mr Hannigan untuk membuntuti Tina, isterinya yang ia duga selingkuh, lalu meminta Morgan membantunya dengan mengambil gambar Tina dan pria yang menjadi selingkuhannya. Ternyata Tina berselingkuh dengan anak tirinya, Owen, putra Hannigan. Mick tanpa sengaja menangkap kata membunuh dalam pembicaraan Tina-Owen. Khawatir jika Hannigan akan membunuh Tina dan selingkuhannya, Mick tidak langsung memberikan hasil jepretan Morgan dan bukti perselingkuhan Tina. Nyatanya justru Tina-Owen yang berencana membunuh Hannigan. Beruntung Mick dan Morgan tiba tepat waktu dan menyelamatkan Hannigan.

Beth yang curiga akan Morgan lalu menyelidikinya hingga menyusup ke apartemen Morgan. Ia juga berhasil menemukan tempat ia disekap Coraline semasa kecilnya. Maka dengan kemarahan memuncak, Beth pun bergegas ke apartemen Mick dan menikam Coraline yang tengah bersama Mick. Hal ini membuat Mick panik karena sekarang Coraline adalah manusia, bukan vampir. Ia pun berusaha menolong Coraline karena ia ingin tahu cara yang ditempuh Coraline sehingga bisa menjadi manusia lagi.

Dialog yang menarik dari episode ini:

Beth: Memories can be fragile. Fleeting as a whisper one moment, powerful as a scream the next.

Episode 10: Sleeping Beauty
Coraline sedang dirawat di rumah sakit saat Mick mendapat kabar bahwa sahabatnya, Josef dibunuh saat apartemennya diledakkan. Dari rekaman CCTV di apartemen Josef, Mick mencoba menyelidiki siapa yang sudah membunuh Josef. Mick pun gusar saat Beth datang untuk meliput ke apartemen Josef dengan membawa camera man. Nyatanya Josef tidak mati. Ia justru berada di apartemen Mick dan mengadakan pesta. Mick pun langsung memarahi Josef karena bersikap gegabah di saat nyawanya tengah diincar. Sementara itu Coraline berubah menjadi vampir lagi dan menghisap darah perawat yang bertugas mengukur suhu tubuhnya.

Setelah Mick berhasil mengorek keterangan dari Martan, pembunuh bayaran yang ditugasi membunuh Josef, mereka mendapatkan nama John Whitley sebagai dalang usaha pembunuhan Josef. John memiliki anak perempuan bernama Sarah. Saat Josef gagal mengubah Sarah menjadi vampir pada tahun 1955, ia lalu mengalami koma dan tidak pernah siuman lagi. Karena cintanya pada Sarah, Josef lalu menjaganya di sebuah rumah sehingga John tidak pernah bertemu anaknya lagi. Beth yang menyelidiki keberadaan John bersama Mick lalu menyerahkan buku harian Sarah pada Josef. Di dalam buku hariannya Sarah mengungkapkan perasaan cintanya pada Josef dan keinginannya untuk menjadi vampir juga agar bisa terus melewati waktu bersama dengan Josef.

Dialog yang lucu dan menarik di episode ini:

Beth: Where are you going?
Mick: New York. I have to stop Josef before he does something stupid.
Beth: I'm going with you.
Mick: Why?
Beth: to stop you from doing something stupid.

Josef: The longer we were together, the more I began to think that the whole reason that I became a vampire was... You know, so I could live long enough to meet her. You know, it took me over 350 years to find her. And only a year to lose her forever.

Josef: Love can show you a part of yourself you never knew existed...
Mick: or a part that you thought you lost forever.

Episode 11: Love Lasts Forever
Josh yang sedang dalam perjalanan pulang ke apartemennya sambil menyiapkan diri untuk kasus yang tengah ia tangani tiba-tiba diserang oleh beberapa pria. Bahkan mereka juga mengancam akan melukai Beth jika Josh tidak mundur dari kasus yang tengah ditanganinya yang melibatkan seorang pria bernama Tejada. Tadinya Josh ingin mundur dari kasusnya karena takut Beth akan dilukai, tapi karena Beth meyakinkannya untuk tetap menangani kasusnya; apalagi karena ia tahu Josh telah menangani kasus itu selama dua tahun, Josh pun tetap menjalankan tugasnya seperti biasa. Sementara itu Mick heran karena Beth tidak menemuinya, padahal Beth telah berjanji untuk menemaninya ke tempat bioanalisa untuk menguji sample darah Coraline. Mick ingin tahu cara Coraline mengubah dirinya menjadi manusia lagi. Mick lalu mengunjungi Beth dan berjanji pada Josh untuk melindunginya selama tim yang ditugaskan melindungi Beth belum tiba.

Polisi lalu menangkap Tejada pada saat ulang tahun anak perempuannya. Sayangnya karena kurangnya bukti, Tejada pun bisa bebas setelah membayar uang jaminan. Tejada lalu mengirim anak buahnya untuk menghabisi Beth. Beruntung Mick melindunginya sehingga hanya siku Beth yang tergores pecahan kaca dari mobil mereka yang terkena tembakan. Malang bagi Mick. Contoh darah Coraline yang disimpannya dalam pipet juga ikut tertembak dan tumpah.

