Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Sabtu, 12 Februari 2011

How to Spend Valentine with Ten Movies

Valentine memang identik dengan bunga, cokelat, balon berbentuk hati, boneka beruang, dan warna pink. Selain itu, Valentine juga identik dengan film-film romantis yang kerap diputar di televisi selama bulan Februari, khususnya saat menjelang Valentine. Berikut adalah sepuluh film yang saya rasa akan menambah suasana Valentine Anda akan terasa lebih berwarna:

Paris, je t'aime / Paris, I Love You (2006)
Film yang terdiri dari 18 cerita ini semuanya ber-setting di kota Paris merupakan proyek gabungan para penulis dan sutradara. Beberapa di antaranya sangat menyentuh. Salah satunya adalah cerita kelima (Loin du 16e) tentang ibu muda bernama Ana yang harus bangun sangat pagi setiap harinya. Ia lalu menitipkan bayinya di tempat penitipan anak. Saat bayinya menangis, ia menyanyi dan menggerakkan tangannya untuk menenangkan bayinya. Selanjutnya ia meninggalkan bayinya untuk pergi bekerja. Ia harus menempuh beberapa kali perjalanan dengan kereta bawah tanah dan bis kota untuk bisa sampai di rumah atasannya di mana ia bekerja sebagai pengasuh bayi. Sementara ia meninggalkan bayinya di tempat penitipan anak, ia menyanyi dan menenangkan bayi yang diasuhnya.

Saya juga menyukai cerita ke-18 (14e arrondissement) tentang seorang wanita setengah baya yang bepergian sendirian ke Paris. Ia sebatang kara di dunia ini dan tidak memiliki siapa pun. Saudara perempuan dan ibunya sudah meninggal lebih dulu. Ia mengunjungi menara Eiffel dan pemakaman tempat penulis-penulis terkenal dimakamkan. Saat ia beristirahat untuk makan siang di sebuah taman, ia memperhatikan orang lain di sekitarnya, lalu menyadari betapa ia benar-benar sendirian. Ia lalu diliputi perasaan sedih sekaligus senang dan menamai perasaan itu sebagai “hidup”, dan pada saat itu ia sampai pada kesimpulan bahwa pada saat itu, ia telah jatuh cinta pada Paris.

Masih banyak cerita lainnya yang juga menyentuh, tapi saya menangis di dua cerita ini. Anda harus menonton sendiri film ini dan memutuskan yang mana yang paling Anda sukai. Sama seperti Paris yang romantis, film ini terasa penuh romansa. Setiap cerita dengan detilnya bercerita dengan sederhana dan apa adanya. Seperti sebuah puzzle Anda harus menontonnya secara utuh untuk mengetahui di mana letak keindahannya. Gambar dipinjam dari Wikipedia

What A Girl Wants (2003)
Daphne Reynolds (Amanda Bynes) sejak kecil tinggal di Chinatown, New York. Setiap kali ulang tahunnya tiba, Daphne selalu meminta ibunya, Libby (Kelly Preston) bercerita tentang ayahnya.

Saat Libby masih muda, ia bercita-cita menjadi penyanyi. Ia bertemu dengan Henry (Colin Firth), bangsawan Inggris bergelar Lord Dashwood di Maroko. Mereka saling jatuh cinta dan menikah di sana. Sayangnya sewaktu Henry membawa Libby ke Inggris untuk bertemu orang tuanya dan meresmikan pernikahan mereka, ayah Henry tiba-tiba meninggal. Tanpa sepengetahuan Henry, Alistair Payne (Jonathan Pryce), penasihatnya bicara pada Libby dan memintanya untuk meninggalkan Henry karena Libby yang rakyat jelata dan bukan orang Inggris dinilai Alistair akan merusak citra Henry dan menghancurkan karir politiknya. Maka tanpa berpamitan pada Henry, Libby yang tengah mengandung Daphne lalu pulang ke negaranya dan membesarkan anaknya tanpa pernah memberitahu Henry bahwa ia mempunyai seorang puteri.

