Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 03 Juni 2011

Review Film The Tourist

Film dibuka dengan scene tiga detektif yang mengawasi gerak-gerik Elise Clifton-Ward (Angelina Jolie) yang berjalan keluar dari apartemennya di Paris, Perancis dan menuju ke cafe langganannya dan memesan secangkir teh. Tak lama Elise dihampiri seorang pria yang mengantar sepucuk surat untuknya. Ketiga detektif langsung bersiaga dan menghubungi Scotland Yard di Inggris dan bahkan setelah Elise membakar surat itu usai membacanya (sesuai isi pesannya), ketiga detektif langsung mengamankan abunya dan dengan bantuan para ahli berusaha mencaritahu isi surat itu. Ketiga detektif lalu kembali membuntuti Elise setelah meninggalkan cafe namun sempat kehilangan jejak. Setelah sebagian isi surat berhasil diketahui melalui bantuan komputer, maka diketahui Elise menuju ke Gare de Lyon pada pukul 8:22. Meski berhasil menyusul Elise, tapi wanita itu telah masuk ke dalam kereta api menuju Venice. Ia memang selalu dibuntuti dan diawasi karena hubungannya dengan Alexander Pearce, pria yang menjadi tersangka kejahatan internasional dan yang wajahnya tidak pernah diketahui seperti apa selain oleh Elise dan Reginald Shaw (Steven Berkoff), kepala gangster yang dulu menjadi atasan Alexander. 

Sesuai instruksi Alexander dalam suratnya, Elise lalu mencari pria dengan tinggi yang sesuai dengan ciri-ciri fisik Alexander dan mengecoh para detektif agar mereka mengira orang itu adalah Alexander. Pilihan itu jatuh ke Frank Tupelo (Johnny Depp), seorang guru matematika yang isterinya meninggal beberapa tahun lalu dalam kecelakaan mobil. Foto Frank pun langsung disebarluaskan setelah beberapa agen rahasia yang disusupkan ke dalam kereta api yang sama berhasil mengambil gambar Frank yang oleh anjuran Elise lalu menawarinya untuk makan malam bersama. Apalagi saat Elise kembali mengajak Frank untuk naik ke yacht bersamanya dan menginap di suite yang sama di sebuah hotel mewah. Malang bagi Frank saat Elise yang telah lebih dulu keluar dari hotel meninggalkannya sendirian masih tertidur di sofa, tak lama setelah pelayan mengantarkan sarapan paginya, tiga orang pria bersenjata anak buah dari Reginald berusaha membunuhnya karena mengira ia adalah Alexander yang telah melakukan operasi wajah. Alexander yang dulu adalah akuntan Reginald memang menghilang setelah mencuri uang milik Reginald.

Meski Frank berhasil lari ke dalam salah satu ruangan lain di dalam suite dan menelepon pihak hotel, namun ia tidak mendapat tanggapan serius karena dianggap sebagai tipikal kelakuan turis Amerika yang aneh. Frank terpaksa memberanikan diri kabur lewat balkon dan berjalan menyusuri atap rumah, bahkan meloncat ke bawah dan tanpa sengaja terjatuh ke salah satu tenda penjual buah di pasar dan menyebabkan seorang polisi tercebur ke sungai akibat aksi nekatnya. Frank pun dijebloskan ke dalam penjara. Apalagi alasan Frank dianggap mengada-ada.

Saat tengah malam, masih dalam keadaan terborgol, Frank pun dibawa dengan yacht. Ternyata salah seorang oknum polisi setuju menyerahkan Frank pada anak buah Reginald dengan imbalan sejumlah uang. Beruntung Elise datang dengan yacht untuk menyelamatkan Frank. Ia lalu meninggalkan Frank di dermaga dengan sejumlah uang dan dokumen perjalanan dan minta maaf pada Frank karena telah membuatnya terlibat terlalu jauh. Elise lalu pergi dengan yacht-nya. Ia lalu memasuki kawasan rahasia dan memberikan identitasnya. Ia ternyata agen rahasia Inggris, Scotland Yard yang ditugaskan untuk menangkap Alexander Pearce, tapi malah jatuh cinta pada pria itu. Sejak itu Elise menerima skors.

