Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 30 Juli 2010

Saya dan Sarkasme

Saya dan sahabat saya setuju bahwa saya memang orang yang sarkastis. Itu sebabnya saya juga menyukai orang dengan karakter sejenis. Saya tahu ini kedengarannya tidak masuk akal, tapi menurut saya sarkasme tidak melulu menyakitkan. Terkadang, sarkasme juga lucu. Masalahnya, apa yang lucu bagi saya belum tentu lucu juga bagi orang lain. Sahabat saya bahkan pernah bilang bahwa lidah saya berduri. Mungkin karena kami sudah bersahabat selama belasan tahun, sifat saya yang sarkastis tidak melulu mengganggunya, tapi mungkin juga karena dia diam-diam juga sarkastis?

Sebagai orang yang sarkastis, sadar atau tidak saya juga jadi mengidolakan orang-orang yang sarkastis dan percayalah pernyataan-pernyataan yang diucapkan idola-idola saya itu bagi saya tidak terdengar menyebalkan, tapi justru lucu setengah mati. Entah cuma kebetulan atau saya memang tanpa sadar memilih orang-orang yang sama sarkastisnya dengan saya untuk diidolakan, tapi saya selalu menganggap Jacques Villeneuve dan Kimi Raikkonen sebagai orang-orang yang tidak pernah membosankan karena pernyataan-pernyataan yang mereka berikan selalu apa adanya dan saat tentakel sarkasme mereka muncul, bagi saya pernyataan-pernyataan mereka sangat sangat lucu. Bagi mereka yang tidak mengikuti perkembangan Formula One, mungkin nama Jacques Villeneuve dan Kimi Raikkonen asing di telinga. Keduanya adalah mantan pebalap F1. Jacques Villeneuve adalah juara dunia Formula One pada tahun 1997 dan Kimi Raikkonen adalah juara dunia F1 tahun 2007. Keduanya sudah tidak lagi membalap di F1 tapi masih membalap di ajang motorsport lainnya.

Jacques Villeneuve sering dianggap sebagai pebalap yang bermulut besar karena apa yang melintas di otaknya, itu yang dia ucapkan. Saat Jacques Villeneuve dan Giancarlo Fisichella masih sama-sama di tim Honda (dulu JV membalap di tim BAR Honda sedang GF membalap di tim Jordan Honda), JV pernah dikritik karena ia tidak bisa melewati GF. JV membalas kritikan itu dengan berujar bahwa "tentu saja saya tidak bisa melewati Fisichella. Sayap mobilnya lebih lebar dari trek." dan meski bagi Anda ini mungkin tidak lucu, tapi saya tertawa berderai membaca pernyataan JV tersebut. Dalam sebuah wawancara, Kimi pernah mendapat pertanyaan sebagai berikut: "Describe yourself. What are you made of?" dan Kimi menjawab: "Blood, flesh and bone like everybody else."
 
Tidak cuma JV dan Kimi, saya juga menyukai karakter fiksi dalam berbagai film dan buku juga karena sebab yang sama. Salah satu film kesukaan saya adalah Scent of A Woman yang dibintangi Al Pacino karena karakter Letnan Kolonel Frank Slade adalah karakter yang sarkastis dan itu terlihat jelas dari dialog yang ia ucapkan. Serial Supernatural juga menjadi salah satu serial kesukaan saya karena karakter Dean Winchester dan Bobby dalam serial ini juga sarkastis. Saya juga menyukai novel A Great and Terrible Beauty. Menurut sahabat saya tidak mengherankan kalau saya menyukai novel ini sebab cara penuturannya juga sarkastis. Saya rasa karena alasan yang sama pula saya menyukai parodi.

Percayalah, sarkasme tidak selalu buruk! Scarry Movie yang memparodikan film-film thriller dan horor adalah salah satu contoh sarkasme yang lucu. Saya tidak bermaksud menghasut semua orang yang membaca tulisan ini untuk menjadi sama sarkastisnya dengan saya. Saya cuma berharap orang tidak lagi salah paham dengan orang-orang yang sarkastis. Seringkali apa yang mereka ucapkan tidak dimaksudkan untuk menyerang atau melecehkan. Mereka hanya menjadi diri mereka dan salahkah hal itu?

Dalam kehidupan sehari-hari, saya seringkali lebih suka diam jika dimintai pendapat. Paling saya cuma tersenyum atau meringis dan membiarkan orang berpikir bahwa saya sebegitu bodohnya sampai tidak punya opini sama sekali tentang apa pun. Sejujurnya saya lebih suka menghindari konflik. Saya khawatir kalau saya menyuarakan apa yang ada dalam pikiran saya, orang-orang menjadi terdiam dan sakit hati karena apa yang saya katakan. Untuk orang-orang yang memahami saya, mereka biasanya mengerti apa yang saya katakan dan seringkali mereka malah tertawa karena menurut mereka ucapan sarkastis saya itu lucu. Sementara orang-orang yang lebih kaku, mereka tidak bisa menerimanya dan menganggap saya brutal. Mereka memang tidak terang-terangan berkata bahwa saya brutal tapi dari sorot mata dan ucapan mereka yang terkesan agak gemetar (mungkin menahan amarah?), saya tahu mereka menganggap saya menjengkelkan. Saya tidak menyadari sebelumnya bahwa saya bisa begitu mengintimidasi, meski saya sama sekali tidak bermaksud begitu.