Begitu Josh tahu Beth diserang, ia pun langsung meminta petugas melindungi Beth. Nyatanya Tejada justru meminta anak buahnya menculik Josh. Kendati Beth dan Mick berusaha melacak keberadaan Josh dan mencoba menyelamatkannya, Josh akhirnya mati tertembak. Mick berusaha keras menyelamatkan Josh sementara tim medis belum tiba di lokasi, tapi nyawa Josh tidak tertolong. Beth yang masih dirundung kesedihan marah pada Mick karena ia menolak mengubah Josh menjadi vampir dan malah membiarkannya mati.

Dialog yang menarik di episode ini:

Mick: I can't help myself from entertaining the idea of telling Beth how I feel.

Beth: If you hate what you are so much, then why do you go on living?
Mick: You make me want to (in mind). I'm not really sure. I did a lot of bad things after I was turned, Beth. Things I carry tremendous amounts of guilt about. I wanna make up for them. Beth?
Beth: I just can't stop thinking about him. If you'd have done it, he'd still be here. What if it were me lying there instead of Josh seconds before death, would you have saved me? Would you have saved me?
Mick: I would've done the same thing.

Mick: She asked me something I've asked myself over and over again. The truth is I don't know what I would do. What I do know is at the end of the day not a lot separates life and death. Only one thing: eternity.

Episode 12: The Mortal Cure
Beth yang masih marah pada Mick menolak bicara padanya saat mereka berpapasan. Saat memeriksa barang-barang peninggalan Josh, Beth menemukan bahwa Josh memiliki janji temu dengan Celeste, seorang disainer perhiasan. Ternyata sebelum kematiannya, Josh berniat melamar Beth.

Mick didatangi dua vampir yang meminta bantuannya untuk mencari Coraline. Meski sempat menyangkal bahwa ia mengenal Coraline, Mick pun tidak bisa mengelak saat vampir itu memperlihatkan sertifikat pernikahannya dengan Coraline. Mick lalu menyelidiki dari CCTV rumah sakit tempat Coraline dirawat. Mick mengenali Chyntia, vampir yang adalah sahabat lama Coraline ternyata bekerja di rumah sakit itu sebagai perawat dan membantu Coraline melarikan diri dari rumah sakit. Mick pun mengunjungi Chyntia untuk mencaritahu keberadaan Coraline, tapi ia tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Belakangan justru Coraline sendiri yang mendatangi Mick di apartemennya dan memberikan cairan yang dicurinya dari vampir yang telah hidup sejak abad ke-18. Dengan cairan itu, Coraline bisa berubah menjadi manusia lagi. Saat Mick telah berubah menjadi manusia, ia tidak berdaya menolong Coraline saat saudara-saudara kandung Coraline yang juga vampir menyerangnya dan membawanya pergi.

Dialog yang lucu dan menarik di episode ini:

Coraline: I think Beth is starting to like me. She didn't stab me this time.

Mick: Why this sudden interest in becoming mortal?
Coraline: I wanted to feel life again. And maybe love can't exist without mortality.

Episode 13: Fated to Pretend
Mick yang sudah berbaikan dengan Beth dan telah menjadi manusia memanfaatkan waktunya untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah bisa ia lakukan sewaktu menjadi vampir. Ia piknik dengan Beth di pantai dan menikmati sinar matahari. Sayangnya kesenangannya bersama Beth tidak bisa berlangsung lama. Beth mendapati rekan kerjanya, Maureen tewas terbunuh. Mick pun membantu Beth menyelidiki kematian Maureen. Saat Beth dan jaksa wilayah bernama Benjamin Talbot disekap oleh dr Pierce Anders, vampir yang terlibat dalam pembunuhan Maureen, Mick pun meminta Josef mengubahnya menjadi vampir lagi karena sebagai manusia ia tidak memiliki kekuatan untuk menolong Beth.

Dialog yang menarik di episode ini:

Mick: Secrets are like a disease. And if we don't share them, then they eat us up on the inside until there's nothing left until it feels like we're already dead.

Episode 14: Click
Mick memiliki klien baru bernama Tierney, seorang selebriti. Ia bertugas sebagai pengawal pribadi Tierney. Mick curiga kekasih Tierney yang bernama Scott Walsh yang membocorkan keberadaan Tierney kepada media karena butuh publikasi untuk album barunya. Mick pun kewalahan saat paparazzi merubung mereka. Beth yang kebetulan ada janji makan siang dengan Benjamin Talbot juga sempat melihat Mick dan Tierney. Atasan baru Beth, Mr Lewis lalu memintanya untuk menulis tentang Mick.

