Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 14 Juni 2010

Review Buku The Historian

Buku yang terdiri dari 79 bab dan sebuah epilog ini diterbitkan oleh Penerbit Gramedia dengan judul Sang Sejarawan. Saya tidak tahu novel ini sudah dicetak berapa kali di Indonesia, tapi yang saya baca adalah edisi pertamanya dengan bonus pembatas buku bertuliskan kutipan dari isi bukunya dan gambar yang mirip dengan gambar sampulnya. Dari awal hingga lembar terakhir tokoh utama dalam novel ini tidak pernah disebutkan namanya. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, tokoh utama ini dikenalkan kepada pembaca dengan kata AKU. Untuk memudahkan saya menceritakan lagi isi buku ini dan menghindari kejanggalan dari penggunaan "tokoh aku", saya akan menamainya Liz (karena nama penulis buku ini adalah Elizabeth Kostova). Sebelum mulai, saya harus memberitahu dulu dua kemungkinan yang mungkin akan Anda alami selama membaca buku ini. Pertama, Anda mungkin akan jatuh cinta pada novel ini dan tidak akan berhenti membaca sebelum selesai dan Anda harus membayarnya dengan insomnia akut (sebab novel ini sangat tebal.) Sejujurnya, inilah novel paling tebal yang pernah saya baca seumur hidup saya. Elizabeth Kostova sendiri perlu waktu selama sepuluh tahun untuk menuliskannya. Kedua, Anda mungkin bosan setengah mati dan tidak terlalu menikmati detil dalam buku ini. Sejak lembar pertama hingga terakhir, Anda akan terus menemukan detil mengenai sejarah di berbagai tempat yang terus diceritakan dan berceceran sepanjang plot.

Cerita dalam novel ini bermula pada tahun 1972 saat Liz yang masih berusia enam belas tahun tanpa sengaja menemukan surat-surat yang ditulis oleh Bartolomew Rossi. Liz lalu bertanya pada ayahnya, Paul. Meski enggan, ayahnya terpaksa bercerita bahwa Rossi adalah pembimbingnya saat Paul masih menjadi mahasiswa strata dua di Universitas Oxford. Dalam perjalanan ke berbagai tempat di antaranya ke Wina, Emona, Ragusa, Tuscany dan banyak tempat lainnya, Paul sedikit demi sedikit bercerita tentang masa lalunya, bagaimana dia tanpa sengaja menemukan sebuah buku berukir naga dan bertanya pada Rossi yang ternyata juga menemukan buku serupa dengan yang ditemukan Paul. Rossi lalu memberikan surat-surat dan peta hasil penelitiannya mengenai asal muasal buku tersebut yang diyakini berhubungan dengan Vlad Tepes atau Dracula. Rossi lalu mendadak hilang. Paul yakin Rossi diculik. Paul lalu tanpa sengaja bertemu Helen Rossi, anak kandung Rossi yang tidak pernah diketahui keberadaannya oleh Rossi. Mereka lalu bekerjasama untuk mencaritahu tentang asal usul buku yang ditemukan Paul sekaligus mencari Rossi. Saat Paul menolong Helen yang diserang petugas perpustakaan yang mereka duga adalah vampir, Helen pun merasa telanjur terlibat dan lalu ikut Paul ke Turki untuk menyelidiki lebih lanjut tentang Dracula.

Di restoran di Turki, Paul dan Helen berkenalan dengan Dr Turgut Bora yang membantu penelitian mereka dan mengenalkan keduanya pada Selim Aksoy dan Mr Erozan yang memiliki pengetahuan dan akses mengenai sejarah Dracula. Mengikuti petunjuk yang mereka temukan, Paul dan Helen lalu pergi ke Rumania dengan bantuan bibi Helen, Eva Orban. Paul lalu bertemu dengan Hugh James yang juga menemukan buku bergambar naga. James tadinya juga menyelidiki asal usul buku yang ditemukannya, tapi sejak tunangannya kecelakaan hingga koma, James pun menghentikan penyelidikannya.

Helen lalu mengusulkan agar mereka pergi ke Transylvania untuk menemui ibu Helen yang diyakini adalah sumber yang tepat untuk mencaritahu lebih banyak tentang Dracula. Ibu Helen lalu memberikan kumpulan surat yang ditulis Rossi untuk sahabatnya yang ditemukan ibu Helen. Dari surat itu, Paul dan Helen mengetahui bagaimana Rossi bertemu ibu Helen dan menjalin percintaan singkat. Rossi tidak kembali untuk menikahi ibu Helen. Tapi yang paling mengejutkan, lewat surat itu, mereka baru mengetahui bahwa Helen ternyata keturunan Vlad Tepes atau Dracula.

