Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 17 November 2010

Sebuah Terobosan

Pernahkan Anda berada di suatu keadaan yang statis dan stagnant? Seolah tidak ada cukup ruang untuk maju atau mundur sehingga Anda terpaksa diam di tempat? Seringnya, saat berada pada situasi seperti ini, saya tidak seperti kebanyakan karakter dalam film, yang setelah berdiam diri sejenak, lalu begitu saja terbersit ide untuk melakukan pembaruan drastis yang bisa menyelesaikan semua masalah. 

Menyendiri kadangkala bisa membantu menjernihkan pikiran sehingga kita bisa berpikir lebih baik. Tapi terkadang yang kita perlukan adalah sebuah terobosan. Masalahnya, hal ini seringkali jadi proses yang melelahkan. Dan untuk saya, lucunya saya tidak pernah disemangati oleh kata-kata mutiara atau kalimat-kalimat motivasi, tapi lebih sering karena dialog dalam film atau bahkan dari lirik lagu. Dan yang lebih aneh lagi, lirik lagu yang umumnya menyemangati saya biasanya tidak saya temukan di lirik lagu pop seperti I Believe I Can Fly, When You Believe, atau pop lokal seperti Mengejar matahari dan Melompat Lebih Tinggi. Tanpa bermaksud untuk sok hard core, saya lebih suka lirik lagu rock karena bagi saya jauh lebih realistis dan straight to the point meski bisa tetap puitis. Karenanya saya lebih ringan mengamini The Rasmus dengan In The Shadows, "No sleep. No sleep until I'm done with finding the answer. Won't stop. Won't stop before I find a cure for this cancer. Sometimes I feel like going down and so disconnected. Somehow I know that I am haunted to be wanted." 

Berada pada satu titik di mana kita tidak lagi bisa bergerak, ini sama saja menuju kematian. Bagaimana mungkin kita menjalani hidup, tapi tidak merasa "benar-benar hidup"? Kita seolah mesin tak bernyawa, hanya menjalani hari-hari, tapi segala sesuatunya berlalu begitu saja dan tanpa makna? Sebut saya sentimentil. Mungkin karena menjelang pergantian tahun (meski sekarang masih bulan November). Saya memang cenderung future oriented. Karenanya, tanpa perlu menunggu hingga malam tahun baru tiba dan tanpa perlu menyanyikan Auld Lang Syne lebih dulu, ijinkan saya untuk bicara tentang statis. Atau Anda mungkin lebih suka menamainya frozen? Membeku?

Saya jadi teringat pelajaran Fisika waktu sekolah dulu. Saya tidak tahu apa istilahnya, tapi kalau kita melalui jalan dengan mobil dan dalam kecepatan tinggi, maka dilihat dari kaca jendela, pohon-pohon di tepi jalan terlihat seperti berlari, padahal kenyataannya pohon-pohon itu diam, tak bergerak di tempatnya. Perasaan seperti inilah yang sekarang saya bicarakan. Dengan kesibukan yang dijalani setiap hari, dengan mobilitas yang begitu tinggi, kita seperti pohon yang kelihatannya sedang berlari itu, tapi pada kenyataannya, kita membeku. Kita diam. Ini semua terjadi karena pada suatu titik, kita gagal memaknai apa yang tengah kita kerjakan. Kita hanya melewati satu hari demi satu hari, tapi tidak tahu pasti apa yang sudah kita pelajari selama hari-hari itu berlalu. 

Saya tidak bicara tentang mempelajari bidang pekerjaan tertentu atau kelas yang kita ikuti atau keterampilan baru. Yang saya maksud adalah hal baru apa yang sudah Anda pelajari yang berkenaan dengan hidup? Saya juga tidak bicara tentang filosofi hidup atau pencarian jati diri. Yang saya tanyakan adalah: Apa yang hidup tawarkan pada Anda? Apakah dia mengajarkan Anda sesuatu? Kebijaksanaan? Harapan? Mimpi? Apa yang hidup berikan untuk Anda pelajari? Saya sedang mencari jawabannya untuk diri sendiri, dan saya lebih baik segera menemukan jawabannya. Sebab sulit untuk tidur lelap jika pertanyaan ini masih tersisa di benak. Dan mengutip The Rasmus, perasaan ini bisa menjadi kanker, menjadi hantu jika dibiarkan terus tidak terjawab. 

Apakah hidup menginginkan Anda untuk terus menjalani hari-hari tanpa pernah sebentar saja menengok ke belakang dan bertanya, "Apa yang kau ingin aku pelajari darimu?" Saya perlu sebuah jawaban. Saya percaya jawaban itu akan jadi sebuah terobosan untuk menjelang tahun yang baru, tidak melulu dengan resolusi, tidak melulu dengan menyesali betapa banyaknya hal-hal yang alpa kita kerjakan di tahun kemarin. Terobosan ini akan membuat saya merasa benar-benar hidup dan saya akan membuat bangga kehidupan saat ia mengajarkan pada saya hal-hal baru. Dan akhirnya, sebelum Anda berpikir bahwa ini adalah sebuah tulisan yang sok filosofis atau apa pun namanya, saya yakin Anda setuju, belajar pada kehidupan, sama artinya dengan belajar langsung dari Sang Sumber Kehidupan sendiri. O ya, pada TUHAN tentu saja! Memangnya siapa lagi?

Jadi, apakah ketergesaan sesuatu yang buruk? Menurut saya, tidak juga. Tidak ada namanya terlalu cepat sembuh dari sakit dan luka. Tidak ada namanya terlalu cepat berhasil. Tidak ada namanya terlalu cepat menemukan solusi. Sebelum majas repetisi saya membuat Anda jengkel: Tidak ada namanya terlalu cepat untuk hal-hal baik. Jadi, kalau Anda tidak keberatan, bisakah Anda menyelesaikan membaca tulisan ini lebih cepat dan segera mengetikkan komentar di postingan ini? Hehe... Cuma bercanda.

4 komentar:

mylitleusagi mengatakan...

hai grace,,,
tampilan baru ya,,,
keren,, (^_^)
lebih fresh,,,
aku sering mampir,,
tapi aq gak ngerti mau comment apa,,
maklum lah,,bukan pecinta kimi,apalagi film... (^_^)
yup...kadang kita suka merasa statis,,
titik jenuh,,bahkan mungkin titik nadir,,,
gak tahu aja mesti ngapaain,,,
bosen mungkin,,karena tantanganya kurang seru,,, (^_^)
saya juga lebih suka quote dari lagu-lagu...PAS Band,,he...he..he

cool999 mengatakan...

ya deh, ini lngsng tak komentarin ya. Mumpung msh gratis komenku.. ;-)

~ jessie ~ mengatakan...

Love this posting!
Sometimes it's oke to be stuck at a moment. Even though for some people stuck means useless, for me stuck means thinking another way. ;)

Selvia Lusman mengatakan...

@mylitleusagi aka Putri: Thanks. Maklum saja kalau saya lebih sering nulis tentang Kimi atau film. Meski saya suka mengumpulkan kutipan, tapi yang jadi inspirasi terbesar tetap Kimi Raikkonen dan film. Hehe... @cool999: Haha... Kalau komentar juga bayar, ngga mau subscribe. @Jessie:Thanks. "stuck means thinking another way" Nice idea, Jess.