Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 23 Mei 2011

Review Film Limitless

Film ini bercerita tentang Edward Morra (Bradley Cooper) yang akrab dipanggil Eddie. Ia adalah seorang penulis yang tinggal di New York. Karena gagal memenuhi tenggat tulisannya, Eddie pun dicampakkan oleh kekasihnya, Lindy (Abbie Cornish). Sebelumnya Eddie juga gagal mempertahankan pernikahannya dengan Mellisa Gant (Anna Friel). Eddie sendiri tidak menyalahkan mereka karena hidupnya memang berantakan. Sampai kemudian Eddie tanpa sengaja bertemu dengan mantan saudara iparnya, Vernon Gant (Johnny Whitworth) yang memberinya sebutir pil yang disebutnya NZT-48. 

Setelah mendengar tentang bekas isterinya yang kini menikah lagi dan memiliki dua anak bahkan mendapat pekerjaan baru, Eddie makin merasa gagal dengan hidupnya. Tanpa pikir panjang ia menelan pil pemberian Vernon. Berikutnya ia justru merasa sangat produktif dan brilian. Ia berhasil menulis empat puluh halaman pertama tulisan terbarunya dengan baik dan penerbit pun menyukai draft tulisannya. 

Merasakan sendiri dampak pil yang ditelannya, Eddie pun pergi menemui Vernon di apartemennya untuk mendapatkan lagi NZT-48. Vernon sendiri yang membukakan pintu untuk Eddie dan ia terlihat sedang dalam masalah besar karena wajahnya yang memar seperti habis dipukuli. Demi mendapatkan apa yang diinginkannya, Eddie menuruti perintah Vernon untuk mengambilkan pakaian Vernon di tempat laundry, membelikan roti dan permintaan apa pun yang diminta Vernon. Sayangnya saat kembali ke apartemen Vernon, pria itu sudah terbunuh. Eddie yang panik langsung menghubungi 911. Berikutnya ia mulai menggeledah apartemen Vernon dan menemukan sekantung penuh NZT-48 yang disembunyikan di dalam oven denngan sejumlah uang. Saat polisi tiba, Eddie hanya menceritakan sebagian dari yang diketahuinya. Ia sama sekali tidak menyebutkan tentang uang dan obat-obatan yang ia temukan.

Dengan pengaruh dari NZT-48 yang dikonsumsinya, Eddie berhasil menyelesaikan bukunya hanya dalam waktu empat hari. Berikutnya ia tidak lagi tergerak untuk menulis. Sebaliknya ia dengan mudah mempelajari berbagai keahlian baru, mulai dari belajar bermain piano, menjadi pemain kartu dan poker profesional, hingga mempelajari bahasa Perancis, dan semua itu dapat dikuasai Eddie hanya dalam waktu beberapa hari akibat pengaruh obat yang dikonsumsinya.

Eddie bahkan berniat mengeruk keuntungan dengan menjadi pialang saham. Karena butuh modal, Eddie pun meminjam pada preman Rusia bernama Gennady (Andrew Howard). Dalam waktu hanya satu minggu, Eddie berhasil meraup dua juta dollar. Ia pun dianggap jenius dan menarik banyak perhatian media. Kejeniusan Eddie juga membuat Carl Van Loon (Robert De Niro) tertarik untuk mempekerjakannya. 

Mulanya Eddie memang menikmati keberuntungan yang kini berpihak padanya sampai obat yang diminumnya mulai habis dan ia juga mulai merasakan dampak negatifnya. Ia tanpa sadar bisa berjalan kaki hingga ke kota lain dan ia juga mulai takut jika ia tanpa sengaja melukai orang lain. Apalagi saat Mellisa muncul dan memperingatkan Eddie akan dampak obat yang juga pernah dikonsumsi Mellisa. Beberapa orang yang juga mengkonsumsi NZT-48 bahkan telah meninggal akibat efek sampingnya yang mematikan. Belum lagi, seorang pria berjas hujan terus mengikuti Eddie dan sempat berniat melukai Lindy yang belakangan kembali menjadi kekasihnya. Saat itu Eddie telah berterus-terang pada Lindy tentang rahasia kebrilianannya dan meminta gadis itu mengambilkan NZT-48 dari tempat penyimpanannya.

Sadar terlalu banyak yang ia pertaruhkan, Eddie lalu menyewa ilmuwan pribadi untuk memodifikasi NZT-48 dan membuat apartemen yang ditinggalinya menjadi semacam benteng. Ia menyewa pengawal untuk melindungi dirinya, tapi hal itu tidak membuatnya aman dari Gennady yang setelah ikut mengkonsumsi pil itu juga berniat menjualnya dan bahkan ingin mencicipi juga hasil yang sudah dikumpulkan Eddie. Saat terdesak, Eddie berhasil unggul dan mengalahkan Gennady dan anak buahnya dan meminum darah Gennady yang mengandung NZT-48. Ia pun tidak lagi bergantung pada obat itu namun tetap brilian hingga ia berhasil menjadi politikus dan mengincar kursi kepresidenan.

Saat Carl yang mengetahui rahasianya menawarkan NZT-48 dengan sejumlah permintaan, Eddie menolak dan mengejutkan Carl dengan memberitahunya bahwa ia telah berhasil memodifikasi NZT-48 sedemikian rupa sehingga tidak memerlukannya lagi. Di akhir film, Eddie makan siang dengan Lindy yang merasa terkejut karena ia ternyata bisa berbahasa Mandarin dengan fasih.

Cocoklah jika film ini diberi judul Limitless karena ide film ini memang menawarkan fantasi akan banyak hal yang bisa diraih tanpa batasan, suatu khayalan utopis yang pasti diinginkan semua orang. Sambil menonton film ini, penonton diajak ikut berkhayal akan apa yang akan mereka lakukan jika memiliki kemampuan untuk mempelajari atau melakukan apa pun tanpa batasan. 

Meski film ini tidak luar biasa, namun secara konsep dan plot menyuguhkan sesuatu yang menghibur, dan pastinya utopis.

* Gambar dipinjam dari Wikipedia.

3 komentar:

Agenda ibu rumah tangga mengatakan...

wah, review nya bikin saya ingin nonton film nya.. thriller ya? Saya sebetulnya lebih suka nonton drama,tapi suami suka sih yg model kayak gini. kalau ada rekomendasi film drama yg bagus bisa kasih tahu judulnya ke aku disini-kalo anak udah bobo suka nonton dvd bareng suamiku:
my favorites movies

Selvia Lusman mengatakan...

@agenda ibu rumah tangga: Untuk ukuran thriller ngga terlalu "thriller" sih.

Sang Pemerhati mengatakan...

Saya tetap bingung akhir dilm ini.
Benarkah Eddie tidak memakainya lagi ?