Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 22 Juli 2011

Sebuah Kecurigaan

Jujur saja beberapa waktu belakangan ini saya merasakan sebuah kecurigaan (entah masih dalam taraf normal atau sudah mulai mengarah ke paranoid) setiap kali orang tertentu menanyakan sesuatu pada saya atau bersikap seolah ia menyediakan diri sebagai teman yang siap mendengarkan dan membantu setiap masalah saya. Jenis orang semacam ini menempatkan dirinya seperti orang yang dapat dipercayai, seolah ia tidak akan mengatakan apa pun yang saya utarakan padanya kepada siapa pun. Entah saya yang naïf atau gampang ditipu, awalnya saya tidak menaruh kecurigaan sedikit pun dan menjawab apa adanya setiap kali ada jenis orang semacam ini bertanya pada saya. Belakangan intuisi saya mengatakan untuk tidak begitu saja mengatakan banyak hal padanya. 

Mungkin di permukaan, orang ini terlihat seperti orang yang siap menampung keluhan bahkan rahasia saya dan tidak akan menceritakannya pada siapa pun. Saya sendiri merasa tidak punya rahasia menakutkan, seperti misalnya saya pernah membunuh seseorang (Hmmm… Ini sebenarnya plot film I Know What You Did Last Summer) atau bisa membaca pikiran (seperti Mick St. John dalam serial Moonlight). Hanya saja saya merasa orang ini mungkin diam-diam bicara pada setiap orang yang mau mendengarkan dia, lalu meminta orang-orang itu untuk tutup mulut, sehingga apa yang dia sampaikan seolah tidak pernah mereka ketahui. Atas nama kecurigaan itu, saya jadi rajin mengamati perubahan air muka dan sikap seseorang yang saya curigai ikut jadi “tempat bocoran” dari hal-hal yang saya ceritakan pada orang pertama itu. Tentu saja saya tidak selalu mendapatkan jawaban memuaskan. Saya memang bukan detektif seperti Sherlock Holmes yang pandai menarik kesimpulan dari hal-hal kecil yang ditunjukkan lawan bicaranya. Saya juga tidak terbiasa menganalisa perilaku seseorang seperti psikiater atau kriminolog saat mencari pola kejahatan dari pembunuh berantai. Mungkin analogi ini terlalu ekstrim, tapi saya benar-benar merasa tidak aman dan tidak nyaman setiap kali jenis orang semacam ini berkeliaran di dekat saya. Saya jadi merasa diawasi, mirip tahanan kota. 

Saya mendadak bisa memahami bagaimana perasaan seseorang yang teleponnya disadap atau gerak-geriknya selalu diawasi. Pendek kata, bagaikan hidup di negara komunis; di mana anggota keluarga sendiri bisa menyerahkan orang yang sedarah dengannya kepada pemerintah untuk dijebloskan ke penjara. Atas nama kecurigaan pula, belakangan saya jadi tambah pendiam, lebih suka mengamati dan menolak untuk berkomentar terlalu jauh. 

Saya juga sempat mempertanyakan, ini kecurigaan yang sehat atau tidak? Saya yang terlalu paranoid atau bagaimana? Tapi biasanya firasat saya selalu dapat diandalkan. Jadi saya yakin jenis orang semacam ini memang ada. Entah apa alasan dan motivasinya berlaku demikian, tapi saya tahu kecurigaan saya sedikit-banyak memang berdasar. Jadi, jika Anda juga punya pengalaman semacam ini, menurut Anda, apa yang harus saya lakukan?

* Gambar dipinjam dari sini.

8 komentar:

Wahyu Purnama mengatakan...

he ... nggak usah segitunya kali gan mencurigain orang. tapi, jangan juga terlalu mudah curhat sama orang sembarang orang ...

Selvia Lusman mengatakan...

@Wahyu Purnama: Thanks buat masukannya.

Vio PerSOnal Blog mengatakan...

saya sering merasa spt itu jg....terutama di lingkungan kerja....dan sy jg menjadi sadar klo memang ternyata tmn krj itu beda dgn tmn saat kita dulu kuliah....masing mengamankan posisi...setiap org spt tmn tp semu...:)

~ jessie ~ mengatakan...

Kalo menurutku nih, Sel, Life is too precious to be taken seriously. ;p
Ntar terlalu curigaan ga bisa nikmatin hidup lhoooo ;D
Come on, cheer up. ;D

Selvia Lusman mengatakan...

@Vio: Berarti lingkungan kerja kamu kompetitif banget ya? @Jessie: Hehe... Thanks for the advice :-)

Ronny Dee mengatakan...

Perasaan bisa benar bisa juga salah. Yang pasti berpikir aja positif, ntar kalau kecurigaan kita ternyata salah sedang kita udah berpikir yang mboten-mboten, gimana tuh:)

Selvia Lusman mengatakan...

@Ronny Dee: Hehe... Mungkin saya terpengaruh kata-kata Blair di Serial Gossip Girl, "Paranoia can save your life."

Vio PerSOnal Blog mengatakan...

mungkin kalee ya....ato mungkin spt yg di gossip girl itu bilang "Paranoia can save your life" jd klo mau posisi mu aman hrs paranoia jg...he2 tp jgn lebayy...tar msk RSJ lg he2...