Saat beranjak remaja, Daphne bekerja bersama ibunya di acara pesta pernikahan. Daphne biasa bekerja sebagai pelayan, sementara ibunya menjadi wedding singer. Tiap kali melihat mempelai perempuan berdansa dengan ayahnya, Daphne selalu sedih. Ia jadi teringat ayahnya sendiri yang tidak pernah ia temui seumur hidupnya. Ia hanya tahu wajah ayahnya dari foto yang diberikan ibunya dan dari internet. Henry saat itu tengah mengincar jabatan sebagai perdana menteri dan menjadi sorotan media.

Tak sanggup lagi menahan kerinduannya akan sosok ayah, Daphne tanpa menghiraukan larangan ibunya nekat berangkat ke Inggris untuk mencari ayahnya. Saat berteduh dari hujan, Daphne berkenalan dengan Ian (Oliver James), seorang vokalis yang kerap mengisi acara pesta bersama bandnya. Berkat dorongan Ian, Daphne yang sempat ragu akhirnya membulatkan tekad untuk menemui ayahnya. Maka Daphne pun mendatangi kediaman ayahnya. Gagal masuk lewat pintu depan, Daphne berhasil masuk lewat pintu belakang dengan memanjat tembok yang ditutupi tanaman merambat. Clarissa (Christina Cole), anak tiri Henry yang pertama memergoki Daphne. Ia lalu mengadukannya pada ibunya, Glynnis (Anna Chancellor), tunangan Henry. Daphne pun dikira paparazzi. Tapi saat Henry menyadari usia Daphne yang masih belia, ia mengira Daphne groupies yang ingin melihat kediamannya dari dekat. 

Setelah tahu bahwa Daphne adalah anaknya dari Libby, Henry terkejut dan tidak percaya. Daphne yang kecewa dengan reaksi ayahnya ingin segera pergi, tapi dicegah oleh neneknya, Jocelyn (Eileen Atkins) yang memintanya tinggal bersama mereka. Daphne setuju karena ia memang ingin mengenal ayahnya. Sayangnya Glynnis dan Clarissa tidak menyukai kehadiran Daphne dan meski keduanya berusaha menjatuhkan citra Daphne di mata ayahnya, Henry tetap bersikap kebapakan. Meski begitu Daphne terpaksa mengubah penampilan dan caranya bersikap setelah perolehan suara ayahnya turun akibat kelakuannya yang dimuat di koran-koran Inggris. Belakangan Ian menjauh dari Daphne karena ia merasa gadis itu telah berubah menjadi sosok hipokrit. 

Menyadari kesalahannya, Daphne akhirnya memilih kembali ke Amerika bersama Libby yang datang menjenguknya karena ia tidak ingin kehilangan jati dirinya. Henry yang merasa kehilangan akhirnya memilih mengundurkan diri dari pemilihan meski ia unggul dalam perolehan suara. Keputusannya itu membuat berang Alistair sehingga tanpa sengaja membeberkan rahasianya sendiri yang telah meminta Libby meninggalkan Henry belasan tahun silam. Henry yang marah lalu menjotos Alistair dan memutuskan pertunangannya dengan Glynnis, anak Alistair. Sesuai saran ibunya, Henry lalu menyusul Daphne, bahkan membawa serta Ian. Henry lalu menikahi Libby untuk kedua kalinya. Daphne dan Ian juga berbaikan.

Meski film ini tidak banyak menyoroti hubungan Henry-Libby dan lebih banyak menuturkan hubungan ayah-anak antara Henry dan Daphne, tapi secara keseluruhan film ini cukup lucu dan menghibur. Gambar dipinjam dari Wikipedia.

The Prince and Me 2: The Royal Wedding (video 2006)
Sekuel kedua dari film The Prince and Me ini masih berkisah tentang Pangeran Edward (Luke Mobly), putra mahkota kerajaan Denmark yang berniat menikahi Paige (Kam Heskin). Sayangnya niatnya terhalang, karena menurut peraturan, jika seorang pangeran menikah dengan rakyat jelata (bukan keturunan bangsawan), ia harus menyerahkan takhtanya. Belum lagi ulah Puteri Kirsten (Clemency Burton-Hill) dan ayahnya yang berusaha menjatuhkan citra Paige melalui tabloid gosip. Tidak tahan terus-menerus dipermalukan, Paige akhirnya memutuskan berpisah dari Edward.

