Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Kamis, 26 Agustus 2010

Review Film Remember Me

Film ini bercerita tentang Tyler Hawkins (Robert Pattinson) yang memiliki masalah dengan ayahnya, Charles (Pierce Brosnan) semenjak kakaknya, Michael mengakhiri hidupnya pada hari ulang tahunnya yang ke-22. Michael tadinya seorang musisi. Berhubung tidak bisa menghasilkan uang dari musiknya, Michael pun bekerja untuk ayah mereka. Akibat tekanan pekerjaan, apalagi ayahnya adalah orang yang keras, Michael akhirnya memilih bunuh diri. Sejak kejadian itu hubungan Charles dengan kedua anaknya yang masih hidup, Tyler dan Caroline (Ruby Jerins) memburuk. Diam-diam Tyler menyalahkan ayahnya atas kematian Michael dan Caroline mengira bahwa ayahnya membencinya.

Aidan Hall (Tate Ellington), sahabat Tyler tidak ingin melihatnya terus berkabung karena kematian Michael. Tyler terus menarik diri dari pergaulan dengan teman-teman sebayanya. Aidan lalu mengajak Tyler untuk pergi bersosialisasi. Saat hendak kembali ke apartemen, Aidan dan Tyler melihat perkelahian dan bermaksud melerai. Sayangnya mereka dengan cepat ikut terseret dalam perkelahian tersebut. Karena melawan perkataan salah seorang polisi yang membubarkan perkelahian itu, Tyler dan Aidan akhirnya dipenjarakan. Beruntung ayah Tyler segera mengirimkan pengacara untuk membebaskan mereka.

Aidan mengenali Allysa (Emilie de Ravin) yang adalah anak perempuan dari Neil Craig (Chris Cooper), salah satu polisi yang menangkapnya dan Tyler. Aidan lalu memaksa Tyler untuk mendekati Allysa dengan tujuan membalas dendam kepada Neil lewat Allysa. Meski tadinya sempat menolak, Tyler akhirnya setuju untuk mendekati Allysa dan berhasil mengajaknya berkencan. Atas usul Aidan pula, Allysa pun dibuat mabuk hingga bermalam di apartemen Tyler dan membuat ayahnya cemas. Imbas dari kejadian itu Allysa pun bertengkar dengan ayahnya dan kabur dari rumah. Allysa lalu tinggal bersama Tyler di apartemennya.

Demi memperbaiki hubungannya dengan ayahnya sekaligus untuk merayakan ulang tahunnya, Tyler pun pergi makan malam dengan ayahnya dan Allysa. Saat makan malam, Tyler baru tahu bahwa Allysa telah kehilangan ibunya sepuluh tahun yang lalu. Ibu Allysa tewas ditembak oleh dua orang penodong dengan disaksikan langsung oleh Allysa yang saat itu baru berusia sebelas tahun. Waktu itu Allysa dan ibunya tengah menunggu kereta api di stasiun bawah tanah. Sejak peristiwa itu Allysa tidak pernah menginjakkan kaki ke stasiun lagi dan selalu bepergian dengan taksi. Karena sama-sama kehilangan orang yang dicintai, Tyler merasa terhubung dengan Allysa karena ia sendiri pun kehilangan kakak laki-lakinya. Sayangnya hubungan mereka kandas setelah ayah Allysa datang ke apartemen Tyler saat Allysa tengah berada di perpustakaan dan memperingatkan Tyler untuk menjauhi  Allysa.

Setelah Tyler mengaku pada Allysa bahwa tadinya ia hanya bermaksud mengacaukan hubungan Allysa dengan ayahnya sebab Neil telah memenjarakannya dan Aidan, Allysa pun marah kepada Tyler dan kembali ke rumahnya. Aidan yang tidak ingin Tyler kembali larut dalam kesedihan akhirnya memberanikan diri menemui Allysa dan memintanya untuk memaafkan Tyler dan berbaikan dengannya.

Saat Tyler akhirnya berbaikan dengan Allysa dan hubungannya dengan ayahnya membaik, Tyler lalu bermaksud menemui ayahnya di kantornya. Tyler tidak bertemu ayahnya karena Charles setelah sekian lama menghindari anak-anaknya hari itu mengantarkan Caroline ke sekolah. Hari itu adalah 9 September 2001 saat menara kembar WTC runtuh. Tyler pun tewas tanpa pernah bertemu ayahnya. Meski begitu, Charles telah belajar dari kesalahannya. Ia pun mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya kepada Caroline, anak satu-satunya yang masih tersisa yang masih hidup. Charles meluangkan waktu untuk hadir saat Caroline mengadakan pameran lukisan dan tetap mengingat Tyler dan mengunjungi makamnya bersama Caroline. Allysa pun melanjutkan hidupnya dan berhasil mengatasi traumanya dan kembali memilih kereta bawah tanah sebagai pilihan transportasi.

Plot dalam film ini berjalan sangat lambat. Karena itu film ini sebenarnya cukup membosankan. Terlebih dialog dalam film ini juga tidak istimewa. Akting para pemerannya juga terkesan seadanya dan sosok Caroline terkesan terlalu dewasa untuk anak seusianya. Meski begitu ending film ini adalah bagian terbaik dari keseluruhan film. Setidaknya scene Tyler yang meninggal di akhir film membuat film ini sesuai dengan judulnya. Tanpa bermaksud untuk tidak sensitif terhadap korban peristiwa 911, bagi saya ending film ini adalah satu-satunya hal yang menarik dari film ini. 

* Gambar dipinjam dari sini

Tidak ada komentar: