Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Penulis Hebat?

Sebenarnya apakah seorang penulis memang harus memenuhi kriteria tertentu untuk bisa dianggap sebagai  penulis yang hebat? Kalau ya, apakah kriteria itu? Mungkin bagi penerbit, penulis yang hebat adalah penulis yang bisa menghasilkan buku yang bestsellers dan terus dicetak ulang. Bagi kebanyakan penulis, mungkin mereka menganggap diri mereka hebat jika tulisan mereka mendapatkan penghargaan semacam pulitzer atau nobel. Sedang untuk jenis fiksi, mungkin penulis hebat adalah penulis yang tulisannya diangkat ke layar lebar dan disukai tidak saja oleh pembacanya tapi juga penonton filmnya.

Sewaktu saya masih di bangku sekolah, kriteria tulisan yang bagus bagi guru Bahasa Indonesia saya bahkan lebih absurd. Sewaktu SMP guru saya menganggap sebuah karangan itu bagus jika ditulis dengan tulisan tangan yang kecil-kecil dan rapi, mirip dengan pelajaran menulis indah dengan huruf tegak bersambung. Kalau tulisan tangan saya berantakan, jangan harap akan dibaca, pasti langsung diberi nilai rendah. Lalu saat tulisan tangan saya kebetulan sedang layak dibaca, barulah tulisan saya benar-benar akan dibaca. Guru saya adalah jenis orang yang "by the book". Dia tidak akan menyisakan tempat untuk yang namanya "imajinasi". Jadi pelajaran mengarang hanya berkisar "liburan di rumah paman di desa" atau "kerja bakti di lingkungan RT" dan sejenis itu. Karena saya sejak dulu lebih menyukai cerita yang imajinatif daripada yang masuk akal, tulisan saya sewaktu SMP dulu juga lebih sering tidak dihargai. Saya lebih suka menulis tentang cerita hantu nakal atau teman sekolah yang sakit jiwa tapi gangguan jiwanya tidak terdeteksi, dan tentu saja jenis tulisan semacam ini tidak masuk kriteria "hebat" di mata guru saya. Malah teman-teman sekelas saya lebih tertarik untuk membacanya meski tulisan saya lebih sering tidak rapi dan banyak coretan.

Saya pernah berpikir bahwa kriteria penulis hebat adalah penulis yang bisa menulis dalam berbagai jenis genre. Jadi meski seorang Andrea Hirata telah menghasilkan novel yang tidak saja best sellers, terus dicetak ulang, bahkan difilmkan, saya tidak menganggapnya hebat karena setahu saya dia belum pernah menulis novel horor atau fantasy. Jujur saya juga sempat berpikir bahwa J.K.Rowling atau Stephanie Meyer tidak hebat, tapi cuma beruntung saja karena setahu saya J.K.Rowling cuma tenar karena Harry potter-nya dan Meyer dengan Twilight-nya. Mereka toh tidak pernah menulis novel sejarah seperti Elizabeth Kostova. Berbekal konsepsi seperti ini, saya mencambuk diri sendiri untuk bisa menulis fiksi dalam berbagai jenis genre meski lebih sering tidak selesai dan plotnya juga tidak karuan.

Tapi setelah saya menonton serial Grey's Anatomy dan lupa makan dan tidur karena penasaran dengan kelanjutan ceritanya, jatuh cinta pada karakter-karakter dalam serial ini, ikut menangis dan tertawa bersama jalinan ceritanya, bagi saya penulis yang hebat (termasuk juga penulis script) adalah penulis yang bisa membuat penikmat tulisannya menjadi kecanduan, lupa makan, lupa tidur dan lupa tengah mengerjakan soal-soal ujian karena ingin cepat mengetahui akhir kisahnya. Salah satu pemain di serial Gossip Girl pernah bercerita bahwa untuk mendalami perannya ia meminjam novel Gossip Girl dari teman sekelas yang pernah ia cela karena tidak mengerjakan soal ujian malah sibuk membaca novel Gossip Girl di bawah meja karena ingin jadi orang pertama yang menyelesaikan membaca novelnya.

