Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 06 Juli 2011

Review Grey's Anatomy Season 7 (Disarm)

Episode kali ini dibuka dengan Arizona yang masih berusaha memperbaiki hubungannya dengan Callie, tapi Callie yang takut terluka jika Arizona meninggalkannya lagi memilih untuk menghindar dan menolak. Teddy meminta Owen menjadi saksi saat ia menikahi Henry Burton, pasiennya agar ia bisa mengalihkan asuransi kesehatan supaya Henry bisa mendapat perawatan. Cristina yang tidak memiliki kegiatan akhirnya memutuskan untuk menjelajahi kota tempat dia tinggal. Saat sedang menanyakan arah, ia tiba-tiba melihat ambulans demi ambulans melintas dengan bunyi sirine yang memicu rasa ingin tahunya. Cristina pun berbalik arah dan tanpa sadar telah mengikuti arah ambulans itu menuju. Arizona meminta pekerjaannya kembali pada Webber, tapi karena Webber telah telanjur mengontrak Stark untuk menggantikan posisinya, ia tidak bisa berbuat banyak sampai kontrak kerja Stark selesai. Justru Alex dan bukannya Callie yang gembira saat melihatnya kembali. 

Di sebuah fakultas terjadi penembakan dengan sedikitnya dua puluh orang jatuh sebagai korban. Meski masih mengalami trauma dan tidak lagi berprofesi sebagai dokter bedah, didorong oleh instingnya Cristina membantu petugas medis dengan menolong seorang pria yang terluka di dalam ambulans yang membawanya ke rumah sakit. Owen dan Teddy kaget saat mereka melihat Cristina bisa berada di dalam ambulans. Para dokter bedah di Seattle Grace Mercy West Hospital pun langsung sibuk menolong para korban penembakan yang satu persatu datang dengan ambulans. Arizona dan Alex berusaha menghalangi Stark yang ingin mengamputasi kaki seorang anak perempuan padahal kaki anak itu sebenarnya masih bisa diselamatkan. Arizona pun meminta Alex menghalangi Stark untuk menghadang Stark. Setelah mendapat ijin dari Webber, Arizona dan Callie lalu mengoperasi anak itu tanpa mengorbankan kakinya. 

Saat April dan Jackson mengetahui bahwa pria yang ditolong Cristina adalah sang pelaku penembakan, mereka menolak untuk membantu Teddy mengoperasi pria itu. Untungnya Cristina bersedia membantu Teddy untuk mengoperasi. Cristina dipicu oleh instingnya sebagai dokter sama sekali tidak sempat memikirkan traumanya. Derek dan Meredith sempat beradu argumen karena Meredith terus-menerus berkeras keluar dari ruang operasi untuk terus memberikan up date kepada kerabat pasien yang tengah mereka operasi. Meredith yang pernah merasakan betapa cemasnya menanti di ruang tunggu saat Derek dahulu dioperasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuhnya bersikeras bahwa keluarga pasien, meski mereka tidak mengerti proses sebuah operasi, tapi setidaknya mereka tidak akan terus berada dalam kecemasan tanpa ada seorang pun yang memberitahu bagaimana keadaan orang yang mereka cintai selama proses operasi itu. 

Saat Jackson tanpa sengaja melihat ibu si penembak yang menangis karena mencemaskan anaknya dan masih dalam keadaan terkejut karena polisi menuding anaknya sebagai pelaku penembakan dan terus mencecarnya dengan berbagai pertanyaan, ia pun merasa tergerak dan akhirnya memberitahu perempuan malang itu bahwa anaknya masih di ruang operasi dan sedang ditangani oleh Teddy.

Scene yang menyentuh dari episode ini adalah saat Meredith mengajak keluarga korban melihat para simpatisan yang menyanyi di depan rumah sakit untuk menyatakan dukungan moral mereka kepada para korban penembakan dan keluarganya. Meredith merasa gembira saat Derek memberitahunya Cristina sudah pulih dan tengah mengoperasi pasien bersama Teddy. Perasaan para dokter bedah itu campur-aduk karena mereka dulu juga pernah merasakan teror yang sama saat rumah sakit tempat mereka bekerja disatroni suami salah seorang pasien yang dulu pernah dirawat yang mengamuk dan menembaki rekan-rekan kerja mereka. Meski sempat menangis, mereka akhirnya tertawa lega karena kedua puluh enam pasien yang harus mereka tangani semuanya berhasil selamat. Menyadari betapa hidup itu singkat, Lexie akhirnya menyatakan perasaan cintanya pada Mark. Cristina dan Meredith akhirnya bicara lagi setelah sebelumnya Cristina sengaja menghindar dari sahabatnya itu.

* Gambar dipinjam dari sini.

Tidak ada komentar: