Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 04 Februari 2011

Review Film Hachiko Monogatari

Film yang diproduksi pada tahun 1987 ini adalah versi asli dari film Hachi: A Dog’s Tale yang dirilis pada tahun 2009 yang dibintangi oleh Richard Gere dan merupakan versi Hollywood-nya.  Ber-setting di kota Odate pada tahun 1923, pada tanggal 16 Desember 1923 sebuah keluarga yang anjingnya baru melahirkan kemudian membagi-bagikan anak-anak anjing itu. Salah satunya adalah seekor anak anjing yang dikirim melalui kereta. Karena perjalanan jauh, anak anjing itu tertidur dan dikira mati oleh orang yang bertugas mengambil anak anjing itu di stasiun Shibuya. Anak anjing yang kemudian dinamai Hachi itu lalu diadopsi oleh keluarga seorang dosen. Terbukti Hachi bangun dan tidak mati setelah disodorkan semangkuk susu.

Sebagai seekor anak anjing Hachi cukup nakal, ia merusak taman tuannya. Berhubung tuan Hachi sangat sayang padanya, tuannya malah memarahi pekerjanya dan melarangnya untuk memukul Hachi. Hachi pun bertumbuh besar dan memiliki kebiasaan unik. Ia selalu mengantar tuannya ke stasiun karena tuannya memang selalu menggunakan kereta untuk pergi bekerja. Tak heran tuannya selalu merawatnya dengan baik dengan mencari kutu di badan Hachi dan memandikannya dengan air panas, bahkan mandi satu bath tub dengan tuannya. Bahkan saat cuaca tidak bersahabat, tuannya menggendong Hachi dari kandangnya di luar rumah ke dalam. Hachi lalu dikeringkan dan dibawa berdiang, lalu tuannya menemani Hachi tidur di sofa. Pendeknya, Hachi selalu diperlakukan dengan baik oleh tuannya.

Saat tuannya tiba-tiba meninggal, maka Hachi pun kehilangan sahabat terbaiknya. Ia lalu diberikan kepada salah satu paman dari isteri tuannya di Asakusa. Sayangnya, tidak seperti pemilik sebelumnya, Hachi dibiarkan telantar dan selalu diikat sepanjang hari. Maka suatu hari Hachi lalu melarikan diri dan kembali ke rumah mendiang tuannya. Tidak mengetahui apa yang terjadi pada Hachi, isteri almarhum tuannya lalu mengembalikan Hachi ke rumah pamannya di Asakusa. Saat Hachi kembali lari dan pulang ke rumah tuannya yang ternyata telah dijual, Hachi pun diusir oleh pemilik yang baru, bahkan kandang Hachi dijadikan kayu bakar.

Kasihan dengan nasib Hachi, salah satu tetangga tuannya yang terdahulu lalu mengadopsi Hachi. Sayangnya tuannya yang baru lalu meninggal juga, dan isteri tuannya lalu pindah rumah, sehingga Hachi kembali telantar. Maka hingga sisa hidup Hachi, ia pun tinggal di stasiun Shibuya, tempat ia selalu mengantar tuannya yang pertama pergi bekerja sebelum meninggal. Hachi mati pada 8 Maret 1935.

Scene yang paling mengharukan dari film ini adalah saat Hachi meronta dari rantai yang mengikatnya, lalu berlari mengikuti mobil yang membawa jenazah tuannya. Mungkin karena saya sudah terlebih dahulu menonton Hachi: A Dog's Tale, maka film ini tidak terlalu menguras air mata. Bagaimana pun versi original ini memenangkan penghargaan Genesis Award 1988 di kategori feature film dan Mainichi Film Concours 1988 di kategori Best Art Direction.

* Gambar Hachi dipinjam dari Wikipedia

7 komentar:

merry go round mengatakan...

Hachiko yang ini lebih menyentuh dibanding yang versi Hollywood. Paling banjir air mati pas Hachi diiket di kandang dan menggonggong terus, sementara jenasah tuannya disemayaman di ruang tengah. Trus pas rantai Hachi lepas dan dia ngejar mobil iring-iringan jenasah. Huhuhuuu... setia banget ya dia.

Ronny Dee mengatakan...

Kisah anjing setia seperti Hachi ini sangat luar biasa, antara cinta dan setia terhadap tuannya menjadi suatu kombinasi keunikannya yang sangat inspiring dan mengharukan :)

Grace Receiver mengatakan...

@Rossa: Ya, saya juga nangis di scene yang ini. Sedih banget. @Ronny: Ya, mengharukan banget. Kasihan nasib Hachi jadi telantar setelah tuannya meninggal.

Calvin mengatakan...

se7 .. ini film yang Darama yang sangat haru, tapi banyak memberi inspirias, seperti Balto kalo yang kartun .. si anjing penarik kereta salju luncur yang menyelamatkan nyawa di 1 desa di Canada kalo tidak salah ..

Selvia Lusman mengatakan...

@Calvin: Wah, saya belum pernah nonton film tentang Balto. Thanks info dan kunjungannya :-)

hizkian mengatakan...

Permisi kawan-kawan sekalian. Saya sedang mencari script asli/storyboardnya hachiko monogatari untuk skripsi saya. Ada yang bisa bantu saya untuk temukan linknya atau ada yang punya tolong hubungi saya dhizkian@gmail.com

Selvia Lusman mengatakan...

@Hizkian: Setahu saya film ini berbahasa Jepang (saya tidak tahu apa ada versi yang sudah di-dubbing ke bahasa Inggris), karena itu andai pun ada web yang menyediakan script-nya, rasanya memakai tulisan kanji. Tapi kalau cuma sinopsisnya, mungkin di IMDB atau Wikipedia ada.