Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Sabtu, 19 Maret 2011

Review Film The Fighter

Film ini dibuka dengan setting di Lowell, Massachusetts di tahun 1993 di mana kakak-beradik Micky Ward (Mark Wahlberg) dan Dicky Eklund (Christian Bale) tengah diambil gambarnya untuk film yang akan diputar di HBO. Film ini merupakan film dokumenter tentang Dicky yang pada 18 Juli 1978 berhasil mengalahkan Sugar Ray Leonard pada sebuah pertandingan tinju di Boston, Massachusetts. Film lalu bergulir menceritakan tentang Dicky yang menjadi pelatih tinju untuk Micky. Sayangnya Dicky yang pecandu narkoba terlambat datang untuk melatih Micky padahal sebelumnya kru HBO telah berkeliling bersama mereka ke lingkungan sekitar rumah mereka dan ke sasana tinju tempat Micky berlatih untuk mengambil gambar. Micky akan bertanding melawan Mungin.

Saat hari pertandingan, Micky ternyata kalah dari Mungin. Ia merasa malu karena sebelumnya telah berjanji pada puterinya, Kasey untuk membawanya tinggal bersamanya setelah mendapatkan uang jika ia memenangkan pertandingan. Selama ini Kasey tinggal bersama mantan isteri Micky. Micky juga tidak jadi menelepon Charlene Fleming (Amy Adams), gadis yang telah lama disukainya padahal ia telah berjanji untuk mengajak Charlene pergi makan malam dan menonton bioskop. Justru Charlene yang mendatangi tempat Micky tinggal dan menagih janjinya. Saat akhirnya mereka pergi makan malam, Micky sengaja mengajak Charlene ke tempat yang terasing karena Micky tidak ingin bertemu dengan orang yang dikenalnya sebab ia masih belum bisa mengatasi rasa malu akibat kegagalannya.

Sejak dekat dengan Charlene, Micky pun menghilang selama tiga minggu dan tidak menemui keluarganya. Dengan ibunya sebagai manager dan Dicky sebagai pelatihnya, Micky merasa karirnya tidak akan berkembang; karena itu Micky menolak bertanding lagi. Keputusannya didukung oleh Charlene yang langsung dimusuhi oleh seisi keluarga Micky.

Dicky lalu berpura-pura sebagai polisi dan menangkap basah pria hidung belang yang menjadi korbannya saat berhubungan dengan pelacur untuk kemudian menyita harta si korban. Saat melakukannya untuk kedua kalinya, Dicky dilaporkan oleh korban terdahulu dan dikepung polisi. Dicky melawan dan lari ke bar tempat Micky, Charlene dan keluarganya berkumpul. Micky yang mencoba membela Dicky ikut ditangkap, bahkan tangannya dipukuli dengan pentung oleh salah satu oknum polisi. Dicky dan Micky pun dijebloskan ke dalam penjara. Setelah melewati persidangan, Micky dibebaskan sementara Dicky harus mendekam di dalam sel hingga masa hukumannya selesai.

Micky yang merasa usianya kian bertambah memutuskan untuk tidak menunggu Dicky keluar dari penjara. Setelah cidera pada tangannya pulih, Micky lalu menerima Sal LoNano (Frank Renzulli) sebagai managernya yang baru untuk menggantikan ibunya. Hal ini sempat menimbulkan pertengkaran hebat antara ibu dan saudara-saudara perempuannya dengannya dan Charlene yang dianggap telah mempengaruhi Micky hingga berpaling dari keluarganya sendiri. Pada pertandingan melawan Hernandez di Hampton Beach Casino di New Hampshire, Micky menang di ronde keempat. Kemenangan terus diraih Micky saat melawan Manetti dan Collins.