 Kembali ke Turki, ternyata Mr Erozan telah dua kali diserang vampir lagi hingga Turgut dan Aksoy terpaksa membunuhnya sebelum Mr Erozan berubah menjadi mayat hidup. Dari penelitian yang dilakukan Turgut dan Aksoy, mereka meminta Paul dan Helen pergi ke Bulgaria untuk mengikuti petunjuk. Turgut dan Aksoy juga menceritakan rahasia mereka sebagai bagian dari Pengawal Bulan Sabit dengan tugas yang diemban dari generasi ke generasi untuk melenyapkan musuh sultan yaitu Dracula.

Di Bulgaria, Paul dan Helen menemui Anton Stoichev. Tanpa sengaja Paul menyadari bahwa penyebab Rossi melupakan ibu Helen dan perjalanannya ke Transylvania adalah karena Rossi diberi minuman bernama amnesia saat melakukan penyelidikan di Yunani. Helen pun tidak lagi membenci ayahnya. Karena penyelidikan yang mereka lakukan bersama, Paul dan Helen pun menjadi dekat. Paul lalu melamar Helen.

Mengikuti petunjuk, Paul dan Helen lalu menuju biara Rila yang menuntun mereka hingga tiba di Bachkovo. Di sini, mereka menyusup masuk ke bagian dalam gereja dan menemukan Rossi di dalam peti mati. Rossi yang sudah hampir menjadi vampir terpaksa dibunuh oleh Paul. Sebelum meninggal, Rossi memberitahu mereka jurnal yang diam-diam dia tulis selama diculik Dracula dan dia sembunyikan di sebuah buku. Paul lalu memberitahu tentang Helen kepada Rossi, bahwa Helen adalah anak kandung Rossi dan bahwa dia dan Helen akan menikah. Di saat terakhir hidupnya, ingatan Rossi pulih dan dia ingat akan ibu Helen.

Kembali ke Liz, saat dia dan ayahnya mengunjungi universitas Oxford, mereka diam-diam sama-sama meneliti tentang vampir di perpustakaan universitas. Paul tiba-tiba pergi dan hanya meninggalkan secarik surat. Liz dititipkan pada Stephen Barley, salah seorang mahasiswa di universitas itu untuk diantar pulang ke Belanda. Dengan uang saku dari Master James, teman lama ayahnya, Liz pun terpaksa menurut untuk pulang ke rumah tanpa ayahnya.

Setibanya di rumah, Liz menggeledah ruang kerja ayahnya dan menemukan kumpulan surat yang ditulis ayahnya yang dimaksudkan sebagai surat wasiat untuk Liz. Dari surat itu, Liz baru mengetahui bahwa ibunya, Helen tiba-tiba hilang di biara Saint Matthieu saat Liz masih bayi. Helen memang selalu terlihat sedih tapi tidak mau memberitahu Paul apa yang mengganggu pikirannya. Paul mengira Helen sudah meninggal sampai akhir-akhir ini, Paul baru yakin bahwa Helen mungkin masih hidup. Itu sebabnya Paul pergi untuk mencari Helen.

Setelah membaca surat ayahnya, Liz pun mencuri uang belanja dan pergi untuk mencari ayahnya. Minggatnya Liz segera dipergoki Barley yang lalu berhasil menyusul Liz. Akhirnya Barley malah menemani Liz mencari ayahnya. Di dalam perjalanan, mereka dikuntit vampir hingga terpaksa turun dari kereta dan menginap di Perancis. Perjalanan mereka berlanjut hingga ke sebuah hotel di Les Bains. Paul ternyata menginap di hotel ini, tapi keberadaan Paul belum diketahui. Di kamar hotel yang ditempati ayahnya, Liz menemukan kartu pos yang ditulis Helen. Liz pun menyimpulkan ayahnya ada di biara Saint Matthieu. Dugaan Liz benar. Di sana mereka menemukan Paul yang tengah berhadapan dengan Dracula. Master James dan Helen ternyata juga ada di sana. Master James tewas di tangan Dracula sementara Helen menembak Dracula hingga musnah menjadi abu. Mereka pun kembali berkumpul sebagai satu keluarga.

Di bab terakhir novel ini (epilog), Liz yang telah dewasa mengisahkan bagaimana mereka sempat hidup bersama sebagai satu keluarga, kemudian ibunya meninggal dan ayahnya diam-diam memastikan ibunya tidak menjadi vampir. Ayah Liz meninggal di Sarajevo. Sesaat sebelum keluar dari perpustakaan, Liz juga menemukan buku bergambar naga. Cerita berakhir dengan plot Liz membayangkan tentang Dracula.

