Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 20 Mei 2011

Review Film Ceremony

Film ini dibuka dengan pertemuan kembali dua orang sahabat, Sam Davis (Michael Angarano) dan Marshall Schmidt (Reece Thompson) setelah setahun tidak berjumpa. Sam tengah membacakan karya terbarunya tentang seorang penyelam muda yang jatuh cinta pada ikan duyung wanita. Sam memang penulis buku anak-anak. Marshall langsung menyatakan pujiannya bahwa cerita yang ditulis Sam cukup bagus. Keduanya lalu bermobil menuju ke luar kota. Sejak Marshall ditodong senjata dari belakang dan dipukuli serta uangnya dirampok, ia lalu dirawat di rumah sakit, dan sejak itu Marshall tinggal bersama orang tuanya lagi dan belum mendapatkan pekerjaan tetap. Dengan alasan ingin meluangkan waktu bersama sahabat baiknya, Sam mengajak Marshall menginap ke luar kota. Marshall sama sekali tidak menyadari bahwa alasan Sam yang sebenarnya adalah untuk menyabotase pernikahan Zoe (Uma Thurman) dengan tunangannya, Whit Coutell (Lee Pace), seorang pembuat film dokumenter.

Sam yang yakin bahwa Zoe masih cinta padanya berusaha mengubah pikiran gadis itu untuk tidak menikahi Whit. Zoe sendiri memang masih mencintai Sam, hanya saja ia lebih memilih Whit karena pekerjaannya yang lebih mapan dan usianya yang lebih matang. Setelah menolong Marshall yang tanpa sengaja menginjak pecahan botol martini di pantai, sambil mengobati kaki Marshall, ia lalu mencurahkan isi hatinya pada sahabat Sam itu. Ia bertemu dengan Sam saat selesai menghadiri pemutaran perdana salah satu film Whit. Saat hujan tiba-tiba turun, Sam yang memayungi dirinya dari hujan dan sejak itu mereka berkenalan. Sam lalu memintanya menjadi sahabat penanya dan lalu mengiriminya surat sepanjang sepuluh halaman. Zoe berkata pada Marshall, kesalahannya adalah membalas surat Sam. Ia tidak berencana untuk jatuh cinta pada pria yang lebih muda darinya dan jelas tidak dapat memberinya rasa aman. Zoe yang sejak kecil telah menjadi yatim piatu memang hanya memiliki Teddy (Jake Johnson), saudara laki-lakinya yang pemabuk. Karenanya Zoe tetap memilih untuk menikahi Whit meski ia masih mencintai Sam.

Sam pun akhirnya bisa menerima kenyataan dan minta maaf pada sahabatnya karena telah berbohong. Ia memakai alasan ingin meluangkan waktu dengan Marshall padahal alasan sebenarnya karena ia butuh menumpang mobil Marshall untuk mencapai tempat Zoe tinggal. Meski mengetahui kisah perselingkuhan Zoe dengan Sam di masa lalu, Whit yakin pada akhirnya Zoe tetap kembali padanya karena ia yakin Sam cuma sebuah fase bagi Zoe.

Film ini terasa manis dan getir pada saat yang sama. Mulanya penonton akan diajak tertawa saat menyadari betapa kacaunya Sam. Ia menghadiahi Marshall pisau lipat berukir inisial B yang dicurinya dari temannya padahal inisial nama Marshall seharusnya adalah M dan menyebutnya hadiah ulang tahun yang diberikan setahun lebih awal. Sam juga dengan ceroboh merokok di pom bensin dan melemparkan puntung rokok begitu saja. Ia juga terus komplain tentang pelayanan di penginapan yang mereka tinggali hingga sikap Sam pada Marshall yang semena-mena, yang menyuruhnya mandi padahal Marshall sudah mengeluh tidak ada air panas, agar ia dan Zoe bisa bicara berdua tanpa kehadiran Marshall. Karakter Teddy yang pemabuk juga cukup lucu, di antaranya saat ia melakukan toast untuk Zoe dan Whit dan mengungkapkan bahwa di antara banyak ular di dunia ini (orang-orang licik dan jahat), Zoe bukan salah satu di antaranya.

Berikutnya film ini terasa mengharukan saat Zoe menjawab pertanyaan Sam bahwa kesukaannya pada capung adalah sebuah fase baginya. Sam berujar bahwa ia tidak punya sebuah fase pun karena ia akan terus menyukai segala hal meski telah kehilangan ketertarikan dan ia adalah orang yang sangat setia. Berikutnya Sam merasa frustasi saat menyadari bahwa arti dirinya bagi Zoe sama seperti capung itu, hanya sebagai sebuah fase. Zoe lalu menjelaskan bahwa ia terlalu egois, itu sebabnya ia tidak bisa menjadi putri duyung seperti dalam cerita Sam. 

Scene yang juga menyentuh (saya menangis di scene ini) adalah saat Teddy menghibur Sam pada hari pernikahan Zoe bahwa pria baik kadang akan menang. Film ini tidak berakhir bahagia seperti umumnya film bergenre komedi romantis. Di akhir film, Sam lalu berkata pada Marshall bahwa dirinya hanyalah lelucon dan ia berpikir untuk menemui terapis Marshall dan sahabatnya lalu menjawab bahwa hal itu adalah hal yang bagus. 

Meski tidak menawarkan happy ending, saya tetap merasa film ini layak ditonton. Selain karena dialognya yang lucu dan "dalam", ending film ini sebenarnya realistis, meski sebagai seorang yang utopis saya lebih suka jika Zoe pada akhirnya meninggalkan Whit dan mengikuti kata hatinya untuk kembali pada Sam. Secara keseluruhan, saya merasa film ini termasuk film komedi yang wajib ditonton.

* Gambar dipinjam dari Wikipedia.

3 komentar:

Ronny Dee mengatakan...

Dua pemerannya, Michael Angarano ma Reece Thompson masih asing di telinga saya, apa saya udah ketinggalan zaman nih:) Kalo Uma Thurman masih familiar

Selvia Lusman mengatakan...

@Ronny Dee: Hehe... Mereka memang bukan aktor top ya?

Ronny Dee mengatakan...

Mungkin ya, maksudnya mereka belum membintangi film2 besar tapi film yang mereka bintangi dah lumayan. Dan usianya muda banget ya. Saya sampe harus cek wiki buat tau infonya, ha ha