Sebelum pertandingan melawan Alfonso Sanchez, lawan yang tangguh baginya, Micky mengunjungi Dicky di penjara. Dicky lalu memberinya saran bagaimana mengalahkan Sanchez. Sayangnya Micky salah paham dan mengira Dicky iri karena saran yang diberikan Dicky berbeda dengan strategi yang diajarkan pelatihnya. Kunjungan Micky berakhir dengan pertengkaran di antara keduanya. Saat akhirnya menghadapi Sanchez, Micky sempat kalah telak. Pada akhirnya ia mengikuti saran Dicky dan berhasil mengalahkan Sanchez.

Keadaan makin rumit saat Dicky akhirnya dibebaskan. Micky menolak menerima Dicky lagi sebagai pelatihnya. Keluarganya pun merasa kecewa padanya. Namun pada akhirnya Micky mengaku juga bahwa kemenangannya melawan Sanchez adalah karena saran Dicky. Giliran pelatihnya dan Charlene yang marah pada Micky. Akhirnya Dicky yang berinisiatif bicara pada Charlene agar mereka semua berkompromi. Pada akhirnya Micky berhasil merebut gelar juara dunia setelah berhasil mengalahkan Shea Neary.

Di bagian akhir film diceritakan bahwa Micky melewati tiga kali "pertarungan epik" melawan Arturo Gatti. Ia pensiun dari dunia tinju pada tahun 2003 dan menikahi Charlene pada tahun 2005. Mereka hidup di Lowell dengan putrinya, Kasey. Dicky mempertahankan statusnya sebagai legenda lokal dan melatih para petinju di gym milik saudaranya.

Scene yang menurut saya lucu adalah saat Micky hampir tertidur selama menonton film bersama Charlene dan saat Micky meminta Dicky juga bicara pada pelatihnya, O'Keefe agar mau kembali melatihnya. Sedang scene yang menyentuh adalah saat Dicky menyanyikan lagu I Started A Joke untuk menghibur ibunya yang kecewa pada anak-anak lelakinya. Scene lainnya adalah saat Micky akhirnya berhasil merobohkan Neary setelah sebelumnya terpojok di ring selama pertandingan.

Film yang diangkat berdasarkan biografi Micky Ward ini telah menghantar Christian Bale untuk mendapatkan penghargaan Oscar di kategori Actor in a Supporting Role untuk perannya di film ini dan Melissa Leo yang berperan sebagai ibu Micky di kategori Actress in a Supporting Role. Amy Adams yang berperan sebagai Charlene juga sempat masuk nominasi di kategori yang sama dengan Leo. Meski perannya di film ini berbeda jauh dengan peran-peran lain yang pernah dibawakannya (Adams lebih sering kita temukan dalam film bergenre komedi romantis), ia cukup meyakinkan dalam mentranformasi dirinya dari gadis manis di Leap Year menjadi Charlene yang tanpa ragu menjotosi wajah saudara perempuan Micky yang menyerangnya. Jika diberi kesempatan, Adams masih bisa mengeksplorasi aktingnya hingga suatu hari nanti piala Oscar itu akan jatuh juga ke tangannya. Sayang sekali pemeran utama film ini, Mark Wahlberg justru tidak masuk nominasi. Secara keseluruhan, film ini tidak berat untuk ditonton dan secara mengejutkan, juga menghibur.

* Gambar dipinjam dari Wikipedia.

5 komentar:

Ronny Dee mengatakan...

Film yang bagus nih dan Bale memang selalu total kalau berakting jadi layak diganjar Oscar. Thanks buat reviewnya, ya.

eha mengatakan...

jadi keinget 'rocky'nya stallone.
boleh juga nonton tinju2an, tapi seneng banget sih enggak

Selvia Lusman mengatakan...

@Ronny: You're welcome. Thanks buat komentarnya :-) @eha: Hehe... Mark Wahlberg lebih cute dari Stallone koq

mama pat mengatakan...

Kalau beli, pat suka yang disney, kalau nonton di tv, asal gak sulit dimengerti apa saja pat suka, apalagi kalau bahasanya inggris.

Selvia Lusman mengatakan...

@mama pat: Thanks sudah berkunjung ke blog ini :-)