Elise terpaksa membongkar samarannya karena tidak ingin Frank terluka. Ia setuju untuk menyerahkan Alexander Pearce. Ia akan menemui Alexander di acara sebuah pesta dansa. Dengan dikuntit para agen rahasia dan tubuhnya dipasangi penyadap, Elise berusaha mencari keberadaan Alexander. Rencananya menjadi berantakan karena Frank yang telanjur jatuh cinta pada Elise menyusup ke dalam pesta itu untuk menemuinya dengan berpura-pura menjadi suami Elise yang curiga isterinya berselingkuh dan bermaksud membuntutinya. Elise terpaksa menerima ajakan Frank untuk berdansa, lalu memintanya untuk segera meninggalkan tempat itu. Frank pun dijotos di perut oleh petugas keamanan yang jengkel dengan kelakuan Frank. Ia lalu diborgol di yacht bersama para detektif yang terus memantau gerak-gerik Elise.

Elise yang meninggalkan pesta dengan yacht lalu mendatangi rumah Alexander. Di sana telah menunggu Reginald dan anak buahnya. Ia memaksa Elise untuk mengatakan di mana Alexander menyembunyikan uangnya. Saat Reginald hampir meledakkan kepalanya dengan pistol, Elise akhirnya memberitahu brankas rahasia di bagian rumah itu tempat Alexander menyimpan uang yang dicurinya. Frank yang tidak tega melihat Elise tersudut tanpa ada yang menolong, diam-diam berhasil membuka borgolnya dan menyusul Elise. Ia lalu mengaku sebagai Alexander Pearce dan akan memberikan kode rahasia untuk membuka brankas. 

Setelah mendapat persetujuan, tim penyelamat pun memerintahkan para penembak jitu untuk menghabisi Reginald dan anak buahnya. Skors Elise pun dicabut karena mereka mengira Alexander memang tidak muncul. Berikutnya salah seorang agen rahasia mendapat informasi bahwa Alexander ada di Fondomenta. Saat bergegas ke sana, baru diketahui bahwa orang itu hanya turis biasa yang diberi sejumlah uang oleh Alexander untuk mengecoh para agen rahasia. Sementara itu Frank dan Elise telah berlayar dengan yacht. Ternyata Frank adalah Alexander Pearce yang telah berganti wajah dan identitas menjadi Frank. Scotland Yard tidak lagi mengejar Alexander karena ia telah meninggalkan selembar cek di brankas sejumlah uang yang dicurinya dari pemerintah Inggris yaitu sejumlah 744 juta.

Film ini sebenarnya memiliki plot yang cukup menarik. Sayangnya yang menjadi lawan main Johnny Depp bukan aktris berkebangsaan Inggris, sehingga film ini terkesan seadanya. Andai yang berperan sebagai Elise benar-benar aktris berkebangsaan Inggris, misalnya saja Elizabeth Hurley, tentunya film ini akan lebih meninggalkan kesan. Setidaknya Hurley memang memiliki aksen Inggris yang original, bukan akses Inggris yang dipaksakan seperti yang dilakukan Jolie. Apalagi di awal film karakter Elise terlihat lebih dominan ketimbang karakter Frank dan karenanya jadi agak janggal saat di penghujung film karakter Frank (yang ternyata adalah Alexander) dengan porsi karakter yang cuma sedikit mengakhiri cerita dengan penjelasan yang tidak memadai. Tak heran film ini cuma dinominasikan di ajang Golden Globe 2011 di kategori Best Motion Picture, Comedy or Musical. Meski Johnny Depp dan Angelina Jolie sama-sama dinominasikan untuk aktor dan aktris terbaik dalam kategori film, komedi namun mereka tidak berhasil membawa pulang piala Golden Globe. The Tourist kalah dari The Kids Are All Right dan Depp harus merelakan piala Golden Globe jatuh ke tangan Paul Giamatti (Barney's Version) dan Jolie juga tidak bisa menyaingi akting Annette Bening (The Kids Are All Right). Untuk sekedar mendapatkan tontonan, mungkin The Tourist bisa menjadi salah satu pilihan, tapi film ini tidak istimewa dan tidak bisa dikategorikan bagus. Jadi, secara keseluruhan biasa saja. 

* Gambar dipinjam dari Wikipedia.

3 komentar:

merry go round mengatakan...

Nonton film ini di pesawat menuju Eropa. Liat settingnya di Venice jadi tambah semangat untuk ke Eropa :D

Selvia Lusman mengatakan...

@Rossa: Hehe... Lebih semangat lagi kalau ketemu orang yang mirip Johnny Depp di Eropa :-p

AB.SatriaTataka mengatakan...

Agak terlalu lama klo baru di review sekarang kan? Blog Walking! wkwkwkw