Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 02 Juli 2010

Feeling Blue but it's FRIDAY!

Pernah tidak mengalami satu hari di mana kamu sama sekali tidak berenergi dan bersemangat untuk menjalani hari? Saya mengalaminya hari ini. Jangankan untuk melakukan aktifitas, untuk sekedar mandi saja pun malas. Mau kembali tidur juga tidak mungkin. Mau mendengarkan musik juga malas. Mau browsing berita Kimi Raikkonen di WRC juga malas karena situs resminya jarang meng-up date berita tentang The Iceman. Saya jadi berpikir, kenapa manusia umumnya selalu berusaha untuk mengatasi perasaan tidak senangnya padahal hidup kan tidak mungkin selalu bahagia? Kalau manusia punya hak untuk mencari kebahagiaan, kenapa manusia seolah tidak memiliki hak untuk sesekali merasa muram? Sehatkah jika kita selalu bahagia tanpa pernah merasa sedih sedikit pun? Mengapa pula manusia sering mengartikan hak untuk berduka hanya di saat dia kehilangan orang atau hal yang dicintai (misalnya jika ada anggota keluarga yang meninggal atau kehilangan pekerjaan dengan gaji yang memuaskan)? Mengapa pula kita merasa senang atau sedih harus dengan alasan yang luar biasa? Mengapa pula dalam ilmu psikologi sampai ada istilah borderline untuk melabeli orang yang emosinya tidak stabil?

Saya jadi ingat hits lama milik The Moffats yang liriknya seperti ini, "Isn't it funny how time seems to slip away so fast? One minute you're happy, the other you're sad..." Apa lagu ini membuat Anda berpikir tentang borderline? Saya tidak! Saya rasa kamu juga tidak berpikir tentang borderline saat mendengarkan lagu ini.

Pada akhirnya, setelah menghabiskan secangkir kopi, saya lalu mandi dan memulai aktifitas saya. Dan di sinilah saya, mengetikkan postingan ini. Saya pun mencoba menganalisa mengapa hari ini saya tidak bersemangat untuk memulai hari? Ternyata sederhana saja. Saya kurang tidur setelah kemarin malam menyiksa otak saya dengan bacaan berat, lalu saya mencoba membuat otak saya berekreasi dengan menonton ulang film lama yang dibintangi Hilary Duff berjudul A Cinderella Story (2004), bukan karena saya menyukai dongeng tapi karena karakter Austin Ames dalam film ini bercita-cita menjadi penulis dan saya juga bercita-cita bisa menulis dengan disiplin 500 kata per hari selama sedikitnya 100 hari. Lalu saya melanjutkan menonton tiga episode pertama serial Friends season ketujuh sekedar untuk mendengar lagi lagu I'll be There for You-nya The Rembrandts yang jadi original soundtrack Friends berhubung CD kompilasi lagu saya yang memuat lagu tersebut sudah rusak. Jadi saya harus menonton dulu serial Friends kalau ingin mendengarkan lagu itu. Ini pun cuma beberapa kalimat dan bukan satu lagu utuh. Tapi lumayan buat mengobati obsesi saya untuk mendengarkan salah satu lagu kesukaan saya ini.

Sadar atau tidak, hampir semua hal, dari lirik lagu hingga film, hampir semuanya membuat kita berpikir tentang kebahagiaan. Saya selalu merasa kebahagiaan adalah sebuah pilihan, bukan sebuah hasil atau pencapaian. Tanpa bermaksud untuk sok beda, saya agak jengah dengan judul novel atau film seperti Waiting to Exhale atau Pursuit of Happyness. Menurut saya, kamu bisa memutuskan sendiri kebahagiaanmu. Bahagia adalah sebuah keputusan. Kamu boleh memutuskan untuk bahagia, boleh juga tidak, seperti juga tersenyum atau tertawa. Tersenyum atau tertawa bisa diputuskan dengan mudah apakah kamu mau melakukannya atau tidak. Tentu saja hal ini cuma berlaku dalam keadaan normal. Tidak mungkin terjadi jika kamu baru saja melihat korban tabrak lari terkapar di jalan, lalu karena kamu sudah memutuskan untuk bahagia sepanjang hari itu, kamu lalu tersenyum dan tertawa sementara ada orang sekarat tergeletak di aspal!

Beberapa orang pelit senyum bukan karena mereka tidak bisa tersenyum, tapi karena memutuskan untuk menyabotase kebahagiaan mereka dan MUNGKIN hal ini disebabkan karena mereka menganggap melankolis jauh lebih menarik daripada ceria? Kamu bisa memilih untuk muram atau ceria; kamu juga bisa memilih untuk terus merasa sedikit depresi atau kembali bersemangat, itu memang hakmu, tapi semuanya memiliki konsekuensinya masing-masing. Saya sendiri lebih suka memilih untuk kembali bersemangat bahkan di saat mood saya sedang jelek pun. Tapi jujur saja, gagasan untuk mencari artikel tentang cara mengatasi bad mood di saat sedang bad mood BUKANLAH gagasan yang tepat.

Saya pernah mencoba membaca beberapa artikel tentang bagaimana mengatasi mood yang sedang jelek dan hasilnya mood saya malah makin jelek. Saya sampai heran sendiri, bagaimana mungkin artikel yang dimaksudkan untuk membantu orang mengatasi bad mood malah membuat yang membacanya makin buruk saja mood-nya? Satu hal yang bisa saya petik dari hal ini, jika kamu memutuskan untuk menulis artikel yang akan dibaca oleh orang-orang yang sedang tidak bagus mood-nya, tulislah langsung ke solusinya, jangan membuat kalimat-kalimat pengantar yang terlalu panjang! 

