Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Sabtu, 29 Mei 2010

Review Film Extraordinary Measures

Film yang diinspirasi dari kisah nyata ini diawali dengan scene John Crowley (Brendan Fraser) yang bergegas dari kantor menuju tempat pesta ulang tahun anaknya, Megan (Meredith Droeger) yang sangat menantikan kehadiran ayahnya. Karena penyakit pompe yang dideritanya, Megan menghabiskan hari-harinya di atas kursi roda. Ketika John tengah membaca sejumlah artikel tentang penyakit pompe, perhatiannya tertuju pada tulisan Dr Robert Stonehill (Harrison Ford). Sementara itu kondisi Megan yang memburuk membuatnya harus dirawat di rumah sakit

Tidak sanggup hanya berdiam diri melihat penyakit yang menggerogoti anaknya, John  meninggalkan rapat dan pergi ke Nebraska untuk menemui Dr Stonehill. John menanti sangat lama di ruang tunggu hingga sempat tertidur sehingga tidak menyadari saat Stonehill meninggalkan gedung. John pun mengejar Stonehill.

Setelah menjelaskan latar belakangnya pada Dr Stonehill bahwa dua dari tiga orang anaknya menderita pompe, John lalu menanyakan perihal artikel yang ditulis  Stonehill. Setelah Stonehill menjelaskan teorinya, ia lalu memberitahu John bahwa perlu dana yang tidak sedikit untuk memproduksi obat bagi penyakit pompe. Demikian mahalnya hingga sampai detik itu pompe belum ada obatnya. John menegaskan bahwa ia  akan menyediakan dananya, tapi tak urung tercengang saat mendengar angka yang disebutkan Stone hanya untuk membangun laboratoriumnya saja.

John lalu menggalang dana, mulai dari uang pribadinya, donasi dari jemaat gerejanya, hingga uang penjualan ripstick dari anaknya, John Crowley Jr (Sam M. Hall), tapi uang yang terkumpul masih belum cukup. Terkesan dengan tekad John, Stonehill setuju untuk membantu John dan mengunjungi kediaman keluarga Crowley untuk bertemu langsung dengan Megan dan Patrick (Diego Velazques).

Agar dapat fokus menemukan obat bagi Megan dan Patrick, John memutuskan berhenti bekerja meski sempat dicegah temannya, Pete (Alan Ruck). Usaha yang dilakukan John, Stonehill dan ilmuan lainnya untuk menemukan obat bagi penyakit pompe tidak berjalan lancar. Selain kendala dana, sikap Stonehill yang eksentrik sering memicu selisih pendapat dengan ilmuan lainnya. Terlebih Stonehill yang lebih suka bekerja sendirian tadinya sempat tak setuju menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi. John pun terpaksa menyingkirkan Stonehill dari team yang membuat hubungan keduanya sempat memburuk.

Saat obat siap diproduksi, perusahaan farmasi yang mendanai riset mereka mendadak  memutuskan obat tersebut diperuntukkan hanya untuk bayi penderita pompe. John yang habis akal berniat mencuri obat dari ruang penyimpanan. Saat dipergoki petugas keamanan, mendadak muncul Stonehill yang membela John dengan mengatakan bahwa ia yang menyuruh John sebab ia sangat sibuk sehingga tidak sempat mengambil sendiri. Mereka pun berbaikan karena kejadian itu. Stonehill lalu mengusulkan agar perusahaan melakukan uji coba pada Megan dan Patrick, saudara kandung yang sama-sama menderita pompe. Tapi usul itu ditolak karena dapat menyebabkan konflik kepentingan sebab John memiliki jabatan di perusahaan tersebut. Akhirnya John pun dipecat agar Megan dan Patrick bisa mendapatkan test. Ternyata obat itu memang bekerja, meski Megan sempat memprotes mengapa obat spesial yang dibuat khusus untuknya itu tidak berwarna pink tua seperti pesanannya.

Film ini sangat inspiratif dengan banyak scene yang menyentuh dan dialog yang lucu, sehingga penonton dibawa menangis dan tersenyum pada saat yang sama. Plotnya hebat, script-nya pun brilian. Akting Fraser pun terkesan natural meski harus beradu akting dengan aktor sekaliber Ford. 

Beberapa scene yang mengharukan, sekaligus lucu di antaranya adalah: 
  • Scene saat John beradu argumentasi dengan Stonehill yang menolak menandatangani kontrak. John yang marah berujar, "Spend the rest of your life dreaming up great ideas that don't get funded. Draw brilliant diagrams on the wall that cure disease in theory but never help a single human being in reality." John lalu membasuh tangannya yang terluka di wastafel. Stonehill yang melunak lalu menjawab, "Got your blood all over this thing. Want me to add a drop of mine, make it official?" Darah John memang sempat menetes ke kertas kontrak yang menjadi sebab perdebatan mereka. 
  • Scene saat John mengucapkan terima kasih pada Stonehill sambil memeluknya. Stonehill bertanya pada Aileen (Keri Russell), istri John, "Not gonna kiss me, is he?". Aileen lalu menjawab, "I will restrain him." Stonehill lalu berkata, "Don't temp me."
Dialog dari dua adegan ini memang bagian kesukaan saya, tapi Extraordinary Measures masih memiliki banyak scene lain yang menyentuh, tapi lucu. Secara keseluruhan, film ini sangat bagus dan tidak cengeng.

* Gambar dipinjam dari sini.

2 komentar:

alice in wonderland mengatakan...

mirip2 ama Lorenzo Oil gitu ya? udah ada belum ya di rental...

Grace Receiver mengatakan...

@Alice: Lorenzo Oil? Pernah dengar tapi tidak ingat sudah pernah nonton atau belum. Hehe... Saya tidak tahu Extraordinary Measures sudah ada atau belum di rental. Coba kamu tanya rental terdekat dengan tempat tinggalmu :-)