Sebagai syarat untuk menerima takhta sebagai raja, Edward setuju menikahi Kirsten, tapi tepat pada saat hari pernikahannya, Edward berubah pikiran dan mencari Paige. Edward telah siap menyerahkan takhtanya; sementara Paige menemukan celah untuk membuat Edward dapat mempertahankan takhtanya. Edward pun berhasil menikahi Paige. Kirsten yang tidak bisa menerima kenyataan mengamuk saat seremoni pernikahan Edward-Paige dilangsungkan.

Meski jalan cerita dalam film ini mudah ditebak, tapi cukup menghibur. Jika dalam sekuel pertama tokoh Paige diperankan oleh Julia Stiles, dalam sekuel kedua ini tokoh Paige digantikan oleh Kam Heskin. Sekuel film ini masih terus berlanjut dengan dibuatnya The Prince and Me 3: A Royal Honeymoon (2008) dan The Prince and Me 4: The Elephant Adventure (video 2010). Gambar dipinjam dari sini.

Definetely, Maybe (2008)
Will Hayes (Ryan Reynolds) harus meninggalkan tempat kelahirannya di Wisconsin menuju New York untuk mendukung kampanye Clinton pada 1992. Will pun harus meninggalkan kekasihnya, Emily (Elizabeth Banks). Di New York, Will berteman dengan Summer (Rachel Weisz) yang juga teman Emily. Saat Emily akhirnya menyusul Will ke New York, Will pun melamar Emily. Di luar dugaan, ternyata Emily datang untuk memutuskan hubungannya dengan Will. Karena persamaan nasib, Will akhirnya menjalin hubungan dengan Summer yang juga dicampakkan kekasihnya. Sayangnya, karena perbedaan aspirasi politik, hubungan mereka pun harus berakhir. Sementara itu, April (Isla Fisher), rekan kerja Will merasa kecewa karena cintanya pada Will bertepuk sebelah tangan. Will kembali pada Emily dan menikahinya. Dari pernikahan itu, lahir Maya.

Pernikahan Will tidak bertahan lama. Ia bercerai dengan Emily. Will akhirnya memutuskan untuk mencari April. Sayangnya, April sudah jera berurusan dengan Will, maka Will pun kembali patah hati. Tidak ingin melihat ayahnya merana, Maya mendesak Will untuk mengungkapkan bagaimana perasaan yang dipendamnya terhadap April.

Meski film ini bergenre komedi romantis, penulis script-nya (Adam Brooks) yang sekaligus menyutradarai film ini berusaha menggarap ceritanya serealistis mungkin. Plotnya membumi dan dialognya tidak berbunga-bunga. Gambar dipinjam dari Wikipedia.

27 Dresses (2008)
Jane (Katherine Heigl) sejak berusia 8 tahun telah menganggap wedding planner sebagai panggilan hidupnya. Apalagi sejak kematian ibunya, ia harus mengasuh adik perempuannya, Tess (Malin Akerman). Jane terlalu sibuk mengurusi pernikahan teman-temannya hingga tak sempat mengejar kebahagiaannya sendiri. Kevin (James Marsden), penulis yang sinis menjadikan Jane subyek tulisannya karena Jane telah 27 kali menjadi pendamping perempuan tapi tidak juga menikah. Ia menuduh Jane takut berkomitmen; karena itu ia sengaja mengalihkan perhatiannya kepada pernikahan orang lain agar tidak perlu menghadapi ketakutannya. Jane yang gusar dengan tulisan Kevin tambah tertekan setelah George, atasannya yang diam-diam ia sukai sejak lama malah melamar Tess. Terlebih Jane tahu Tess sengaja berpura-pura sebagai pecinta anjing dan vegetarian untuk memikat George. Jane lalu membongkar kebohongan Tess, tapi setelah Tess batal menikah, Jane menyesal. Belakangan ia menyadari bahwa yang dicintainya bukan George, tapi Kevin. Jane pun berbaikan dengan Tess.

Meski plot film ini lucu, tapi tidak istimewa. Saya sendiri lebih suka peran Heigl sebagai dr Isobel Stevens di Grey's Anatomy daripada perannya sebagai Jane di film ini. Saat scene Jane pingsan, Kevin sempat berujar "stat" saat menolongnya, mengingatkan penonton bahwa di Grey's Anatomy Heigl yang biasanya mengucapkan "stat". Cukup lucu, tapi juga mengganggu. Dari peran dokter cerdas dalam Grey's Anatomy, Heigl menjelma menjadi Jane yang terkesan agak depresi. Gambar dipinjam dari Wikipedia.

