Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 26 November 2010

Review Film Dear John

Film ini dibuka dengan narasi dari John Tyree (Channing Tatum) yang menceritakan bahwa hal pertama yang ia pikirkan sebelum pingsan (saat tertembak dalam sebuah pertempuran) adalah saat ia masih kecil dan mengikuti tour. Ia mendengarkan penjelasan yang diberikan tentang proses pembuatan koin. Lalu ia juga berujar bahwa hal terakhir yang ia pikirkan sebelum tak sadarkan diri adalah kau. Scene lalu berganti dengan kilas balik ke belakang, ke hari di mana John berkenalan dengan Savannah Curtis (Amanda Seyfried) saat John mengambilkan tas Savannah yang tanpa sengaja terjatuh ke laut.  

Setelah berkenalan dengan John, Savannah pun menjadi dekat dengan pria itu. Savannah lalu meminta John untuk memperkenalkannya dengan ayah John (Richard Jenkins). Karena Savannah biasa mengasuh Alan (Baeden Reed), anak tetangganya yang autis, ia menarik kesimpulan bahwa ayah John juga seorang penderita autis. John pun marah pada Savannah, tapi tak lama mereka kembali berbaikan. Apalagi karena John harus segera bertugas di kemiliteran dan mereka harus berpisah selama setahun. John tidak bisa memberitahu Savannah ke mana saja ia ditugaskan. Selain berpindah-pindah, tempat di mana John bertugas tidak memiliki kode pos dan fasilitas internet; karena itu mereka hanya dapat saling mengirimkan surat dan menomori surat-suratnya agar tahu urutan surat yang mereka kirimkan.

Setelah kembali dari bertugas dan bertemu kembali dengan Savannah, John bermaksud membawa ayahnya menemui orang tua Savannah. Sayangnya ayah John yang autis tiba-tiba terserang rasa panik dan minta diturunkan di jalan. John dan Savannah terpaksa membawa Mr Tyree kembali ke rumah setelah Savannah berhasil membujuk ayah John untuk kembali masuk ke mobil. John lalu memutuskan untuk kembali bertugas. Kali ini ia akan pergi selama dua tahun. Meski Savannah sempat tidak setuju, ia akhirnya merelakan John pergi dan berjanji untuk menunggu John. Mereka lalu kembali berkomunikasi hanya lewat surat.

John tetap setia mengirimi surat ke Savannah, meski ia heran mengapa Savannah tidak lagi membalas surat-suratnya, hingga suatu hari Savannah mengiriminya surat dan menceritakan pada John bahwa ia telah bertunangan dengan pria lain dan akan segera menikah. Dengan perasaan hancur, John lalu membakar semua surat yang dikirimkan Savannah padanya.

Saat ayahnya terserang stroke, John yang tidak pernah lagi menginjakkan kaki ke rumahnya terpaksa pulang. Ia lalu menulis surat pada ayahnya untuk mengungkapkan isi hatinya dan membacakannya pada ayahnya, bahwa hal terakhir yang ia pikirkan sebelum ia tidak sadarkan diri saat tetembak dalam sebuah pertempuran adalah ayahnya. Sayangnya ayah John akhirnya meninggal. 

Entah mengapa John tergerak untuk menemui Savannah. Ia terkejut saat mengetahui bahwa Savannah ternyata tidak menikahi Randy (Scott Porter), saingan cinta John, tapi menikahi Tim Wheddon (Henry Thomas), ayah Alan. Tim ternyata menderita kanker kronis. Ia meminta Savannah menikahinya agar Alan ada yang mengasuh jika ia nantinya meninggal. Savannah setuju, itu sebabnya ia memutuskan hubungannya dengan John.

Saat mengetahui alasan Savannah menikahi Tim, John pun menjual semua koleksi koin ayahnya kecuali satu koin yang dulu mengawali kedekatan hubungannya dengan ayahnya. Semua uang hasil penjualan koin itu disumbangkan John tanpa mencantumkan namanya ke Tim agar Tim bisa mendapatkan perawatan. Tim akhirnya sembuh. Savannah pun kembali pada John.

Secara keseluruhan film ini biasa saja, tapi setidaknya kali ini Nicholas Sparks mau berbaik hati memberikan happy ending. Saya tidak tahu berapa banyak film yang sudah dibuat yang diangkat dari novel karangan Nicholas Sparks, tapi saya telanjur beranggapan bahwa semua film yang diangkat dari novel karangan Sparks pasti berakhir dengan meninggalnya salah satu karakter utamanya. Mulai dari Message In A Bottle (saya cuma membaca novelnya, tapi tidak menonton filmnya) yang dirilis tahun 1999, karakter Garett Blake dalam novel ini meninggal, lalu dalam A Walk to Remember (2002) karakter Jamie Sullivan juga akhirnya meninggal, begitu pun karakter Dr Paul Flanner dalam Nights in Rodhante (2008), hingga The Notebook (2004) di mana karakter Noah dan Allie meninggal di hari yang sama. Saya sempat mengira semua karya Sparks yang difilmkan akan berakhir dengan meninggalnya satu hingga dua karakter utamanya; karena itu bagi saya film ini ternyata berakhir di luar dugaan sebab baik John maupun Savannah tetap hidup hingga di akhir cerita. Andai saya tahu lebih awal kalau Dear John tidak memiliki ending tragis, saya pasti akan menonton lebih cepat dan menuliskan review-nya sejak dulu. 

Khas film-film Sparks akan selalu ada dialog yang tidak biasa. Berikut salah satu di antaranya:

Savannah: Do you ever notice how big the moon is when it's rising and how little it gets when it's up in the sky?
John: You know, that's just your perspective. It actually doesn't matter where it is in the sky or where you are in the world. If you hold your hand up and close one of your eyes. It's never bigger than your thumb.

* Gambar dipinjam dari Wikipedia.

13 komentar:

Elsa mengatakan...

setelah nonton film ini...
pingiiiiiiin rasanya menemukan pria persis sebaik John...

duh..

Selvia Lusman mengatakan...

@Elsa: Hehe... Trus kalau sudah ketemu?

Theresia Hutapea mengatakan...

John dan Savannah, tipikal pasangan ideal, sama2 baik hati :D nti aku cari deh dimovieroom :p

Grace Receiver mengatakan...

@Echa: Met nonton :-)

alice in wonderland mengatakan...

ini film lama ya Selv? jadi penasaran, kalo soal film drama percintaan kayak gini aku sukanya yang happy ending, dan paling sebel kalo salah satunya mati atau tetep hidup tapi gak bersatu, rasanya sedih banget... makanya aku mau nonton yang ini^^ btw sorry dah lama gak mampir

r10 mengatakan...

tipe film romantis jarang saya tonton di bioskop, biasanya nonton melalaui sewa di video eazy :)

Selvia Lusman mengatakan...

@Alice: Ngga lama-lama banget koq, Dear John rilis tahun 2010. Gpp lama berkunjung, thanks masih menyempatkan diri mampir ke blog ini :-) @r10: Hehe... Biar kalau ada scene sedih, nangisnya ngga perlu ditahan ya?

Agenda ibu rumah tangga mengatakan...

Jadi pengen nonton juga nih film...Salam kenal.. :)

Selvia Lusman mengatakan...

@agenda ibu rumah tangga: Salam kenal juga dan met nonton :-)

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman mengatakan...

Hahaha. Nicholas Spark salah satu/kedua karakter utamanya pasti mati??? Iya ya. Betul juga. Tapi heran deh. Dia kan cowok tapi kok novelnya selalu tentang romantisme yang mendayu-dayu dan cinta sejati sepanjang hayat ya? Aku pikir cuman Danielle steel yang begitu=)

Selvia Lusman mengatakan...

@Ria-Kristina: Hehe... Saya juga ngga tau kenapa N.Sparks melo banget. Mungkin dari pengalaman pribadi dia kali ya?

Anonim mengatakan...

kren banget,,,si jhon emang cwo sadizz.

fanny firdhani mengatakan...

memang bagus bgt nih filmnya. apalagi yg main amanda seyfried. adaegan yg menguras air mata yg waktu john bacain surat buat ayahnya.