Salah satu sahabat saya pernah komplain mengapa setiap kali dia memesan makanan di rumah makan langganan kami, pelayan selalu bolak-balik bertanya apa yang ia pesan. Saya menjawab bahwa itu disebabkan dia sering berganti pesanan. Terlalu seringnya sampai membingungkan pelayan sehingga tidak jarang apa yang ia pesan berbeda sama sekali dengan yang disajikan. Sahabat saya cuma menyeringai mendengar tudingan saya bahwa dia bawel karena terlalu sering komplain. Tapi lihatlah apa yang terjadi ketika saya menjawab dengan apa adanya kepada orang yang tidak memahami saya! Bahkan di saat saya merasa tentakel sarkasme saya tidak muncul pun, mereka masih juga salah paham.

Pernah suatu kali salah satu teman saya berujar, andai dia ini jutawan, dia pasti akan memberikan donasi untuk membantu orang-orang yang tidak mampu. Ia lalu mengeluh bahwa selama ini ia hanya bisa menyisihkan sedikit dari uangnya untuk disumbangkan. Saya dengan ringannya menjawab bahwa tidak masalah besar kecilnya uang yang ia berikan, yang penting ia memberikannya dengan ikhlas. Apa ini jawaban yang sarkastis? Saya rasa tidak! Tapi tebak apa yang terjadi? Dia meradang dan membalas, "Apa menurut kamu saya tidak ikhlas?" Saya lalu harus repot menjelaskan bahwa saya sama sekali tidak bermaksud menuduhnya tidak ikhlas.

Tahu apa yang menjengkelkan? Saya harus mensugesti diri sendiri untuk tidak terlalu jujur. Di sisi lain white lies tetap kebohongan dan sama seperti semua kebohongan; kebohongan itu dosa. Jadi akhirnya saya lebih banyak tersenyum setiap kali orang-orang kaku berbicara. Meskipun mereka teman saya, tapi mereka jelas bukan sahabat saya. Mereka tidak memahami saya dan saya lelah berada di dekat mereka karena saya tidak bisa menjadi diri sendiri.

Saya dan sarkasme bersahabat baik.

7 komentar:

usagi mengatakan...

ini koment ku yang ketiga..
moga-moga kali ini gak gagal ya...

ehm..sarkasme ya...
menurut aku...sarkasme itu kepribadian orang aja..awalnya nyebelin..tapi lama-lama nganggenin...(^_^)

mungkin cara penyampaiannya aja yang salah ...tapi maksudnya baik...

aku sering ketemu dan temenan ama orang sarkasme..ya itu..awalnya sakit hati..lama-lama menyenangkan.. malah kita lebih awet temenannya..karena mereka gak muna..

alice in wonderland mengatakan...

hehe ngefans ama Miranda Hobbes juga dunk (sex n the city)... kalo gitu aku juga ngefans ama kamu juga dunk.^^ kadang oops sering juga kok kita butuh keluar dari zona nyaman white lies^^spama

Herfina mengatakan...

Salah satu temenku juga ada yang sarkasnya ampun-ampunan.. Dulu-dulu sempet sakit hati banget kalo dia udah mulai sarkas. Tp sekarang udah mulai biasa, malah kadang suka ketawa sendiri, kok bisa kepikiran kaya gt. hehe.. Met bersarkas deh :)

~ jessie ~ mengatakan...

Oh, my friend.... i love you! *hug hug*

Theresia Hutapea mengatakan...

dlu aku punya tmen yg sarkatis, awalnya sebel tapi lama2 emg lucu dan kadang jadi ngangenin :D
yaya, aku juga suka ama karakter Dean dan Bobby diSupranatural, emg kadang dialog2 mreka yg bikin lucu, kalo filmnya sih ya kitu wae...
aih dulu aku suka deh ama Fisichella, ganteng sih, hehe...apa msh diF1?googling ah...:p

Grace Receiver mengatakan...

@Usagi: Hehe... Thanks atas usahanya yang tak kenal lelah buat kasih komentar. @Alice: Hehe... Tokoh antagonis memang lebih nggemesin ya? @Herfina: Hehe... Thanks atas tidak alerginya kamu sama orang2 yang sarkastis. @Jessie: I hug u back :-) @Echa: Fisichella kayaknya masih di F1.

suryadi FR mengatakan...

haa,ha