Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Minggu, 29 Mei 2011

Review Film (500) Days of Summer

* Review ini permintaan dari Jessie.

Film yang dibuka dengan narasi ini bercerita tentang Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt) yang digambarkan sebagai orang yang tidak dapat benar-benar merasa bahagia sampai ia menemukan seseorang yang menurutnya adalah belahan jiwanya. Tom yang pernah bercita-cita menjadi arsitek ini meyakini bahwa Summer Finn (Zooey Deschanel), asisten baru atasannya di perusahaan tempatnya bekerja sebagai pembuat kartu ucapan adalah gadis yang selama ini diimpikannya untuk menjadi pasangan hidupnya. Film beralur flash back ini ditengarai sebagai "Ini bukan sebuah kisah cinta, tapi sebuah kisah tentang cinta". Tom melihat Summer untuk pertama kalinya pada tanggal 8 Januari. Tanggal ini terhitung sebagai hari pertama kisahnya dengan Summer. 

Berikutnya scene beralih saat Tom yang baru putus dengan Summer lalu memecahkan piring satu per satu. Kedua temannya merasa lebih lega setelah Rachel Hansen (Chloe Moretz), adik Tom muncul untuk membantu mereka menghadapi Tom yang tengah depresi. Tom lalu mencurahkan isi hatinya mulai dari hari ke-4 saat ia tanpa sengaja bertemu dengan Summer di lift dan gadis itu ternyata menyukai musik yang tengah didengarkan Tom dengan head phone-nya. Di hari ke-8 Tom memiliki kesempatan bicara lebih banyak dengan Summer. 

Scene demi scene bergulir secara random sesuai ingatan Tom. Pada hari ke-154 Tom menggambarkan perasaan cintanya pada Summer pada temannya sebagai berikut, "I'm in love with Summer. I love her smile. I love her hair. I love her knees. I love this heart-shaped birth mark she has on her neck. I love the way she sometimes licks her lips before she talks. I love the sound of her laugh. I love the way she looks when she's sleeping." Sebaliknya pada hari ke-322 Tom berkata demikian tentang Summer, "I hate Summer. I hate her crooked teeth. I hate her 1960's haircut. I hate her knobby knees. And I hate her cockroach-shaped splotch on her neck. I hate the way she smacks her lips before she talks. And I hate the way she sounds when she laughs." 

Di hari ke-11 Tom bercerita pada Rachel bahwa Summer menyukai Magritte and Hopper, lalu di hari ke-28 saat seisi kantor pergi ke tempat karaoke seusai jam kerja, Tom akhirnya bisa berbincang lebih jauh dengan Summer. Dialog di hari ke-28 ini merupakan salah satu kesukaan saya:

Summer: There's no such thing as love. It's a fantasy.
Tom: Well, I think you're wrong.
Summer: Okay well, what is it that I'm missing then?
Tom: I think you know it when you feel it.

Scene berikutnya lalu bercerita tentang perjalanan cinta Tom-Summer dari saat mereka pertama kali berciuman di dekat mesin fotocopy pada hari ke-31, berjalan-jalan ke IKEA untuk melihat wastafel dan spring bed dan berpura-pura itu rumah mereka, berjalan-jalan melihat bangunan kota, lalu hari-hari saat mereka bertengkar dan berbaikan lagi, hingga hari di mana Tom menyadari bahwa antara harapan dan kenyataan ternyata berbeda sama sekali. Summer mengundangnya datang ke pesta bukan untuk melanjutkan kisah cinta mereka. Sebaliknya pada hari itu Summer bertunangan dengan pria lain.

Di akhir cerita Summer menjelaskan pada Tom bahwa ia tidak pernah merasa yakin bahwa Tom adalah jodohnya, bahkan pada saat mereka masih bersama. Summer lalu bercerita bahwa pertemuannya dengan pria yang sekarang menjadi suaminya juga tidak terbayangkan olehnya. Ia tengah membaca buku Dorian Gray dan seorang pria bertanya padanya tentang isi buku itu. Tidak pernah terbayang oleh Summer dan ia sendiri terkejut karena ia tadinya adalah gadis yang tidak ingin menjadi kekasih siapa pun dan sekarang ia adalah seorang isteri. Summer berkata bahwa hal ini memang sudah ditakdirkan. Scene ini terasa agak mengharukan. 

Berikutnya pada hari Rabu di tanggal 23 Mei, Tom yang telah berhenti bekerja sebagai pembuat kartu ucapan datang untuk wawancara kerja di sebuah gedung dan tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis yang akan menjadi kompetitornya. Mereka lalu berbincang dan gadis itu mengatakan pernah melihat Tom di Angelus Plaza saat melihat bangunan kota. Tom yang lalu dipanggil masuk ke ruangan untuk bertemu dengan pewawancaranya lalu menawari gadis itu untuk minum kopi bersama setelah itu. Meski sebelumnya Tom meyakini bahwa menemukan belahan jiwanya tidak ada hubungannya dengan nasib, takdir atau pun sudah ditakdirkan, tapi hanya sebuah kebetulan; tak urung Tom terhenyak saat gadis itu menyebutkan namanya: Autumn. Seolah hari-harinya bersama Summer memang sudah ditakdirkan berakhir karena ia akan bertemu dengan Autumn. Di antara banyak nama, Tom justru bertemu dengan gadis bernama Autumn yang juga nama sejenis musim.

Secara keseluruhan, film ini tidak saja ringan untuk ditonton karena plotnya yang mengalir lancar dan mudah diikuti, tapi penyuka film komedi-romantis yang sarat dialog yang "dalam" akan dipuaskan dengan narasi film ini, juga dialog-dialognya. Seperti yang sudah diungkapkan di awal, film ini memang bukan sebuah kisah cinta, tapi sebuah cerita tentang cinta.

* Gambar dipinjam dari Wikipedia.

6 komentar:

merry go round mengatakan...

Beru berani komentar sama film yang udah ditonton juga ;)

Waktu kehabisan tiket ini di JIFFest rasanya sediiiihhhh banget. Penasaran abis sama ceritanya dan pemerannya (Zoey Deschanel keren). Film ini bukan cuma ngasih cerita yang keren, tapi cara bertutur yang beda banget dengan film kebanyakan. Tambah suka deh jadinya.

Lebih surprise lagi waktu liat Joseph-Gordon Levitt main di Inception. Totally different! Jadi orang jahat yang misterius, justru bikin dia kelihatan tambah seksi. Hahaha, gara2 Inception bener2 jatuh cinta setengah mati sama Joseph-Gordon Levitt.

Selvia Lusman mengatakan...

@merrygoround aka Rossa: Hehe... Wajah tirus Joseph-Gordon Levitt memang seksi koq.

~ jessie ~ mengatakan...

Kayaknya saya sempet posting comment deh disini.. ga masuk yah? ;(

Selvia Lusman mengatakan...

@Jessie: Komentarmu ngga masuk. Ngga ada di daftar komentar yang belum dimoderasi. Komentar lagi aja. Hehe...

~ jessie ~ mengatakan...

Hehehehe, wokeh. Waktu itu kalo ga salah inget aku comment tentang adegan favoritku, yaitu waktu si Tom dan Summer ada di taman duduk berdua dan mereka maen keras-kerasan ngomong "P*NIS!" I juz love the character of Summer! ;D

Selvia Lusman mengatakan...

@Jessie: Haha... Ya, Summer gokil banget. Tom sampai malu waktu orang-orang ngeliat ke arah mereka.