Saya dulu pernah punya teman yang memutuskan untuk menjadi dokter karena ia senang membaca novel karangan Marga T. Saya juga pernah membaca tentang seseorang yang mengambil kuliah di jurusan hukum karena ia menyukai novel karangan John Grisham. Konsepsi saya berubah lagi. Kini kriteria penulis hebat di benak saya adalah penulis yang tidak saja bisa mempengaruhi pembacanya hingga lupa makan, tidur dan mengerjakan soal ujian, tapi juga mempengaruhi dengan cara yang positif.

Saya hari ini hanya sekedar menulis di blog saya, tapi jika saya beruntung bisa mendapat kesempatan menjadi penulis yang sebenarnya, saya ingin menjadi penulis yang bisa demikian mempengaruhi pembaca saya hingga mereka bisa menjadi orang yang lebih baik dan tahu apa yang mereka inginkan. Saya tidak ingin sekedar menjadi penulis yang karyanya dipublikasikan, difilmkan atau mendapat penghargaan. Saya harus menjadi inspirasi. Jika tidak, berarti saya bukan penulis hebat. Hari ini saya tidak berani melabeli diri saya sebagai penulis karena saya memang bukan penulis. Tapi saya akan tetap menulis meski lebih sering berhadapan dengan writer's block hingga suatu saat nanti dengan sedikit keberuntungan dan kerja keras, saya bisa menjadi inspirasi bagi pembaca tulisan saya. Ini adalah sebuah mimpi. Tapi astronot tidak akan sampai ke bulan jika tidak ada orang yang bermimpi untuk pergi ke bulan. Ini adalah sebuah mimpi, tapi juga sebuah visi. Saya harus menjadi inspirasi!!!

8 komentar:

Gaphe mengatakan...

Semangaat Grace!. BAca tulisanmu ini keliatan banget kamu suka baca, wawasan tentang dunia ke-penulis-anmu hebat loh!. Saluute..

Fanda mengatakan...

Setuju! Penulis hebat menurutku adalah penulis yg bisa membawa pembacanya seolah mengalami kejadian sesungguhnya bersama tokoh2 yg diciptakannya. Dalam hal ini aku pilih JK Rowling, karena ketika aku membaca Harry Potter yg notabene sebuah kisah fantasi, aku turut larut ke dalamceritanya dan bahkan emosi tokoh2nya. Akhirnya aku bahkan hampir lupa bahwa ini adalah kisah fantasi.

Kalaupun kita hanya menjadi penulis blog, ayo kita memberikan inspirasi pada dunia lewat tulisan2 kita!

rezKY p-RA-tama mengatakan...

boleh tukeran link?

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman mengatakan...

Wow. Penulis favorit saya Ahmad Tohari. Kalo Silvia?

Selvia Lusman mengatakan...

@Gaphe: Thanks buat dukungannya. @Fanda: Ayo, Fan. Hehe... Ditunggu postinganmu selanjutnya. @rezKy: Boleh aja. @Ria-Kristina: Btw ini Ria atau Kristina? Kamu sama donk kayak guru B.Indo saya waktu SMA. Dia juga penyuka karya Ahmad Tohari. Kalau saya sih penulis favoritnya ganti2 menurut usia n mood. Dulu waktu remaja suka Maria A. Sardjono, R.L.Stine, Sidney Sheldon, Jack Higgins, Alistair Mclean/Mcneil, Frederick Forsyth. Kalau sekarang sudah jarang baca novel. Nunggu ada yang ngasih. Hehe...

mylitleusagi mengatakan...

yupp...bener banget
penulis yang baik yang bisa memberi inspirasi...
aku suka sama andrea hirata dan tereliye...
tulisannya simple dan dalem..

tulisan mu bagus .
dan selalu bermakna..

Viita mengatakan...

betul! penulis yang hebat itu yg bis bikin pembacanya larut ke dalam cerita, lebih2 bisa memotivasi...

sehabis baca Harry Potter, saya pengen jadi anak pintar seperti Hermione Granger,hahahaha

Selvia Lusman mengatakan...

@Putri: Thanks. @Viita: Ya, Hermione lucu, apalagi kalo pas berantem sama Ron.