Dan in Real Life (2007)
Dan Burns (Steve Carell) adalah seorang kolumnis yang mengasuh rubrik parenting. Suatu hari, ia dan ketiga anak perempuannya mengunjungi Rhode Island untuk berkumpul dengan keluarga besarnya. Di sebuah toko buku, Dan berkenalan dengan Marie (Juliette Binoche) yang membuatnya jatuh cinta lagi setelah sekian tahun berkabung karena kematian isterinya. Sayangnya, Marie ternyata adalah kekasih Mitch (Dane Cook), saudara kandung Dan; maka Dan pun dihadapkan pada dilema, mementingkan cinta atau keluarga besarnya? Belum lagi, Dan harus menghadapi masalah lainnya, dari tawaran pekerjaan, wawancara dan ketiga anaknya. Jane (alison Pill), Anaknya yang sulung jengkel pada Dan karena ayahnya tidak juga mengijinkannya membawa mobil meski telah memiliki SIM. Cara (Brittany Robertson), Anaknya yang kedua marah padanya dan menyebutnya "murderer of love" karena melarangnya berpacaran dan Dan juga membuat Lily (Marlene Lawston), anak bungsunya sedih karena perhatiannya terpecah akibat rasa cemburunya melihat hubungan Mitch-Marie. Film ini tidak hanya lucu, tapi sarat dengan nilai-nilai kekeluargaan; satu hal yang tidak selalu dapat kita temukan dalam sebuah film komedi. Gambar dipinjam dari Wikipedia.

The Accidental Husband (2008)
Di film ini Uma Thurman berperan sebagai Dr Emma Llyoid, pembawa acara radio dan penulis buku "Real Love". Sophia, tunangan Patrick (Jeffrey Dean Morgan) adalah salah seorang pendengar setia acara yang dibawakan oleh Emma. 

Setelah mendapat saran dari Emma, Sophia lalu membatalkan rencana pernikahannya dengan Patrick. Patrick yang merasa kesal terhadap Emma lalu membalas kekesalannya dengan meng-hack data di catatan sipil sehingga ia seolah-olah telah menikah dengan Emma. Sementara itu, Emma yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan Richard (Colin Firth) jelas terkejut. Untuk menjernihkan masalah, Emma berinisiatif menemui Patrick. Masalah jadi makin rumit ketika Emma dan Patrick saling jatuh cinta. 

Complicated? Tidak juga. Ini adalah sebuah film komedi, jadi tentu saja film ini berakhir dengan HAPPY ENDING. Gambar dipinjam dari Wikipedia.

How to Lose A Guy in Ten Days (2003)
Film ini bercerita tentang Andie Anderson (Kate Hudson) yang bekerja di majalah wanita Composure. Untuk menolong temannya, Michelle (Kathryn Hahn) yang tengah patah hati dan kisah hidupnya ingin dipakai Lana Jang (Bebe Neuwirth) sebagai sumber artikel di edisi Composure berikutnya, Andie jadi terpaksa menulis artikel berjudul “How to Lose A Guy in Ten Days”, padahal tadinya Andie hanya ingin melindungi Michelle agar tidak kehilangan pekerjaannya sebab Michelle tidak bisa produktif menulis setelah dicampakkan kekasihnya.

Sementara itu Benjamin Barry (Matthew McConaughey) yang bekerja di advertising mengincar klien besar yang ingin mengiklankan produk berlian. Ben yang bersaing dengan dua wanita lain yang juga mengincar klien yang sama akhirnya terpaksa memenuhi taruhan yang diajukan kedua saingannya. Ben harus membuat Andie jatuh cinta padanya dalam sepuluh hari. Jika Ben yang menang taruhan, maka ia yang mendapatkan kontrak; sebaliknya jika gagal, ia akan kehilangan kontrak.

Sama-sama manipulatif, Andie dan Ben pun mulai berkencan. Andie menjadikan Ben subyek tulisannya, sementara Ben menjadikan Andie taruhan untuk memenangkan kontrak. Tanpa direncanakan, keduanya saling jatuh cinta. Saat kebohongan keduanya terbongkar tanpa sengaja, mereka pun sama-sama terluka. Saat salah satu teman Ben menunjukkan artikel yang ditulis Andie, Ben pun mengejar Andie yang baru saja berhenti dari pekerjaannya dan akan pergi ke Washington untuk wawancara kerja. Mereka pun berbaikan dan melanjutkan lagi hubungan mereka. 

Film ini lucu dan segar. Bukan saja karena plotnya, tapi juga karena kedua pemeran utamanya. Baik Kate Hudson maupun Matthew McConaughey memang bukan kali ini saja memerankan film bergenre komedi romantis. Sebelumnya Kate Hudson telah bermain dalam genre serupa dalam About Adam (2001) dan Le Divorce (2003); sedang Matthew McConaughey sempat beradu akting dengan Jennifer Lopez dalam The Wedding Planner (2001). Gambar dipinjam dari Wikipedia.

Head Over Heels (2001)
Setelah Amanda Pierce (Monica Potter) mengetahui perselingkuhan kekasihnya dengan seorang supermodel, ia pun memilih untuk pindah apartemen. Sialnya keempat teman seapartemennya semuanya adalah supermodel. Mereka mengklaim diri sendiri sebagai supermodel terakhir yang tidak merokok dan begitu mengetahui Amanda juga tidak merokok, mereka malah memperlakukan Amanda dengan baik. Keempat teman barunya itu adalah Jade (Shalom Harlow), Roxana (Ivana Milicevic), Candi (Sarah O'Hare), dan Holly (Tomiko Fraser).

Tidak seperti bayangan Amanda sebelumnya, meski keempat teman barunya memiliki banyak teman pria dan tidak perlu merogoh kocek karena selalu ada pria-pria yang dengan senang hati mentraktir mereka, ternyata mereka tidaklah sesempurna yang dikira Amanda selama ini. Mereka masih merasa ada yang salah dengan diri mereka, mulai dari merasa bagian tubuh mereka asimetris hingga terobsesi untuk melakukan operasi untuk memperbaiki bagian tubuh mereka yang dianggap tidak sempurna. Keempatnya juga memiliki kebiasaan aneh mengintip Jim Winston (Freddie Prinze, Jr), tetangga mereka saat sedang berolahraga dari jendela apartemen.

Setelah mengetahui Amanda menyukai Jim, keempat teman barunya sepakat membantunya. Mulai dari mendandani Amanda sehingga tampak seperti supermodel hingga bersama-sama Amanda menerobos masuk ke apartemen Jim setelah Amanda tanpa sengaja melihat Jim membunuh seorang wanita. Saat Jim tiba-tiba pulang, keempat teman Amanda terpaksa bersembunyi di balik bathtub yang tertutup tirai dan menahan mual saat Jim buang hajat. Amanda lebih beruntung karena ia bersembunyi di bawah meja. Belakangan mereka baru mengetahui bahwa "pembunuhan" yang mereka lihat hanya rekayasa belaka, karena Jim yang bernama asli Bob Smoot adalah polisi yang tengah menyamar untuk membongkar penyelundupan berlian. Meski Amanda sempat kecewa pada Bob yang telah berbohong padanya tentang identitasnya, tapi akhirnya ia kembali berbaikan dengan Bob.

Film ini lucu dan menghibur, meski scene saat keempat teman Amanda terpaksa bersembunyi di balik bathtub saat Bob buang hajat cukup menjijikkan. Scene yang lucu adalah saat Amanda tiba-tiba terjatuh karena lututnya lemas setiap berdekatan dengan Bob. Di akhir film, giliran Bob yang terjatuh karena lututnya lemas saat berdekatan dengan Amanda. Gambar dipinjam dari Wikipedia.

Far and Away (1992)
Saat ayahnya dibunuh dan rumahnya dibakar, Joseph Donnelly (Tom Cruise) berniat membalas dendam pada tuan tanah Daniel Christie (Robert Prosky). Sayangnya belum lagi niatnya kesampaian, ia dipergoki oleh Shannon (Nicole Kidman), anak perempuan Daniel. Karena Shannon berteriak, maka malah Joseph yang ditangkap oleh Stephen Chase (Thomas Gibson), tangan kanan Daniel. Belakangan Joseph baru mengetahui bahwa yang bertanggungjawab atas pembunuhan dan pembakaran rumahnya adalah Stephen.

