Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Kamis, 22 April 2010

Review Film How To Train Your Dragon

Review film ini adalah tag dari Delfine.

Film ini dimulai dengan narasi dari Hiccup (Jay Baruchel) yang bercerita tentang penduduk desanya yang sering terganggu oleh ulah naga yang menyerang desa mereka. Penduduk desa Viking setiap hari berlatih menaklukkan naga, hanya Hiccup seorang diri saja yang sering mengacau dan tidak terlatih menghadapi naga. Stoick (Gerard Butler), ayah Hiccup sudah merasa putus asa dengan kemampuan anaknya. Tapi berkat nasihat dari Snotlout (Jonah Hill), si kepala suku, Stoick mencoba untuk terus melatih anaknya.

Pada suatu hari saat tengah berjalan-jalan di hutan, Hiccup bertemu dengan Toothless, seekor naga yang terperangkap dalam jebakan dan terikat. Saat Hiccup mencoba untuk membunuhnya, ia mendadak tidak tega dan malah melepaskannya. Hiccup tidak penah menceritakan perihal Toothless kepada siapa pun. Ia tetap berlatih memerangi naga bersama penduduk desa dan ia tetap menjadi yang terbodoh. Astrid (America Ferrera) bahkan lebih handal menaklukkan naga dibanding Hiccup, karena itu Astrid sering dibuat gusar oleh tingkah Hiccup.

Diam-diam Hiccup kembali mengunjungi Toothless dan membawakan ikan untuknya. Hiccup juga membuat ekor tiruan dan dipasangkan pada ekor Toothless yang tertebas sehingga Toothless bisa terbang dengan leluasa. Hiccup bahkan menunggangi Toothless. Berkat persahabatannya dengan Toothless, Hiccup jadi tahu cara menghadapi naga. Ia tahu naga takut dengan belut dan menjadi jinak jika digelitik. Cara Hiccup yang berbeda dengan cara penduduk desa dalam memperlakukan naga membuat Hiccup menonjol dibanding penduduk desa lainnya. Astrid yang membuntuti Hiccup saat menemui Toothless akhirnya sependapat dengan Hiccup bahwa naga sebenarnya hewan yang jinak.

Saat salah satu naga terkejut dan menyerang Hiccup, Toothless langsung terbang untuk melindungi Hiccup. Sayangnya penduduk desa salah mengerti dan menangkap Toothless. Penduduk desa telanjur beranggapan bahwa naga adalah hewan berbahaya karena bangsa Viking telah memburu naga selama 300 tahun. Hiccup adalah Viking pertama yang menolak menyakiti naga. Stoick pun marah dan tidak menganggap Hiccup anaknya.

Mereka lalu berlayar untuk mencari sarang naga dan memancing naga raksasa keluar dari sarangnya. Berkat Hiccup dan teman-temannya yang menunggangi naga, penduduk desa pun berhasil diyakinkan bahwa mereka hanya perlu mengalahkan naga raksasa yang mengendalikan naga-naga lainnya. Setelah naga raksasa berhasil dilumpuhkan, setiap penduduk desa mengadopsi seekor naga untuk dijadikan binatang peliharaan sekaligus alat transportasi untuk menerbangkan mereka.

Film ini menyenangkan untuk ditonton dan sarat pesan moral. Berikut beberapa scene yang menyentuh:
  • Scene saat Toothless bermaksud menyelamatkan Hiccup tapi malah ditangkap penduduk desa.  
  • Scene saat Hiccup dan teman-temannya mengendarai naga dan ikut membantu penduduk desa memerangi naga raksasa 
  • Scene saat Stoick meminta maaf pada Hiccup 
  • Scene saat penduduk desa mengadopsi naga sebagai hewan peliharaan mereka. 
Dari tokoh Hiccup, kita bisa belajar untuk menjadi orang yang berani menjadi pionir dalam menjembatani perbedaan dan kesalahpahaman yang telanjur tercipta, dari tokoh Stoick kita juga bisa belajar menjadi orang yang tidak sungkan untuk minta maaf jika bersalah pada orang yang lebih muda. Kita juga bisa belajar dari persahabatan Hiccup dan Toothless.

* Gambar dipinjam dari sini.

4 komentar:

wongmuntilan mengatakan...

Salam kenal ^^ How to Train Your Dragon adalah salah satu film terbaik yang saya tonton tahun ini. Tadinya saya mengira kisahnya cuma lucu-lucuan saja, ternyata malah mengharukan dan banyak pesan moralnya. Belum lagi mata kita dimanjakan dengan pemandangan naga terbang, dilatarbelakangi langit yang indah. Wow!!! ^^

Grace Receiver mengatakan...

@wongmuntilan: Salam kenal juga. Ngga ngira ya film animasi ternyata punya pesan moral juga?

wongmuntilan mengatakan...

Iya, dulu-dulu kan film animasi cuma menghibur doang. Tapi kalo dicermati, dari zamannya The Lion King, Toy's Story, sampe Up, banyak juga pesan moralnya ya ^^

Grace Receiver mengatakan...

@wongmuntilan: Hehe... jarang nonton film animasi sih. Jadi belum nonton Up dan The Lion King.