Jadi apakah yang bisa saya simpulkan dari tulisan saya kali ini? Mudah saja, semua orang punya hak untuk memutuskan apa yang mau ia rasakan, apakah muram atau bersemangat, pesimis atau optimis, hanya saja seperti kata-kata dalam lirik lagu The Moffats, hidup ini terlalu singkat; jadi kalau kamu bisa memutuskan untuk bahagia, kenapa malah memutuskan untuk muram?  Lagipula, hari ini adalah hari Jumat dan The Cure bilang:
  
I don't care if Monday's blue
Tuesday's gray and Wednesday too
Thursday I don't care about you
It's Friday, I'm in love

Monday you can fall apart
Tuesday, Wednesday break my heart
Oh, Thursday doesn't even start
It's Friday I'm in love

Saturday, wait
And Sunday always comes too late
But Friday, never hesitate...

I don't care if Mondays black
Tuesday, Wednesday - heart attack
Thursday, never looking back
It's Friday, I'm in love

Monday, you can hold your head
Tuesday, Wednesday stay in bed
Or Thursday - watch the walls instead
It's Friday, I'm in love

Saturday, wait
And Sunday always comes too late
But Friday, never hesitate...  

Apa kamu merasa jatuh cinta hari ini? Saya merasa jatuh cinta setelah mencerna lirik lagu ini. Saya jatuh cinta pada kehidupan, dan saya berharap kamu jatuh cinta juga hari ini, karena hari ini hari Jumat. Have a nice Friday!

10 komentar:

alice in wonderland mengatakan...

wah jadi sebenernya kamu gak suka dengan judul blog-ku ya..hiksss.
hehe gak ding, hidup itu pilihan dan saya memilih untuk bahagia hari ini karna selasa-kamis udah bermuram durja^^

usagi mengatakan...

yup..jumat itu waktunya bersenang-senang..waktunya untuk selalu tersenyum..(^_^)
ada yang pernah bilang..
"bahagia itu datangnya dari hati..dari kita sendiri..bukan karena orang lain..atau dari siapapun.."
have a nice weekend..

merry go round mengatakan...

Tau ngga apa yang saya suka dari blog ini?

Kamu yang secara langsung mengungkapkan isi kepala dan opini. Walau berbeda dengan orang lain, tapi kamu adalah kamu, dan kamu ngga peduli dengan pandangan orang lain. Inilah pikiran kamu, terserah orang lain berpikir apa.

Beda banget sama saya yang anaknya ngga enakan. Ngga bisa bebas mengungkapkan isi hati dan kepala, karena takut dicecar lingkungan.

Nice to meet you here :)

masalah lagu dan film yang bisa mendongkrak mood. Sepertinya kamu juga udah tau 'kegilaan' saya terhadap 2 hal ini.

Deacy mengatakan...

It`s everyday,i`m in love!!! :D

Grace Receiver mengatakan...

@Alice: Hehe... saya lupa nama blog kamu Pursuit of Happyness tapi saya suka tulisan kamu koq. Kan kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama? Saya tulis komen di tulisan kamu yang tentang kambing hitam tapi koq ngga muncul ya? Comp error x ya?

@Merry: Thanks sudah suka sama blog saya. Semoga suka terus. Hehe...

@Deacy: Bagus donk kalo tiap hari falling in love. Have a lovely day.

Selvia Lusman mengatakan...

@Usagi: Thanks. Have a nice day :-)

jc mengatakan...

SAYA SETUJUUUUUUUUU....!!!! *hosh hosh hosh..* Makanya saya juga setuju dengan kalimat "10% adalah apa yang terjadi diluar kita, 90% adalah reaksi kita terhadapnya". Karena pilihan itu ada di tangan kita, maka seharusnya kambing hitam tidak akan musnah karena melulu disalahkan! ;)

AB.SatriaTataka mengatakan...

Fri-day is also a horror-related-day. Fri-day stands 4 "frightening day", haha..
that's why u can watch horror movies at friday.
also, there's a lot of horror movies named friday, e.q."friday the 13th", "malam jum'at kliwon", etc.,etc.

Sri Riyati mengatakan...

Nerusin yang diatas, ada juga "freaky Friday" (gak penting).

Selvi, aku suka banget dengan poinmu tentang "kita berhak sedih tanpa ada peristiwa yang besar, tapi kita juga bisa milih untuk bahagia,"

Manusiawi banget, jadi melegakan banget. Soalnya, sebagai orang modern yang selalu berusaha berpikir, bersikap dan merasa positip; kadang 'merasa bahagia' jadi terasa seperti tanggung jawab. Meskipun perasaan lagi campur aduk, aku berusaha menenangkan diri sendiri dengan mengatakan, "semua baik2 saja, aku bahagia" yang sebenernya agak superhuman kalo kita lagi dalam keadaan patah hati, bnayak kerjaan dan ditegur atasan, misalnya.

Mnrtku, kita berhak merasa down kadang2. Tapi kita pilih untuk tidak tergulung perasaan dan mengasihani diri sendiri kan ya? Spt kata Desiderata, "strive to be happy," Untuk bahagia, diperlukan usaha yang sungguh2 ternyata!

PS. Aku ketawa waktu mbaca artikel malah tambah bad mood. Yang bikin artikel juga dipaksa kejar setoran nulis artikel sekian halaman kali! (dan moodnya sendiri nggak baik)

Djefi Febian mengatakan...

Saya Putuskan untuk bahagia dan bersemangat! bersemangat dengan susah payah membaca di blog bertemplate merah ini... :) mmm..sakit mata deh... ganti templatenya yang lebih ramah mata dong..~ www.aksiku.com - toko buku bekas online