Sementara itu Shannon melihat Daniel sebagai jalan keluarnya. Setelah mencuri peralatan makan ibunya yang terbuat dari perak, ia berhasil meyakinkan Daniel untuk menjadi bawahannya dan bersama-sama melarikan diri ke Amerika. Shannon yang memang tidak menyukai Stephen enggan menjadi isterinya dan malah mengejar mimpinya untuk mendapatkan tanah di Amerika.

Sampai di Amerika, Shannon yang naif pun tertipu. Semua peralatan makan yang dicurinya dari ibunya dicuri orang. Kasihan dengan nasib Shannon, Joseph yang bekerja sebagai petinju mengklaim Shannon sebagai adik perempuannya, sehingga mereka diberi tempat berteduh oleh atasan Joseph, meski di lingkungan kumuh yang jauh dari bayangan Shannon akan Amerika. Karena keseharian mereka, keduanya menjadi dekat. Belakangan Joseph dan Shannon sama-sama dilemparkan ke jalan karena Joseph memukul klien penting atasannya saat orang itu mengganggu Shannon. Dalam keadaan lapar dan kedinginan, keduanya berniat berteduh dari hujan salju dengan memasuki sebuah rumah. Sayangnya si pemilik rumah mengetahui keberadaan mereka dan menembak Shannon. Beruntung Stephen yang memang mencari Shannon bersama kedua orang tua gadis itu menemukan dan merawatnya hingga sembuh. Joseph sendiri akhirnya melarikan diri.

Joseph dan Shannon bertemu lagi saat keduanya mengikuti lomba untuk memperebutkan hadiah tanah. Meski Stephen berusaha menghalangi, nyatanya ia tidak berhasil membuat Shannon melupakan Joseph. Keduanya akhirnya memutuskan mengklaim tanah mereka sesuai dengan tanah impian mereka yang berada di dekat sungai dan subur sehingga bisa ditanami. 

Berikut adalah dialog favorit saya di film ini:

Shannon: Look, you've got your land.
Joseph: But all the land in the world means nothing to me without you. l tried to prove myself to you... But l know nothing of books, alphabets... or sun or moon or... All l know... is Joseph loves Shannon. That's all that matters to me.

Gambar dipinjam dari Wikipedia.

8 komentar:

merry go round mengatakan...

Aku juga baru pinjem 10 film untuk weekend ini, baru habis 3 film sampai detik ini.

Dari semua yang direview cuma 3 yang blm sempet ditonton. Semua pilihannya oke juga untuk Valentine :)

Ronny Dee mengatakan...

Oops udah nonton semuanya ya Selvia? Wow, sekali review 10 biji, mantap.

Selvia Lusman mengatakan...

@Rossa: Hehe... Ditunggu ya review 10film yang kamu pinjam. @Ronny: Hehe... Nontonnya nyicil koq, ngga langsung 10film dalam 1hari.

echa mengatakan...

aku cuman prnah ntn prince and me, itupun kynya yg ke3 gitu? ato $ ya? yg mreka keThailand...ada gajah2nya :D
btw hebat udah ntn smua, dan bkin review sbnyak ini, skaligus :D

AB.SatriaTataka mengatakan...

BlogWalking! Happy Vday, Cheers Up.
;)

Selvia Lusman mengatakan...

@Echa: Oh, mungkin yang ke-4 kalau yang ada gajahnya. Saya malah belum nonton sekuel ke-3 dan ke-4 nya. Berarti kamu harus buat review sekuel ke-4 nya nih. Hehe... @Anton: Happy valentine day for you too. Have a romantic day for you and your wife :-)

Agenda ibu rumah tangga mengatakan...

wah..belum nonton semuanya..hehehe, nice ideas nih kalo lagi mau sewa dvd..

Selvia Lusman mengatakan...

@Agenda ibu rumah tangga: Hehe... Nyewa dvd bisa jadi solusi yang bagus berhubung film2 impor bakal raib dari bioskop2 di Indonesia.