Di sebuah event, saat Mick tengah berbincang dengan Beth, Mick mendengar Tierney bertengkar dengan Scott. Khawatir dengan keselamatan kliennya Mick langsung berusaha menolong. Sayangnya ia terlambat. Tierney sudah keburu jatuh ke laut dan tewas. Ia diduga mabuk dan tewas tenggelam. Mick curiga pada salah satu paparazzi bernama Foster. Apalagi saat Foster juga berusaha menabraknya dengan mobil. Saat Mick tidak terluka, Foster pun berusaha memeras Mick karena ia tahu Mick bukan manusia. Beth terpaksa minta bantuan Josef karena tidak ingin rahasia Mick terbongkar. Josef lalu mengirim dua vampir untuk menghabisi Foster. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Foster sempat mengirimkan foto-foto Mick saat luput dari tabrakan tanpa terluka kepada jaksa wilayah, Benjamin Talbot.

Episode 15: What's Left Behind
Mick dan Beth menyelidiki kasus seorang anak yang diculik. Modus operandinya yang sama dengan kasus penculikan dan pembunuhan yang pernah terjadi sebelumnya membuat mereka menduga pelakunya adalah orang yang sama. Saat Mick dan Beth mendatangi rumah Robert Fordham, sang ayah, Mick pun curiga jika Robert adalah anaknya. Dahulu Mick dan Ray berteman karib. Mick juga tanpa sepengetahuan siapa pun sempat berselingkuh dengan Lilah, isteri Ray. Jika Robert benar anak Mick, maka cucu Mick yang diculik.

Meski pada akhirnya Mick berhasil menyelamatkan anak Robert, tapi tak urung ia kecewa karena dari tes DNA terbukti bahwa Robert bukan anaknya. Beth pun mencoba menghiburnya, "Family's not only about DNA."

Episode 16: Sonata
Saat Mick dan Beth menghadiri pesta yang diadakan Josef, salah seorang tamu yang bernama Dominic tewas terbunuh. Simone yang menemukan mayat Dominic menjadi tersangka utama. Tapi setelah Mick dan Josef menghisap darah Simone, mereka memastikan bahwa ia tidak bersalah. Simone adalah freshies (manusia yang dengan sukarela memberikan darahnya untuk dihisap vampir) bagi Josef. Beth sempat gusar pada Mick saat ia melihatnya menghisap darah Simone juga. Penyelidikan berlanjut hingga diketahui manager Dominic yang bernama Emma yang membunuhnya. Emma bahkan mengancam akan memberikan daftar nama semua vampir jika ia tidak dibebaskan dari penjara. The Cleaner akhirnya memutuskan Emma dan suaminya harus dibinasakan karena sudah mengancam membongkar komunitas para vampir. Hal ini membuat Beth ragu melanjutkan hubungannya dengan Mick. Meski begitu, Beth akhirnya memilih untuk mengikuti kata hatinya dan kembali menerima Mick.

Dialog yang lucu dan menarik di episode ini:

Beth: Do you realize this is our fourth official date?
Mick: Define official.
Beth: Any outing that doesn't involve dead bodies.
Mick: You're such a romantic, you know that?

Mick: This is about us and how we feel about one another. Right here, right now.
Beth: That night that we first met, or met again, whatever, what was I wearing?
Mick: Blue jeans, white-striped shirt, cream jacket.
Beth: What about my shoes?
Mick: You were barefoot.
Beth: How can you remember that?
Mick: Because I love you.

Dibandingkan dengan serial vampir lainnya, sebut saja The Vampire Diaries, Moonlight jauh lebih sederhana. Meski sama-sama bercerita tentang cinta segitiga, penyelesaian konflik dalam Moonlight juga tidak berbelit-belit. Josh yang tewas terbunuh di episode 11 dengan otomatis membuat ceritanya menjadi lebih sederhana. Moonlight memang hanya terdiri dari satu musim tayang, tidak seperti The Vampire Diaries yang sampai saat ini memasuki musim tayang kedua. Konflik di Moonlight juga tidak serumit dalam Vampire Diaries. Mick tidak harus melindungi Beth dari saingan cintanya seperti Stefan yang harus melindungi Elena dari Damon, saudaranya yang berwatak jahat. Tidak seperti kebanyakan vampir, Mick tidak tidur di dalam peti mati. Ia tidur di dalam freezer. Ia juga tidak tewas oleh pasak kayu, tapi hanya tidak sadarkan diri. Tidak seperti vampir lain, sebut saja Edward dalam Twilight, Mick tetap tidur dan ia meminum darah manusia yang dibelinya dari bank darah, tidak seperti Edward yang hanya minum darah binatang karena ia vampir yang vegetarian. Pendeknya, untuk sebuah serial bertema vampir, plot Moonlight jauh lebih masuk akal dan rapi.

* Gambar dipinjam dari Wikipedia.

2 komentar:

merry go round mengatakan...

Sadiiisss reviewnya, setiap episode dibahas dengan detail. Nggak main-main deh kalo udah bikin review. Mba, sepertinya banyak koleksi film dan serialnya ya, aku yang serial vampir kemaren aja belum nonton (malah sampe lupa judulnya, yang ada novelnya juga ituuu). Uuuhh, andaikan kita satu kota ya mba, pasti setiap hari aku nangkring ke rumah mba untuk minjem koleksinya *ngarep*.

Selvia Lusman mengatakan...

@merry go round aka Rossa: Ya, andai kita satu kota kuracuni kamu biar tiap hari nonton film seri melulu. Hehe...