Jujur saja mencoba membuat review buku ini cukup sulit. Saya masih terhenyak dengan jalinan cerita dalam novel ini yang luar biasa. Awalnya plot dalam buku ini memang berjalan lamban dan hanya mengisahkan tentang perjalanan yang dilalui Liz dan ayahnya ke berbagai tempat sebab pekerjaan ayahnya memang mengharuskannya bepergian ke banyak tempat di dunia. Memasuki petualangan Paul-Helen ke berbagai tempat untuk melacak Rossi dan Dracula serta melalui surat-surat yang ditulis Rossi maupun Paul, pembaca pun dibawa kembali ke penyelidikan awal yang dilakukan Rossi. Dari flash back berlapis itu (ini adalah istilah yang saya ciptakan sendiri karena buku ini punya beberapa flash back; dari masa sekarang ke masa lalu Paul, lalu dari masa Paul masih menjadi mahasiswa bergerak makin jauh ke masa ketika Rossi masih muda). Kostova sama sekali tidak kesulitan untuk menggabungkan potongan-potongan plot di masa lalu dan menggabungkan semua karakter dalam bukunya untuk bertemu di masa sekarang di bagian akhir bukunya.

Berikut adalah kelebihan novel ini:
  • Deskripsi dan detil yang sempurna, bahkan hingga ke deskripsi waktu. Misalnya: Malam telah turun - dingin, berkabut, basah, malam Eropa Timur, dan jalanan nyaris kosong. (hlm 33) Langit November terang benderang bagaikan di musim panas. (hlm 38) Bulan Maret adalah bulan yang dingin dan berangin kencang di Tuscany, tapi ayahku berpendapat perjalanan pendek ke daerah di sana wajib hukumnya setelah empat hari melakukan pembicaraan - selama ini aku mengenal pekerjaannya sebagai melakukan pembicaraan - di Milan. (hlm 55)
  • Humor yang samar tapi terasakan di antaranya saat Paul dan Helen mencuri salib dari gereja dan meninggalkan uang seperempat dolar untuk satu salib karena saat itu mereka dibuntuti petugas perpustakaan yang diduga keras adalah vampir. Juga saat Paul menggoda Helen karena menurutnya ibunya pasti akan menganggap Paul menarik.
  • Romantisme yang tergambar rata dalam kalimat yang puitis misalnya: Ketika kami berjalan kembali ke kota, di sepanjang jalan yang gelap tanpa cahaya bulan, aku merasakan kesedihan yang mengiringi bila kita turun dari ketinggian, meninggalkan sesuatu yang terasa agung. (hlm 40) Hidup akan lebih baik, lebih nyaman, kalau kita tidak membuang-buang waktu, memikirkan hal-hal mengerikan. Seperti kauketahui, sejarah manusia penuh perbuatan jahat, dan mungkin kita seharusnya berpikir tentang perbuatan-perbuatan itu dengan air mata, bukan dengan perasaan tertarik. (hlm 49)
  • Beberapa karakter dari buku ini benar-benar ada misalnya karakter Dr Turgut Bora. Di bagian ucapan terima kasih, Anda bisa menemukan beberapa orang yang namanya turut dipakai oleh Kostova sebagai karakternya dalam novel ini.
Jadi, jika buku ini memang demikian sempurna, apakah yang menjadi kekurangannya?
  • Terlalu tebal? Plot awalnya terkesan lamban? Tapi ini semua terselamatkan dengan deskripsi yang menarik.
Berikut adalah salah satu bagian yang menurut saya cukup menyentuh yang menggambarkan hubungan Liz dengan ayahnya: Aku mungkin bisa berpikir ia menghindariku, tapi kadang-kadang waktu aku duduk di dekatnya, membaca, mencari saat yang tepat untuk mengajukan pertanyaan, tiba-tiba ia mengulurkan tangan untuk mengusap rambutku dengan kesedihan yang abstrak di wajahnya. Dan pada saat-saat seperti itu, justru aku yang tidak sanggup mengangkat topik tersebut. (hlm 35)

* Gambar dipinjam dari sini.

4 komentar:

alice in wonderland mengatakan...

ganti kulit juga neh... saya jadi tergiur untuk migrasi ke blogger^^
Pengen baca juga ah tapi cari pinjeman dulu

Grace Receiver mengatakan...

@Alice: Ya, cobain template baru. Ayo, ditunggu migrasinya :-)

Air mengatakan...

He2 jangankan novel aslinya, kayaknya review u aja jg panjang banggetzzzz deh....

air mengatakan...

He2, jangankan novelnya yang tebal, kayaknya review u aja juga dah panjang banggettzzzzz....